Takdirku, Hidup Bersama Mu

Takdirku, Hidup Bersama Mu
Tiga Puluh Delapan


__ADS_3

"Ya tuhan, apa salah jika aku berbicara seperti dengan istri sendiri" ucap Austin dalam hatinya.


Setelah dua puluh menit lamanya, Fany pun mengambil kompresan itu.


Setelah itu Fany mengambil obat pereda nyeri pada kotak P3k.


"Minum obat ini, setidaknya ini bisa mengurangi rasa sakit pada luka di punggung mu" ucap Fany.


Austin pun mengambil obat itu dan meminumnya.


Saat itu juga handphone Fany berbunyi.


"Kakak Alex" ucap Fany saat melihat sudah mengambil dan melihat handphonenya.


"Fany, kau di mana?? Kakak sudah dibandara sekarang, jadi kau cepatlah lah kesini" ucap Alex dari telpon saat Fany sudah mengangkat panggilan itu.


"Kak Alex sudah ada dibandara?" tanya Fany.


Fang lupa ternyata hari ini adalah keberangkatan mereka untuk meninggalkan kota itu setelah dia sudah bercerai dengan Austin.


Austin yang mendengar nama Alex langsung mengambil handphone itu dari tangan Fany.


Dia tahu kalau setelah dirinya menceraikan Fany, mereka akan pergi dari kota ini.


Itu karna tadi Fany mengatakan kalau Alex sedang ada dibandara.


"Fany tidak jadi pergi Alex" ucap Austin setelah dia mengambil handphone istrinya.


"Austin....Dimana Fany? Kembali kan handphonenya pada Fany, biarkan aku bicara dengan nya" ucap Alex yang terkejut mendengar suara Austin.


"Dia ada disamping ku Alex" ucap Austin.


"Kenapa dia tidak bisa pergi Austin? Apa kau belum puas menyakiti nya? Demi Fany aku harus rela melupakan dendam ku padamu.Jika kau menyakiti nya, aku tidak akan segan segan lagi untuk membunuhmu Austin"ucap Alex.


"Itu karna aku tidak jadi menceraikanya Alex. Dan satu hal yang perlu kau ingat sekarang aku sangat mencintai Fany dan aku tidak akan menyakitinya lagi" ucap Austin.


"Apa kau bisa di percaya Austin" ucap Alex.


"Percayalah padaku. Sudah lah sekarang kau pergilah sendiri dan jangan mengajak istriku. Jika aku ada waktu, maka Aku dan Fany akan mengunjungi mu. Dan juga aku titip salam sama Ayah mertua, katakan padanya kalau menantunya ini sangat merindukan nya" ucap Austin lalu dia mengakhiri panggilan itu secara sepihak.


"Dasar Ipar brengsek" umpat Alex saat Austin tiba tiba mengakhiri panggilan itu.


"Aku akan mempercayai mu Austin. Tapi jika suatu saat kau menyakiti adikku, maka aku tidak akan segan segan untuk membunuh mu Austin" ucap Alex.


Alex pun terpaksa harus pergi sendiri dari kota itu, tapi itu tidak masalah baginya dan tidak akan menyesalinya jika adik nya itu memang sudah bahagia bersama pria itu.


"Kenapa kau berbicara seperti itu pada kak Alex?" ucap Fany.


"Karena kau memang tidak akan pergi kemana mana" ucap Austin.


"Jangan pergi dan tetap lah bersama ku"ucap Austin lagi.


"Bagaimana jika sekarang aku akan pergi?"ucap Fany.


"Maka aku akan mengurungmu Fany" ucap Austin.


"Jika pun kau berhasil kabur dan pergi, maka aku akan mencarimu. Bahkan jika kau pergi ke tempat terpencil pun, aku akan tetap menemukanmu"ucap Austin.


Fany merasa senang mendengar perkataan Austin, Kemudian dia berkata" Apa kau memang benar benar mencintaiku?"


"Tidak" ucap Austin.


"Oh begitu " ucap Fany sambil menundukkan kepala nya.


