Takdirku, Hidup Bersama Mu

Takdirku, Hidup Bersama Mu
Sembilan


__ADS_3

Akhirnya mereka pun tiba di rumah sakit.


Dengan segera perawat yang ada disitu langsung membaringkan tubuh Fany ke brankar dan membawa Fany menuju ke UGD untuk pemeriksaan lebih lanjut.


"Semoga dia tidak apa apa!"ucap wanita paruh baya itu sambil berjalan mondar-mandir.


"Nyonya tenang dan berdoa kepada tuhan agar gadis itu baik baik saja!" ucap sopir itu.


"Kau benar Robert. Kita hanya bisa berharap pada tuhan agar anak itu baik-baik saja"ucap wanita itu pada sopir pribadi nya.


"Apakah anda keluarga pasien?"tanya seorang dokter yang sudah keluar dari ruangan tempat Fany di periksa.


"Ya. Saya keluarga dari pasien dok. Bagaimana keadaannya dok?” tanya wanita itu.


"Nyonya tenang saja,dia baik baik saja! Beruntung kalian cepat-cepat membawanya ke sini, kalau tidak saya mungkin tidak bisa menolong bayi yang ada di dalam kandungannya"ucap Dokter yang menjelaskan keadaan Fany.


"Apa!! Dia hamil dok? "tanya wanita paruh baya itu.


"Betul. Sekarang kehamilannya sudah masuk minggu ke 3! Apa kalian tidak mengetahuinya?"tanya Dokter yang merasa heran.


"Kami baru mengetahuinya dok!" ucap wanita itu.


"Baiklah kalian sudah boleh masuk karena sebentar lagi dia akan segera sadar" ucap dokter itu.


"Terima kasih Dok!"ucap wanita itu.


"Sama-sama nyonya!" ucap Dokter itu kemudian izin pergi dari tempat itu.


"Kau tunggu di sini! Aku akan masuk ke dalam ya Robert "ucap wanita itu pada sopirnya.


"Baik Nyonya!"ucap Robert.


~~


"Eh, kau mau kemana?" ucap wanita itu yang sudah masuk ke dalam dan melihat Fany yang sudah bangun dan terlihat Fany ingin turun dari tempat pembaringannya.


"Maaf anda siapa?” ucap Fany yang masih duduk di kasur rumah sakit itu


"Perkenalkan aku Delila Nero! Akulah yang sudah menabrak anda tadi. Jadi aku langsung membawamu ke rumah sakit "ucap wanita yang ternyata adalah nyonya besar dari keluarga Nero.


"Maaf ya Nyonya. Karna saya sudah membuat anda jadi repot begini, apalagi anda sudah baik sekali membawa saya sampai ke sini"ucap Fany dengan berkata sopan.


"Keadaan bayimu baik-baik saja dan kamu tidak perlu minta maaf kepadaku karena aku yang seharusnya berkata itu "ucap Nyonya besar Nero.


"Bayi? Oh syukurlah!" ucap Fany yang lega saat mengetahui bayinya baik-baik saja.


"Suamimu di mana? Apakah kau bisa menghubunginya agar aku juga bisa meminta maaf padanya karna sudah membuat kamu dan bayi yang ada di kandunganmu jadi celaka" ucap Nyonya besar Nero.


Fany hanya diam saja dan membuat wanita paruh baya itu heran tapi tiba tiba perut Fany berbunyi menanda bahwa dirinya tengah lapar.

__ADS_1


"Apa kau lapar?"ucap Nyonya besar Nero.


Fany hanya mengangguk kepalanya.


"Oke. Kamu tunggu di sini. Aku akan membeli makanan untukmu"ucap Nyonya Nero.


Fany pun kembali menganggukkan kepala nya.


Wanita itu pun pergi ke kantin yang ada di rumah sakit itu untuk membeli beberapa makanan untuk Fany. Setelah selesai membeli, dia pun kembali ke ruangan Fany. Ketika sudah masuk kedalam, dia terkejut saat tidak mendapati Fany di dalam ruangan itu.


Dan dia merasa menyesal karna sudah menyuruh Robert pulang duluan, seharusnya tadi dia menyuruh Robert untuk menjaga ruangan itu.


"Maaf, apa anda melihat wanita yang ada di ruangan ini?" ucap Nyonya Nero pada perawat yang kebetulan lewat.


"Oh tadi saya melihatnya sedang duduk di sana!" ucap perawat itu sambil menunjukan jari nya pada tempat Fany yang sedang berada di sana.


"Terima kasih ya!"ucapnya pada perawat itu kemudian bergegas pergi ke sana.


......................................


"Apa yang harus aku lakukan tuhan ?" ucap Fany sambil menangis dan menatap foto seseorang pada buku majalah yang sedang di pegang oleh Fany.


