
"Aku tidak ada merebut Austin darimu"ucap Fany.
"Aku tidak tahu apa sebenarnya rencanamu tapi yang jelas aku tidak akan membiarkan Austin jatuh ke tanganmu. Setelah anak itu lahir kau harus angkat kaki dari rumah ini"ucap Sesilia.
Kemudian Sesilia meninggalkan Fany dan menuju kamarnya yang sudah di tunjuk Austin tadi.
🌷🌷🌷🌷
Sudah dua minggu Sesilia tinggal di mansion itu.
Sesilia merasa sangat senang karena bisa dekat dengan Austin dan dia berencana untuk tidak membiarkan Austin dekat dengan Fany bahkan untuk sedetik saja.
Lain dengan Fany yang merasa sedih karena melihat Austin dan Sesilia yang terlihat romantis ketika melihat mereka sedang bersama.
Mereka menggangap seakan Fany tidak ada jika mereka sedang bersama di mansion itu.
Hati Fany terasa sakit melihat kedekatan suaminya dengan Sesilia.
Tapi apa daya, Sesilia adalah sebenarnya kekasih dari Austin. Fanylah yang merasa seperti pelakor yang telah merebut Austin darinya.
Fany langsung menuju ke kamarnya agar tidak melihat Austin dan Sesilia yang sedang bermesra di sofa.
Dia tidak ingin melihat itu yang mana akan membuat hatinya semakin sakit.
Ini adalah hari minggu dan Austin tidak bekerja ke kantor dan dia malah menghabiskan waktunya bersama dengan Sesilia.
Sesampainya di kamar, Fany langsung merebahkan tubuhnya ke kasur.
Kini usia kandungan Fany sudah masuk bulan ke empat.
Saat sedang memejamkan matanya, tiba-tiba handphone berbunyi.
Dan ternyata itu panggilan masuk dari Alenxander.
"Apa Kak?"tanya Fany saat sudah mengangkat panggilan itu.
"Kau dimana? Bisa kita ketemu? Kakak sedang berada di kedai kopi dekat perusahaan Charles"ucap Alex.
"Aku sedang ada di rumah. Baiklah Kak, aku akan datang ke sana"ucap Fany dan kemudian langsung mematikan panggilan itu.
Fany langsung mengganti pakaiannya karena tidak mungkin dia pergi ke sana dengan menggunakan baju daster.
Setelah bersiap-siap diri, Fany langsung keluar dari kamar dan segera menuju lantai bawah.
Saat sudah sampai di bawah dia masih melihat pasangan itu sedang duduk di sofa dan menikmati tayangan film yang sedang terputar di layar tv yang sangat besar itu.
"Kau mau pergi ke mana Fany?"ucap Sesilia sambil bergelayut manja di dada bidang Austin.
Fany yang melihat itu hanya bisa diam. Dia ingin marah tapi itu mungkin dan tidak ada gunanya.
Sesilia adalah kekasihnya Austin, sedangkan dirinya adalah orang yang datang dan perusak hubungan mereka. Itulah yang ada dipikiran Fany saat ini.
"Aku mau keluar sebentar"ucap Fany.
Fany langsung keluar tanpa memperdulikan mereka. Toh Austin juga tak menganggap dirinya sebagai istrinya.
"Dia mau kemana sayang?"ucap Sesilia.
Austin bukannya menjawab, dia malah pergi ke kamarnya dan meninggalkan Sesilia di sofa itu sendirian.
"Kenapa raut wajahnya terlihat seperti orang yang sedang kesal"batin Sesilia yang melihat kepergian Austin ke kamarnya.
🌷🌷🌷🌷
Fany telah sampai di kedai kopi yang mana jadi tempat pertemuan dengan kakaknya.
Fany pun langsung langsung menuju ke tempat duduk Alex .
"Ada apa Kak Alex menyuruhku datang kesini?"ucap Fany yang langsung menanyakan apa alasan Alex menyuruhnya ke sini.
"Kakak ingin kau melakukan yang pernah aku katakan sebelumnya"ucap Alex.
Hati Fany terasa sakit mendengar perkataan Kakaknya.
Kak Alex masih sempat sempatnya menyuruh dirinya untuk mengambil hartanya disaat rumah tangga tengah diambang kehancuran.
__ADS_1
"Apa Kak Alex tidak menyanyangiku lagi?"tanya Fany sambil menetes air matanya.
