
"Stop... Jangan berbicara lagi sayang. Aku ingin menikmati moment kebersamaan kita dan tidak ingin merusak nya"ucap Sesilia sambil menutup bibir Austin dengan jari telunjuknya.
"Baiklah. Aku tidak akan bicara lagi"ucap Austin sambil memegang tangan Sesilia.
"Kau sudah makan?"tanyaAustin.
"Belum sayang" ucap Seselia dengan manja.
"Kau tunggu di sini. Aku akan keluar untuk membeli makanan untukmu"ucap Austin sambil memegang pundak Sesilia.
"Tapi nanti kau akan lama datang ke sini sayang dan aku tidak mau bosan hanya menunggumu di sini"ucap Sesilia.
"Sabar ya. Paling cuma 15 - 20 menit kok. Aku akan sampai di sini"ucap Austin.
"Kau tahu kan Austin. Aku sudah tak mau untuk menunggu terlalu lama. Aku tak sabar ingin menikah denganmu dan bisa bersamamu untuk selamanya"ucap Sesilia.
"Aku akan membeli makanan untukmu dan tunggu aku"ucap Austin yang mengalih pembicaraan Sesilia.
"Baiklah. Tapi aku ingin pergi ke perpustakaanmu. Sembari menunggumu datang, aku mau membaca buku dulu"ucap Sesilia.
"Pergilah. Lakukan apa yang mau kau lakukan"ucap Austin.
Austin pun pergi untuk membeli makanan untuk Sesilia.
Begitu juga dengan Sesilia yang pergi ke perpustakaan kecil milik Austin yang ada di apartemen itu.
............................
Tiffany masih dalam perjalanan menuju ke mansion .
Tapi tiba-tiba ada suara panggilan masuk di ponsel miliknya.
"Kak Alex"Ucap Fany ketika dirinya melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Kak Alex. Ngapain ya menelponku?" ucap Fany dalam hatinya.
"Halo Kak Alex. Apa apa Kak?"ucap Fany ketika sudah mengangkat panggilan.
"Kau di mana Fany?"tanya Alex.
"Aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah kak"ucap Fany.
"Ada apa kak?"tanya Fany lagi.
"Apa kau sedang bersama suamimu?"tanya Alex dan tidak menjawab pertanyaan adiknya.
"Sekarang Austin tidak sedang bersamaku Kak"imbuh Fany.
"Bisa datang ke sini? Ada yang ingin kakak bicarakan padamu" ucap Alex.
"Memang Kak Alex ada dimana sekarang?"tanya Fany.
"Kakak sedang berada di restoran XX" ucap Alex.
"Oke. Aku akan segera ke sana"ucap Fany.
"Kakak tunggu"ucap Alex.
"Pak. Bisa antarkan saya ke restoran XX" ucap Fany pada sopirnya.
"Apa Nyonya sudah dapat izin dari tuan Austin?"tanya sopir itu.
"Saya akan memberitahunya. Saya cuma mau ketemu kak Alex di sana"ucap Fany.
"Baik Nyonya"ucap sopir itu, kemudian memutarkan balik arah mobil menuju ke restoran tersebut.
🌷🌷🌷
Sementara itu, Austin yang sudah membeli makanan langsung menyuruh Sesilia untuk segera memakannya.
Setelah siap makan, Sesilia merasa mengantuk karna merasa kelelahan.
Tanpa menunggu lama, akhirnya dia langsung tertidur di meja itu.
Austin yang melihat itu langsung mengendong Sesilia dan membawanya menuju ke kamar.
Ketika sudah sampai di kamar, terlihat Austin yang tengah membaringkan Sesilia di ranjang. Sesilia nampak sudah terpejam.
__ADS_1
"Aku ingin segera menikah denganmu dan akutidak sabar untuk menunggu lagi Austin”ucap Sesilia yang sedang mengigau.
"Maafkan aku Sesilia. Aku sudah menikah dengan orang lain dan dia sedang mengandung anakku"ucap Austin yang menatap sedih ke arah Sesilia.
"Seandainya kau datang ke hotel saat itu, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini"ucap Austin.
Beep...
Suara dering handphone Austin berbunyi.