Austin yang melihat itu langsung memegang dagu Fany" Lihat aku"


Fany pun menatap kearah Austin" Aku sangat mencintai mu. Jadi untuk apa aku menahan mu disini dan tidak jadi menceraikan mu agar kau tidak pergi? Itu karna aku sudah mencintai mu, untuk itulah aku harap padamu untuk jangan meninggalkan ku" Austin pun mencium bibir Fany lagi, setelah itu dia memeluk Fany.


"Terima kasih karna sudah selalu sabar dengan perubahan sikap ku selama ini" ucap Austin dan Fany pun mengangguk kepala nya.


Fany pun mengajak Austin untuk sarapan pagi, sebelum dia berangkat kekantor.


Karna menurut Fany sarapan itu merupakan yang paling penting dalam keseharian untuk memulai aktivitas.


 

__ADS_1


Kali ini Fany hanya membuat olahan siap saji yaitu dengan Roti tawar yang dipanggang dengan memberikan tambahan pelengkap seperti selai.


Fany berpikir jika ini lebih praktis karena dia harus berburu waktu dan dia tidak mau jika Austin akan terlambat ke kantor.


Oleh karna itulah roti menjadi pilihan Fany hari ini karena mudah dibuat dan dikonsumsi. 


Setelah sarapan Fany pun menemani Austin menuju gerbang mansionnya itu.


Saat sudah sampai di gerbang, ternyata mobil Roy juga baru tiba.


Entah kenapa Fany tiba tiba mencium pipi Austin, disaat Austin mau masuk kedalam mobil.


Austin merasa terkejut, tubuhnya terasa lemah dan ingin rasanya saat itu tubuh nya mau jatuh ketanah. Beruntung dia tidak jatuh karna saat itu Austin sedang memegang pintu mobil itu.


"Masuk lah" ucap Fany dengan wajah yang sedikit merah.


"Apa kau ada kegiatan siang ini?" tanya Austin tiba tiba.


"Mungkin nanti aku akan pergi ke mall untuk berbelanja perlengkapan bayi" ucap Fany.


"Baiklah, nanti kita akan pergi bersama " ucap Austin.


"Bersama? Kau kan masih kerja" ucap Fany.


"Aku kan bosnya, jadi nanti kita akan pergi bersama"ucap Austin.


"Baiklah"ucap Fany.


"Kau jadi berangkat kantor atau enggak sih"ucap Roy yang merasa kesal.


"Kalau kalian ingin memadu kasih jangan disini, mataku jadi ternodai karna kalian"ucap Roy lagi.


"Kau tidak bisa diam, ganggu orang aja" Ucap Austin.


Austin merasa kesal karna Roy menganggu suasana romantis mereka.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya" ucap Austin.


"Hmm, hati hati ya"ucap Fany.


Austin pun masuk kedalam mobil dan Roy langsung melajukan mobil itu dan meninggal Fany.


"Cih, akhirnya kau jatuh hati juga dengannya"ucap Roy.


Austin tidak merespon perkataan Roy dia hanya fokus menatap Fany pada kaca spion itu, sampai akhirnya tidak ada lagi karna mobil itu sudah pergi menjauh.


Saat dikantor tiba tiba Ronald masuk tergesa-gesa kedalam ruangan Austin.


"Kakak tahu, ternyata Ibu kembali baik pada mu karna melihat berita ini" ucap Ronald yang masuk hanya untuk mengatakan itu.


Austin pun membaca berita yang ada pada handphone Ronald.


Dia juga melihat foto dirinya dan Fany yang tengah berciuman dan itu membuatnya merasa sangat senang.


"Aku merasa berterima kasih kepada orang yang sudah membuat berita ini" ucap Austin yang terlihat merasa senang.


"Terima kasih karna sudah memberitahukan hal ini Ronald" ucap Austin sambil tersenyum.


Ronald pun pun tersenyum untuk membalas senyuman kakaknya.


Austin pun menyuruh Ronald melanjutkan


pekerjaan nya, dan Ronald pun pergi dari ruangan itu.


"Aku jadi ingat dengan berita yang dibuat oleh Theresia" ucap Roy tiba tiba.