Alex terkejut mendapati adiknya tengah menangis.
"Apa Kak Alex tidak bisa melupakan rasa dendam kakak terhadap keluarga Austin?"ucap Fany yang masih dalam keadaan menangis.
"Karena Kak Alex, sekarang Austin semakin membenciku. Aku bersyukur terhadap bayi yang ada di kandunganku, berkat dirinya aku masih dapat tinggal di mansion itu"ucap Fany lagi.
"Apa maksudmu Fany?"tanya Alex yang sedikit bingung.
"Austin sudah mendengar semua rencananya Kakak, sekarang dia semakin membenciku. Dia akan menceraikanku setelah aku melahirkan anak ini"ucap Fany lagi.
"Jadi dia sudah tahu semuanya?"tanya Alex.
"Iya Kak. Dia akan menghancurkan keluarga kita jika Kakak masih ingin melakukan itu"ucap Fany.
"Aku tidak peduli yang jelas aku akan tetap menjalankan misiku"ucap Alex sambil berdiri.
"Dia sudah mengetahuinya tapi kenapa dia masih tidak tahu malu di hadapanmu. Seharusnya dia malu karena sudah membunuh Ibu dari istrinya. Dialah yang telah menabrak Mama dengan mobilnya saat itu" ucap Alex lagi.
"Kak. Aku mohon lupakan semuanya itu. Aku tidak ingin kaka celaka hanya karena dendam ini. Aku tidak ingin kehilangan kalian lagi"ucap Fany yang bersujud di kaki Alex.
Alex yang melihat adiknya bersujud di bawah kakinya langsung menyuruh untuk berdiri.
"Fany. Jangan seperti itu"pinta Alex.
"Tidak Kak. Aku akan bersujud seperti ini sampai kakak bisa melupakan semuanya dan tidak akan membalas dendam terhadap Austin"ucap Fany yang masih bersujud.
"Fany. Aku bilang berdiri sekarang juga"ucap Alex sambil melihat orang sekelilingnya yang tengah menatap ke arah mereka.
"Austin tidak akan tinggal diam Kak. Dia akan menghancurkan keluarga Lee. Aku sudah kehilangan Mama dan aku tidak ingin kehilangan kalian lagi. Meskipun Kak Alex tidak menyangangi ku, aku sangat menyanyangi kakak. Untuk itulah aku tidak ingin Kak Alex melakukan hal itu yang mana nanti akan membahayakan Kakak" ucap Fany yang sudah menangis terisak.
Alex yang mendengar itu langsung merasakan perih di hatinya. Bagaimana mana bisa Fany mengatakan kalau dia tidak menyayanginya lagi.
Alex langsung menarik adiknya ke dalam pelukannya.
"Jangan menangis lagi Fany"ucap Alex yang juga sudah menangis.
"Kakak melakukan itu hanya karena ingin melihat dia merasa penderitaan yang kita rasakan dulu Fany"ucap Alex sambil memeluk adiknya.
"Setelah anak ini lahir, aku akan pergi dari kehidupannya. Dan setelah itu kita semua akan pergi jauh dan melupakan semua yang berhubungan dengan Austin kak"ucap Fany.
Alex langsung melepaskan pelukan itu.
"Kakak masih belum bisa melupakannya saat ini dan memaafkannya begitu saja. Sekarang Kakak hanya ingin sendiri dulu untuk menenangkan pikiran kakak yang sedang kacau"ucap Alex yang kemudian melangkahkan kakinya pergi dari kedai kopi itu.
"Aku harap kau bisa melupakan dan memaafkan Austin Kak" ucap Fany sambil menatapi kepergian Kakaknya.
Fany langsung membayar pesanan Kak Alex tadi kepada pelayan kedai kopi itu.
Setelah membayar Fany langsung menuju jalan raya untuk mencari taxi agar dia bisa pulang ke mansion secepatnya.
Di tengah siang hari yang cerah dan terasa panas Fany berdiri di pinggir jalan raya sambil menunggu taxi yang belum lewat.
Saat itu Fany mendengar seseorang yanng sedang memanggil namanya dari arah belakang.
Fany pun menoleh dan mendapati bahwa Charleslah yang sedang memanggilnya.
"Ngapain Charles ke kantor? Apa dia ingin mengambil sesuatu?"ucap Fany karena dia melihat Charles yang datang dari arah kantornya.