Dan ternyata itu adalah pesan dari sopir yang mengantar Tiffany.
"Tuan. Saat ini saya sedang mengantar nyonya ke restoran XX untuk menemui orang yang bernama Alex"isi pesan dari sopirnya Fany.
"Baik. Terima kasih atas informasinya"balas Austin.
"Ngapain Fany pergi ke sana?" ucap Austin.
"Aku akan ke sana dan menjemputnya.
Ini sudah sore, tidak baik bagi wanita hamil berlama lama di luar rumah. Dan aku tidak mau terjadi sesuatu nanti dengan anakku " ucap Austin.
"Besok aku akan ke sini lagi Sesilia. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu. Aku merasa sudah mulai menyukai istriku"ucap Austin kepada Sesilia yang sedang tertidur.
"Aku pergi dulu" ucap Austin dan beranjak meninggal tempat itu.
🌷🌷🌷
Tiffany pun sudah sampai di tempat itu dan langsung masuk ke dalam restoran.
"Kak Alex"ucap Fany yang sudah sampai di kursi tempat Alex duduk.
"Fany"ucap Alex.
"Wah. Apa Kak Alex yang memesan ini?"ucap Fany yang melihat seporsi pastrami.
Pastrami on rye adalah sandwich yang lengkap dengan setumpuk pastri daging yang di ukir tangan, mustar kuning, dan roti gandum yang merupakan sandwich pastrami terbaik di kota New York.
"Iya. Kakak tahu kalau kau sangat menyukai ini" ucap Alex.
Fany masih merasa sanggup untuk memakannya, meskipun dia sudah makan bersama dengan Austin di warung pinggir jalan tadi.
"Iya" ucap Alex yang tersenyum karna melihat adiknya makan dengan lahap.
Di luar restoran itu terlihat mobil Austin yang sudah tiba.
Ya Austin datang ke restoran itu hanya untuk menjemput istrinya.
Tak mau menunggu lama, Austin langsung masuk ke dalam restoran.
Dia melihat Fany sedang duduk bersama dengan Alex.
Austin langsung berjalan kesana, Fany dan Alex tidak menyadari hal itu.
"Apa yang ingin kak Alex katakan? Apakah itu sangat penting sampai Kakak menanyakan keberadaannya Austin?"tanya Fany yang sudah selesai makan.
Austin yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya dan bersembunyi di balik dinding tepat di belakang Fany dan Alex.
"Apa yang ingin mereka bicarakan? Kenapa Alex menanyakan keberadaanku?"ucap Austin yang sedang bersembunyi.
"Apa Kak?"tanya Alex.
"Sekarang kau sudah menikah dan sedang mengandung anaknya Austin. Jadi sekarang kau bisa dengan mudah untuk mengambil hartanya Austin dan menghancurkannya" ucap Alex secara tiba-tiba dan itu membuat Fany sangat syok mendengarnya.
"Kakak akan membantumu”ucap Alex lagi.
"Kau tau Fany, kakak sudah lama
ingin menghancurkannya. Bahkan saat di hotel Kakak juga merencanakan sesuatu padanya tapi rencana itu gagal"ucap Alex tanpa memberikan waktu untuk Fany berbicara.
"Jadi kejadian di hoel itu semua adalah rencana mereka?"ucap Austin yang geram mendengar perkataan Alex.
"Aku sudah salah menilai keluarga Lee di mataku" ucap Austin.
"Dan Tiffany. Di saat aku mulai mencintainya, dia malah berkhianat denganku. Aku tidak akan membiarkan kalian dapat menghancurkanku dan mengambil hartaku"ucap Austin .
Austin merasa sangat terima kasih kepada sopirnya.
__ADS_1
Karna jika dia tidak memberitahukannya, Austin tidak akan datang ke tempat itu dan tidak akan mendengar semua rencana keluarga Lee.
Kemudian Austin meninggalkan restoran dengan rasa marah kecewa yang bercampur aduk menjadi satu.
"Apa maksud perkataan Kak Alex?"tanya Fany yang merasa tidak percaya dengan perkataan Alex.
