Takdirku, Hidup Bersama Mu

Takdirku, Hidup Bersama Mu
Sepuluh


__ADS_3

Fany tiba tiba tercengang karna menyadari adanya kesamaan di nama belakang Austin dengan wanita yang sedang ada di hadapanya ini.


"Perkenalkan sekali lagi saya Delila Nero, Ibu dari Austin Nero" ucap Delila.


"Apa!! Anda adalah Ibunya Austin! "ucap Tiffany yang terkejut mendengar perkataan Delila.


"Iya. Saya Ibunya Austin!"ucap Delila sekali lagi yang menjelaskan bahwa dia adalah Ibunya Austin.


"Oh my god. Aku secara notabene sudah memberitahu langsung kepada Ibunya mengenai kejadian itu!"batin Tiffany.


"Kenapa diam?" tanya Delila setelah melihat Tiffany yang hanya diam dan melamun.


"Tidak ada Bibi" ucap Tiffany yang sudah tersadar dari lamunannya.


"Aku harus pergi dari sini!" batin Tiffany yang mencoba ingin pergi di saat Delila mencoba mencari sesuatu dari dalam tas nya karna Tiffany tidak ingin melakukan kesalahan yang besar lagi.


Tiffany sudah berjanji pada Austin untuk tidak membeberkan kejadian itu dan dengan bodohnya Tiffany malah menceritakannya pada orang yang baru di kenal nya dan lebih tepatnya lagi yaitu pada Ibunya Austin.


"Kamu mau kemana?"ucap Delila dan langsung memegang tangan Tiffany saat dia menyadari kepergian Tiffany.


"Saya mau kembali ke ruanganku Bibi. Soalnya ini sudah malam dan aku sudah mulai mengantuk dan aku butuh istirahat sekarang!"bual Tiffany.


"Baiklah, kamu duluan kembali ke ruanganmu. Nanti Bibi akan menyusul karna Bibi mau menelpon Austin dulu!" ucap Delila yang terlihat tersenyum manis ke arah Fany.


"Apa!!" batin Tiffany yang terkejut.


"Jangan bilang kalau Bibi ini akan mengatakan bahwa aku sudah mengatakan semuanya kepada Austin. Bagaimana kalau Bibi benar-benar akan menceritakan mengenai kehamilanku ini?" batin Tiffany yang mulai gelisah.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya Bibi" ucap Tiffany.


"Iya Fany" ucap Delila yang langsung memanggil nama panggilan Tiffany.


Tiffany langsung melangkah kakinya dari tempat itu dan Tiffany kembali ke ruangannya untuk mengambil barangnya dan menulis sesuatu pada secarik kertas dan meninggalkannya pada meja yang ada di samping ranjangnya. Setelah itu Fany pun memilih pergi meninggalkan rumah sakit itu.


"Aku harus pergi dari tempat ini kalau tidak Austin akan datang ke sini dan aku benar-benar tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya! Fany...Kau tidak boleh ambil resikonya, kau harus cepat-cepat pergi dari sini" ucap Tiffany sambil berjalan tergesa-gesa.


Tiffany sudah berada di luar rumah sakit dan kini dia terlihat mencari Taxi yang akan membawa segera pergi dari rumah sakit itu.


"Taxi!" teriak Tiffany memanggil Taxi.


Dan beruntunglah taxi itu segera berhenti dan Tiffany langsung menaiki dan menyuruh sopir taxi itu untuk mengantarkannya ke alamat rumahnya.


Delila terlihat mencari nomor yang tersimpan di kontak handphonenya dan ingin menghubungi nomor tersebut.


Setelah dia menemukan nomor itu, dengan segera Delila langsung menekan tombol panggilan dan panggilan itu pun berdering.


"Syukurlah nomornya bisa di hubungi, biasanya kalau setiap di telpon selalu tidak aktif kalau tidak sedang berada di luar panggilan lain." ucap Delila.


"Halo. Dimana kau bocah nakal, tengil, bodoh." ucap Delila yang sedikit geram pada seseorang setelah panggilan itu sudah masuk.


"Halo!" ucap seseorang dari seberang telpon.


"Roy. Kok kamu yang mengangkat panggilannya dan bukannya Austin" ucap Delila yang merasa heran karna dia mendengar suara Roy dan bukannya suara Austin.


"Maaf Nyonya!" ucap Roy dari seberang telpon.

__ADS_1


"Mana anak nakal itu? "ucap Delila yang menanyakan keberadaan Austin.


"Itu Tuan sedang tidur di kursi belakang mobil" ucap Roy.


"Tuan baru menyelesaikan rapat di kantor. Tadi rapatnya berlangsung lumayan lama karna ada sedikit masalah yang terjadi di sana" ucap Roy lagi.


"Baiklah saya tidak tega mengganggu tidurnya Austin. Jadi aku akan menitip pesan saja padamu" ucap Delila.


"Apa itu nyonya??”tanya Roy.


"Kamu katakan pada Austin untuk datang ke rumah besok pagi karna saya ingin memberitahu sesuatu hal yang penting padanya!" ucap Delila.


"Baik nyonya!" ucap Roy.


 


"Ingat! Kau jangan sampai lupa mengatakannya. Jika dia tidak datang, awas aja kau ya!"ancam Delila.


"Soalnya ini sangat penting sekali!" lanjut Delila.


"Baik Nyonya saya tidak akan lupa!" ucap Roy.