Fany pun melambaikan tangannya ke arah Charles tapi tiba-tiba ada ada sepeda motor yang tidak sengaja menyenggol Fany dan membuat Fany langsung tersungkur ke aspal dan tidak sadarkan diri.
Charles yang melihat itu langsung bergegas lari menuju tempaf Fany yang sudah tak sadarkan diri lagi.
"Apa kau tidak punya mata?"ucap Charles yang memarahi pengendara sepeda motor itu.
"Jika terjadi sesuatu padanya, aku akan membunuhmu”ancam Charles.
Charles langsung mengendong Fany dan membawanya ke mobil miliknya yang sudah datang tempat itu.
Ya saat ini Charles harus membawa Fany ke rumah sakit karena dia tidak terjadi sesuatu pada Fany apalagi kepada bayi yang ada di kandungannya Fany.
Sedangkan orang yang melihat kejadian itu langsung membawa si pengendara motor itu ke kantor polisi.
Sesampainya di rumah sakit. Fany langsung di bawa oleh perawat menuju UGD untuk pemeriksaan lebih lanjut.
__ADS_1
Sedangkan Charles hanya bisa mondar mandir untuk menghilangkan rasa khawatirnya.
Saat itu sang dokter langsung masuk keruangan Fany untuk memeriksa pasiennya.
"Inikan istrinya Austin"ucap dokter itu dalam hati nya.
Dia tak lain adalah Andrew Spencer teman dari Austin Nero.
Andrew terkejut melihat Fany yang tak sadarkan diri. Dan yang paling buat dia terkejut adalah Fany dibawa oleh pria lain.
Andrew tahu pasti jika pria yang di luar ruangan ini adalah orang yang sudah membawa Fany ke tempat ini.
"Syukurlah. Fany dan bayinya baik-baik saja. Kalau tidak Pasti nanti aku akan di bunuh oleh suaminya"ucap Andrew yang sudah memeriksa keadaan Fany.
"Apa dokter mengenalinya?"ucap salah seorang perawat itu.
"Iya. Dia istri dari temanku"ucap Andrew.
"Jadi pria yang di luar sana temannya pak Andrew ya" ucap perawat itu yang mengira Charles adalah suaminya Fany.
" Dia tidak temanku dan aku tidak mengenalinya. Sekarang kalian pergilah"ucap Andrew.
Perawat itu sedikit kebingungan dan langsung memilih untuk meninggalkan ruangan itu.
Begitupun Andrew yang juga keluar dan menemui Charles.
"Bagaimana keadaannya dan juga bayinya Dok?"tanya Charles dengan sedikit khawatir.
"Mereka baik-baik saja. Maaf anda ini siapanya pasien?"tanya Andrew.
"Syukurlah. Saya temannya. Terima kasih ya Dok" ucap Charles yang langsung masuk ke dalam ruangan Fany.
"Main nyelonong masuk saja si kawan ini"ucap Andrew yang melihat Charles masuk tanpa minta izin dulu darinya.
🌷🌷🌷
Austin yang berada dalam kamarnya merasa sangat frustasi dengan peraaannya saat ini, tapi tiba-tiba dia kejutkan dengan suara bunyi handphone.
"Andrew??"ucap Austin setelah melihat nama panggilan masuk di handphonenya
"Ya ada apa?"ucap Austin yang sudah menjawab panggilan dari Andrew.
"Cepatlah datang ke rumah sakit"ucap Andrew yang berada di rumah sakit.
"Memang siapa yang sakit?"tanya Austin sambil mengerutkan dahinya.
"Istrimu sedang sakit. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya, tapi yang jelas dia tadi d iantar sama pria lain dalam keadaan tak sadarkan diri. Bersyukurlah kau karena Fany dan bayinya baik baik saja. Hanya saja kaki dan tangan Fany sedikit ada luka lecet dan lebam, tapi itu bisa cepat sembuh kok"ucap Andrew.
🌷🌷🌷
#Bagaimana reaksinya Austin?
Ayo tebak teman teman
Sampai disini dulu teman teman
Untuk menghindari penyebaran covid 19
# Stay At Home
Aku harap kalian dapat menjaga kesehatan,
jangan lupa cuci tangan dengan sabun.
Dan paling utama selalu berdoa kepada tuhan
menurut agama kalian masing masing.
Selamat membaca ya
Jangan lupa like dan beri komentar kalian
Agar aku dapat lebih semangat lagi menulis nya😊😊
Saranghae semuanya
__ADS_1