"Mengambil harta Austin, mencoba menghancurkan Austin, salah target. Apa maksud ucapan Kak Alex? Tolong jelaskan semuannya padaku!! Aku tidak mengerti ucapan kak Alex"ucap Fany yang memang tidak mengerti maksud perkataan Alex.
"Kau sudah menikah dengan Austin. Itu artinya kau sudah punya kesempatan menghancurkan keluarga Nero"ucap Alex.
"Tapi Kenapa Kak? Kenapa aku harus menghancurkan keluarga suamiku? Apa kak Alex sangat membenci mereka sampai harus menghancur keluarga suamiku?"tanya Fany.
"Iya!! Aku sangat membenci mereka karna Austinlah yang menyebabkan Mama meningal dunia. Dan mereka juga yang menarik para Inverstor dari perusahaan ayah sehingga perusahaan ayah menjadi bangkrut" ucap Alex yang berteriak dan itu membuat para pengunjung lainnya melihat ke arah mereka.
"Maaf"ucap Alex kepada mereka.
"Apa!! Aku tidak percaya itu Kak. Mama meninggal karena kecelakaan"sanggah Fany.
"Dan Austinlah yang sudah menabrak Mama Fany. Aku yang melihat dengan mata kepalaku sendiri"ucap Alex.
"Kakak menyaksikan semua itu, oleh karna itu kakak ingin membalas dendam pada Austin"ucap Alex dengan sedikit menitikkan air mata.
"Kakak berencana ingin membuatnya malu di mata publik dengan skandal sudah meniduri wanita. Tapi malah kau wanita yang sudah tidur dengannya. Aku sangat terkejut saat kau mengatakan dirimu tengah hamil dan Austinlah yang melakukan itu padamu"ucap Alex.
"Tapi tidak apa Fany, setidaknya itu bisa membuatmu masuk ke dalam Keluarga Nero dan itulah yang nanti akan mempermudahkan rencanaku" ucap Alex.
"Jadi itu alasan Kak Alex menerima pernikahan ini?"ucap Fany.
" Iya. Tapi setelah kita menyelesaikan rencana ini, kau akan bercerai dengannya dan aku akan menjodohkanmu dengan Charles”ucap Fany.
"Tidak!!" ucap Fany sambil berdiri dari kursi.
"Apa-apaan ini kak. Aku tidak akan melakukan semua yang kak Alex katakan" ucap Fany.
"Semuanya yang terjadi pada keluarga kita itu adalah takdir dari tuhan. Dan aku tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Austin atas peristiwa yang terjadi di keluarga kita"ucap Fany.
"Austin sekarang adalah suamiku dan aku sebagai istrinya sudah berkewajiban untuk melindungi bukan mencelakainya"ucap Fany kemudian berjalan meninggalkan tempat itu.
Saat ini Fany ingin pulang cepat ke mansion untuk menenangkan pikirannya yang sedang kacau balau.
🌷🌷🌷
Di malam hari, Fany sangat menunggu kedatangan Austin.
Dalam pikirannya terngiang perkataan Austin" Tunggu aku di rumah"
Kata-kata Austin saat di warung pimggir jalan tadi selalu terbayang di pikiranya Fany.
Tapi tiba-tiba khayalannya itu hancur saat Fany mengingat kata-kata Alex saat di restoran tadi.
"Jangan ambil kesimpulan sendiri Fany. Lebih baik kau bertanya dulu pada suamimu mengenai perkataan Kak Alex tadi" batin Fany.
Fany lalu mengambil ponselnya dan berharap ada pesan dari Austin, tapi ternyata nihil.
Fany pun pun mencoba tersenyum walau dia mungkin sangat kecewa.
Tapi senyumnya langsung mengembang ketika mendengar bel rumah itu berbunyi.
........................
Sampai disini dulu ya teman teman
Berhubung virus corona yang sedang menyebar
Aku harap kalian dapat menjaga kesehatan,
jangan lupa cuci tangan dengan sabun.
Dan paling utama selalu berdoa kepada tuhan menurut agama kalian masing masing.
Selamat membaca ya
Jangan lupa like dan beri komentar kalian
Agar aku dapat lebih semangat lagi menulis nya😊😊
Saranghae semuanya
__ADS_1