
"Apa kau masih mencintainya? "
"Mungkin perasaan itu masih ada "
"Kau harus melupakannya?"ucap Austin yang sepertinya tidak menyukai jawaban Tiffany.
"Kenapa?"
"Karena kau akan segera menikah"ucap Austin dan masuk ke dalam rumah.
Tiffany hanya diam dan memperhatikan Austin yang sudah masuk ke dalam rumah.
"Keputusanku tidak salah salah. Mungkin dia yang terbaik untuk Putriku. Ayah akan menyetujui pernikahanmu nak" ucap Thomas yang ternyata memperhatikan kedekatan putrinya itu dengan Austin.
Hari Pernikahan pun kini sudah tiba. keluarga Tiffany sudah ada di New york.
Pernikahan Austin diadakan secara private sehingga para awak media tidak ada yang datang untuk meliput pernikahan orang kaya tersebut.Pernikahannya di adakan di salah satu villa milik Austin.
Ruang pernikahan di tata dengan sedemikian rupa agar nampak indah dan rapi.
Kakak Tiffany terlihat tidak senang hanya bisa diam sambil menahan amarah melihat Adiknya akan menikah hari ini.
Ayah Tiffany dan Ibu Austin datang menemui Tiffany yang ada di salah satu ruang tempat Tiffany berhias. Kedua pengantin di pisah dan di tempatkan di ruang berbeda. Sementara halaman villa yang cukup luas dipakai untuk acara pernikahan dan pemberkatan pengantin.
Ayah Tiffany minta maaf pada Ibu Austin karena tidak bisa menyiapkan mas kawin.Delila mengatakan tidak apa apa dan malah dengan santai menjawab kalau mas kawin terbaik sudah ada di perut Tiffany, jadi untuk apa kasih Mas Kawin lagi.
Selama ini Delila sudah sangat menantikan kedatangan seorang cucu di rumahnya dan dia sudah tidak sabar untuk menunggu kelahiran cucu pertamanya itu dan ingin segera untuk menimangnya.
Tiffany hanya bisa tersenyum dan terharu mendengar apa yang di katakan calon Ibu mertuanya dan dia jadi malu sendiri.
Keceriaan tak tampak di wajah Austin sama sekali. Dia menatap cincin yang seharusnya dia berikan pada Sesilia untuk acara lamaran. Tapi sekarang cincin ini akan di kenakan Tiffany .
**Tokyo**
Sesilia tampak sedang serius dengan penelitiannya di laboratorium tapi tetap membawa ponselnya.
Tapi Entah kenapa perasaannya tidak enak dan ingin segera menghubungi dan berbicara dengan Austin
Tapi tiba-tiba Austin menelponnya, dan Sesilia langsung menerima panggilan itu.
Sesilia langsung keluar dari ruang laboratorium agar tak mengganggu. Dia ingin bicara dengan Austin walau hanya sebentar. Sesilia berkata kalau dia sudah sangat merindukan Austin. Rasanya tersiksa sekali.
“ Halo Sayang"ucap Sesilia.
Austin hanya diam tak menjawab perkataan Sesilia.
"Aku minta maaf sayang"ucap Austin.
"Kenapa kau minta maaf sayang. Akulah yang seharusnya minta maaf karena telah membuatmu menunggu dan mengacaukan acara lamaranmu"ucap Sesilia.
"---"
Sesillia berkata dan minta maaf karena sudah meninggalkan acara lamaran itu. Austin meminta Sesilia untuk tidak meminta maaf padanya, karena itu malah membuatnya semakin merasa bersalah.
Sesilia memberitahu kalau dirinya sedang melakukan penelitian di laboratorium.
Austin hanya bisa memberikan semangat untuk Sesilia dan meminta dia melakukan yang terbaik untuk penelitiannya.
Telepon terputus. Austin tahu mungkin akan susah mencari waktu selain hari ini untuk memberitahu Sesilia kalau dia akan menikahi wanita lain.
__ADS_1
~~~
Pernikahan akhirnya di laksanakan juga. Austin sudah berdiri di altar pernikahan dan menunggu kedatangan pengantin wanitanya. Semua yang hadir mengatakan bahwa Austin terlihat tampan dan gagah dengan tuxedo hitamnya.
Tidak dengan Alexander Lee yang menatapnya penuh kebencian.
Alunan musik yang merdu mengiringi Tiffany yang berjalan menuju altar.
"Ayah. Aku sangat gugup"ucap Tiffany yang berjalan sambil mengandeng tangan Ayahnya.
"Tidak perlu gugup Putriku. Ini adalah pernikahanmu jadi kau harus rileks saja"ucap Thomas.
"Baik Ayah" ucap Tiffany sambil tersenyum.
Semua yang hadir pun memuji kecantikan Tiffany.
Tiffany hanya bisa tersenyum malu menanggapi pujian dan tepukan tangan yang tertuju padanya. Semua menyebut kalau dirinya bagaikan dewi.
"Cantik"gumam Austin.