Tadi Fany ingin membayar administrasinya. Saat sudah sampai di sana dan hendak membayar, ternyata pihak rumah sakit langsung mengatakan bahwa biaya perawatannya sudah di bayar oleh orang yang sudah membawanya ke sini. Siapa lagi kalau bukan Nyonya Nero.


Kemudian dia mengucapkan terima kasih dan pergi kembali ke ruangannya.


Di saat sedang melewati lorong rumah sakit yang tengah sepi itu, Fany melihat buku majalah yang menampilkan foto Austin Nero terletak di kursi tunggu.


Untung keadaan di situ keadaanya tengah sepi sehingga orang tidak ada yang melihat kalau Fany tengah menangis .


"Kau tau saat ini aku tengah mengandung anakmu!" ucap Fany pada gambar yang ada di cover majalah itu.


"Aku tidak tau apakah kau akan senang dan menerima keberadaan anak ini?" ucap Fany sambil menangis.


Dan semua perkataan Fany tenyata di dengar oleh Nyonya Nero.


"Apakah suaminya tidak mau mengakui anak mereka? " tanya Nyonya Nero.


"Aku jadi penasaran seperti apa rupa suaminya itu?" ucapnya lagi.


Kemudian Delila mendekati Fany sambil dan dia terkejut karna Fany sedang memegang majalah yang mana cover majalah itu terpampang foto anaknya yang terlihat tampan.


Fany yang masih belum menyadari keberadaan Delila langsung berkata"Apakah aku harus mengugurkan anak kita Austin?"


Delila langsung terkejut mendengar perkataan Fany yang menyebutkan nama anaknya.


"Fany!"ucap Delila.


"Nyonya. Maaf, pasti anda sedang mencariku?

__ADS_1


Sekali lagi aku minta maaf. Sebenarnya tadi aku ingin membayar administrasi biaya pengobatanku"ucap Fany sambil membungkuk hormat kepada Delila.


"Apa dia ayah dari anakmu?"tanya Delila sambil menunjukkan foto Austin.


"Apa kalian sudah menikah?”tanya Delila lagi.


Dia merasa heran dan terkejut. Saat ini dia ingin memarahi putranya itu jika dia mendengar kalau Austin sudah menikah dengan gadis yang ada di hadapan ini.


"Hmm itu...Aku---" ucap Fany yang gagap karna dia tidak ingin orang mengetahui kejadian itu, apalagi dia sudah berjanji pada Austin agar tidak menyebarkan kejadian itu.


"Jawab dengan jujur Fany. Ini penting sekali!" ucap Delila yang merasa sangat penasaran.


"Itu benar nyonya. Austin adalah ayah dari anak yang ada di dalam kandunganku ini! Dan kami belum menikah. Ini semua terjadi hanya karena kesalahan fatal yang tidak bisa kami hindari waktu itu "ucap Fany.


“Kesalahan fatal?”tanya Delila.


"Memang apa yang terjadi di sana? " ucap Delila.


"Waktu itu Austin lagi mabuk dan akhirnya kami melakukan sesuatu kesalahan yang besar"ucap Fany.


"Nyonya. Aku harap anda tidak menceritakan masalah ini kepada orang lain. Aku tidak ingin Austin jadi kena masalah karena aku sudah berjanji padanya untuk tidak memberitahu kejadian itu pada orang lain dan melupakan kejadian itu" ucap Fany yang memohon.


"Kenapa kau tidak meminta pertanggungjawaban padanya?" ucap Delila.


"Austin pernah mengatakan kalau dia memiliki kekasih jadi aku tidak ingin menghancurkan hubungan mereka!"ucap Fany yang berbicara dengan menitikan air matanya.


"Lalu bagaimana dengan nasib anakmu?" tanya Delila.


"Aku pun tidak tau. Aku pernah berpikir untuk mengugurkankannya!" ucap Fany.


Delila terjejut saat Fany mengatakan itu


" Tapi aku sekejam itu dan tidak ingin menjadi Ibu yang jahat. Jadi aku memutuskan untuk mempertahankan bayi ini dan pergi ke tempat yang jauh dan membesarkan anakku seorang diri"lanjut Fany.


Delila merasa lega dengan keputusan Fany yang mengatakan ingin mempertahankan bayi itu.


"Apakah kau mengenali diriku?"tanya Delila.


Fany terdiam sejenak saat mendengar perkataan wanita yang di hadapannya ini. Fany memang tidak mengenalinya dan hanya bisa mengelengkan kepalanya.


"Apakah kamu tahu nama belakang Austin?”tanya Delila.


"Austin Nero"ucap Fany yang mengatakan nama belakang Austin.


"Apa kau masih ingat namaku?" ucap Delila.


"Delila Nero" jawab Fany secara spontan.


Fany tiba tiba tercengang karna menyadari kesamaan nama belakang Austin dengan wanita ini.

__ADS_1


"Perkenalkan sekali lagi saya Delila Nero Ibu dari Austin Nero" ucap Delila.


__ADS_2