"Baiklah, kalau begitu saya matikan panggilan itu nya " ucap Delila dan mengakhiri panggilan.


"Apa yang barusan di katakan Ibuku Roy?”ucap Austin yang sebenarnya tidak tidur.


"Ibumu menyuruhmu untuk datang ke rumah besok pagi!" ucap Roy.


"Tidak biasanya Ibu berkata seperti itu”pungkas Austin.


“Ya biasanya Ibu selalu blak-blakan memberitahu kalau besok aku akan ada pertemuan membahas soal perjodohan lagi"ucap Austin dan Roy hanya tersenyum melihat temannya itu sedikit pusing dengan kelakuan Ibunya sendiri.


"Bibi mau mengatakan apa ya?”tanya Roy lagi.


"Mana aku tahu!” ucap Austin.


"Pokoknya aku tidak mau tahu. Kau harus pergi ke sana kalau tidak Bibi pasti akan mengancamku jika besok pagi kau tidak datang ke sana"ucap Roy.


"Apa benar Ibu berbicara seperti itu? Aku jadi penasaran! Memang apa yang akan di lakukan oleh Ibuku kalau aku tidak datang ke sana?" ucap Austin.


"Aku tidak tau. Pokoknya kau harus datang! "ucap Roy.


"Kita sudah sampai!" ucap Roy lagi.


"Baiklah terima kasih Roy. Oh ya kau tidak menginap di sini saja" ucap Austin.


"Tumbenan kau baik padaku. Tidak usah, aku kembali saja ke apartemenku. Besok pagi aku akan datang ke sini dan kau jangan lupa dengan yang ku katakan tadi "ucap Roy.


"Hmm iya!”ucap Austin yang berdeham .


"Jangan cuma berdeham saja!" ujar Roy.


"Dah. Sekarang kau sudah bisa pergi! "ucap Austin dengan nada yang terdengar ingin mengusir Roy.


"Persetan denganmu. Semoga kau dapat nasib sial"ucap Roy kesal dan melajukan mobilnya .

__ADS_1


"Aku tidak peduli!"ucap Austin yang berteriak dan setelah itu dia masuk ke dalam apartemennya.


Setelah Delila memutuskan panggilan itu, dia langsung bergegas pergi menuju ruangannya Tiffany. Saat dia masuk ke dalam, dia terkejut saat tidak mendapati keberadaannya Tiffany.


"Fany. Apa kau ada di dalam?"ucap Delila yang sedang mengecek keberadaan Fany di dalam kamar mandi yang ada di ruangan itu.


Saat dia tak mendapati jawaban, Delila membuka pintu kamar mandi itu dan tidak juga tak melihat tanda tanda keberadaan Tiffany.


"Kemana dia pergi? "ucap Delila.


Mata Delila tertuju pada secarik kertas yang ada di meja tepat berada di hadapan Delila.


Delila pun mengambil kertas itu dan membaca tulisan yang ada di kertas itu.


"Maaf karna sudah membohongimu Bibi. Sebenarnya saya tidak punya niat untuk berbohong karna saya terpaksa. Maaf juga karena saya harus memilih untuk pergi dengan cepat dari tempat ini dengan diam-diam. Dan mengenai kehamilanku ini saya tidak akan menuntut pada Austin untuk meminta pertanggungjawaban. Meskipun begitu saya tidak akan mengugurkanya karena saya akan tetap mempertahankan dan membesar anak ini"


Begitu lah isi tulisan yang ada pada kertas yang di tinggal kan oleh Tiffany.


"Gadis yang menarik. Aku akan menemukan mu. Oh tidak... Bukan aku tapi Austin yang akan menemukanmu"ucap Delila.


Delila langsung menelpon sopir pribadinya dan menyuruhnya untuk segera menjemput dirinya.


🌷🌷🌷


"Ah akhirnya sampai juga di rumah tercinta"ucap Tiffany yang sudah berbaring di kasurnya.


"Bagaimana ini? Aku takut kalau Ibunya Austin akan memberitahu semuanya pada Austin!"ucap Tiffany.


"Bodoh kau Tiffany! Kok bisa-bisanya kau mengatakan itu langsung pada Ibunya. Ingat Tiffany, kau sudah berjanji pada Austin untuk tidak menceritakan kepada orang lain. Aku bersyukur kalau itu Ibunya Austin setidaknya berita itu tidak akan sampai di telinga orang lain. Tapi itu tetap sama saja Fany." guman Tiffany sambil memukul bantal guling nya.


"Bagaimana ya reaksinya Austin saat dia mengetahui kehamilanku? Aku tidak tau apakah dia akan senang atau tidak ?" batin Fany.


"Satu hal yang aku yakin pasti Ibunya akan memberitau Austin mengenai kehamilanku ini!"ucap Fany.


🌷🌷🌷


Hai readersku jangan lupa beri jempol nya banyak banyak ya


Dan jangan lupa komen juga untuk memberiku saran dan ide kalian


mulai besok saya akan pastikan untuk up setiap hari tapi cuma 1 chapter saja


Tidak papa kan???


saya sudah berusaha untuk mengatur waktu untuk nulis dan untuk kuliah saya


Maaf karna telat up ya


Karna saya waktu itu sedang sakit seminggu lebih dan setelah itu saya ada kegiatan di kampus yang memang tidak bisa saya tinggalkan.


Jangan lupa beri vote kalian juga ya


Salam manis dari Author


Insani Syahputri

__ADS_1


Saranghae semuanya


__ADS_2