Kini kedua pengantin sudah sampai di altar dan siap bertukar janji pernikahan.Kini pendetalah yang memimpin kedua pengantin tersebut.
“Tiffany, apa kau berjanji untuk menerima Austin sebagai suamimu yang sah, dalam suka maupun duka? Mencintainya sepenuhnya sampai maut memisahkan kalian?”ucap Pendeta.
Tiffany sempat melirik ke arah Austin sejenak.
"Ya"jawab Tiffany.
Kini pendeta juga bertanya hal yang sama pada Austin .
“Apakah kau Austin berjanji untuk menerima Tiffany sebagai istrimu yang sah, dalam suka maupun duka? Mencintainya sepenuhnya sampai maut memisahkan kalian?”ucap Pendeta.
Austin menjawab sedikit lama, tapi kemudian dia pun berkata Ya.
Semua orang pun mendengar kalimat Austin tadi. Ayah Tiffany sampai tertawa mendengar pernyataan menantunya itu. Dia tampak senang karena Austin tampaknya bersungguh-sungguh, sampai teriak segala.
"Dia sangat lucu sekali. Ya kan Alex?"ucap Thomas dan bertanya pada Putranya.
"Hmm" ucap Alex yang hanya berdeham.
"Cih. Aku tidak peduli dia lucu atau tidak.Yang jelas aku akan tetap membalaskan dendamku dan itu tentunya tidak akan melukai adikku" batin Alex.
Semua bertepuk tangan senang mendengar Ya dari Austin yang luar biasa jantan karena di dengar seluruh tamu yang hadir. Kini adalah saatnya bertukar cincin.
Austin menyemat cincin yang seharusnya berada di jarinya Sesilia.
Dan kini Tiffany menyemat cincin yang dia dapat dari Ayahnya, ternyata Ayahnya memberikan cincin pernikahan Ayahnya dengan Ibunya dulu.
Saat acara tukar cincin ternyata Roy di suruh Delila untuk bertugas mengabadikan momen tersebut.
Austin menatap cincin yang ada di jari manisnya Tiffany karena dia tahu cincin itu harusnya ada di jari manis Sesilia.
Tiffany yang merasa Austin tengah menatap ke arah tangan kirinya pun menjadi merasa tak enak. Dia ingat kalau yang harusnya menikahi Austin adalah wanita yang dia cintai.
Prosesi pernikahan pun berakhir, yang di akhiri adegan ciuman di mana Austin mencium bibir Tiffany dengan kecupan saja.
Kini, setelah pernikahan selesai. Austin bersiap balik ke kota.
"Aku ganti pakaian dulu ya Austin" ucap Tiffany.
"Hmm tapi jangan lama-lama" ucap Austin.
Tiffany pun pergi ke ruangan ganti baju.
__ADS_1
"Aku titipkan Putriku ya. Tolong jaga dia"ucap Thomas.
"Baik Ayah. Percayakan semuanya padaku"ucap Austin.
"Aku harap kau tidak menyakitinya Austin, kalau hal itu sampai terjadi maka kau akan berurusan denganku"ucap Alexander.
"Itu tidak akan terjadi Alex" ucap Austin sambil tersenyum.
"Semoga saja Austin" ucap Alex sambil tersenyum terpaksa.
"Kau tersenyumlah Austin. Aku akan mengambil semua hartamu melalui Adik ku. Aku yakin dia akan setuju dengan semua rencanaku nantinya dan kau akan merasakan bagaimana menjadi orang susah" batin Alex.
Sementara itu Austin tampak berdua saja dengan Roy.
"Selamat akhirnya kau menikah juga"ucap Roy.
"---"
"Aku pikir dia cantik juga dan rasaku dia lebih cantik dari Sesilia" ucap Roy yang berkata jujur.
"Kau mau mati"ucap Austin yang marah dengan perkataan Roy tadi.
~~
Charles memanggil Della ke ruangannya.
"Ada apa tuan memanggil saya ke sini?"ucap Della.
"Apa kau tahu kabarnya Tiffany?
"Dia baik-baik saja Tuan"
"Kau bilang kalau dia sedang pulang ke kampung halamannya"
"Benar Tuan"
"Tapi ini sudah lebih dari seminggu. Aku hanya khawatir kalau terjadi sesuatu padanya"
"Beberapa hari lagi dia akan bekerja tuan dan dia baik-baik saja, mungkin dia terlalu rindu pada keluarganya setelah beberapa tahun tidak bertemu "
"Oh begitu. Baiklah, aku jadi tenang kalau dia baik-baik saja"
"Kalau begitu saya permisi dulu ya Tuan"
"Hmm"
Della pun keluar dari ruangan bosnya
"Kenapa tuan Charles khawatir sama Tiffany? Apa jangan-jangan dia punya rasa sama Tiffany"batin Della.
"Semoga saja iya"ucap Della.
🌷🌷🌷
Selamat membaca ya readersku
jangan lupa beri jempol nya banyak banyak ya
Dan jangan lupa dibaca dan beri like serta kasih komentar kalian
Maaf ya karna selalu telat Up nya
__ADS_1