"Aku jadi penasaran seperti apa reaksi Bibi saat membaca berita mengenai Anaknya yang mengajak kekasihnya tinggal bersama dengan istrinya" ucap Roy lagi.


Austin pun yang mendengar itu langsung menyuruh Roy untuk keluar dengan melempar barang yang ada di meja kerja nya.


Roy pun langsung menghindar dan pergi dari tempat itu, Dia sengaja berkata seperti itu agar Austin merasa kesal.


"Sial, bisa bisa dia berbicara seperti itu. Gara gara dia, aku jadi ingat saat Ibu marah dan memukul ku dengan rotan semalam" ucap Austin.


Austin tahu kalau Ibunya pasti sudah membaca berita itu dan itulah yang membuat dia marah besar.

__ADS_1


Disiang hari sesuai dengan perkataannya, Austin menyuruh Roy untuk mengantarkan nya ke mansionnya.


"Aku pergi dulu ya" ucap Roy saat sudah tiba di mansion itu.


"Hmm, iya"ucap Austin.


Roy pun melajukan mobilnya sedangkan Austin masuk kedalam mansion nya.


Saat sudah masuk kedalam, dia melihat Fany yang sedang menuruni tangga.


Terlihat Fany yang ternyata sudah bersiap siap untuk pergi.


"Kau sudah siap ya, kalau begitu ayo kita pergi"ucap Austin.


"Kau tidak bersiap dulu, maksudku apa kau tidak mandi dan berganti pakaian dulu" tanya Fany.


"Meskipun begini, suamimu ini tetap terlihat tampan Fany" ucap Austin dengan percaya diri.


"Baik lah"ucap Fany.


Mereka pun keluar dari mansionnya menuju garasi mobil yang sudah terparkir beberapa mobil elit miliknya.


Austin pun memilih Porsche Boxster berwarna putih.


Mereka pun langsung masuk kedalam mobil itu dan Austin pun melajukan mobil itu.


Kini Austin dan Fany sudah sampai ke tempat perbelanjaan yang terbesar dikota itu.


Mereka pun mengunjungi toko perlengkapan bayi.


Kali ini mereka akan berbelanja perlengkapan bayi laki laki, karna mereka sudah mengetahui jenis kelamin bayi mereka yang akan lahir nanti.


Ketika berbelanja sempat ada perdebatan diantara mereka, itu terjadi karna ada bedanya pilihan antara Austin dan Fany.


Mulai dari model tempat tidur bayi mereka sampai tempat botol susu pun mereka masih berdebat karna beda selara dan pilihan.


("Hadeh padahal yang akan memakai nya adalah sibayi mereka tapi kok mereka yang berdebat sih") celoteh Author.


Sampai pegawai toko itu pun hanya mengelengkan kepala melihat pasangan ini.


Setelah selesai berbelanja, Austin pun mengajak Fany ketoko pakaian.


Austin pun membeli pakaian couple untuk dirinya dan Fany.


Fany pun heran dan berkata: Aku pikir kalau laki laki pada umumnya tidak suka dan malu memakai baju couple dengan pasangan nya"


"Tidak semua laki laki Fany, lagian aku tidak malu kok pakai baju seperti ini. Dan sekarang kau bisa memilih baju yang mana yang kau sukai" ucap Austin.


"Benarkah??" ucap Fany.


"Iya" ucap Austin.


"Aku pegang kata katamu ya"ucap Fany.


"Iya" ucap Austin dengan suara yang terlihat serius.


Fany pun memilih baju couple yang berwarna pink dan ada corak bunga nya.


Terlihat Austin yang menatap nanar kearah baju itu.


"Sial apa aku salah bicara" gerutu Austin.


#Jangan lupa baca novel ku yang berjudul


"Always Love You My Husband"


Di jamin pasti buat air mata kalian jatuh berderai


Jangan lupa beri Like dan vote untuk mendukung karya ku ya😊😊😊


Selamat membaca ya teman teman


Ingat....


Jangan lupa like dan beri komentar kalian

__ADS_1


Agar aku dapat lebih semangat lagi menulis nya😊😊


Saranghae semuanya


__ADS_2