Takdirku, Hidup Bersama Mu

Takdirku, Hidup Bersama Mu
Sebelas


__ADS_3

Dipagi hari sesuai dengan ucapan Roy, dia pun menjemput Austin untuk mengantarkannya ke rumah Ibunya.


"Huft!"Austin yang menghela nafasnya setelah sudah sampai di kediamannya keluarga Nero.


"Aku tidak tau apa yang terjadi setelah kakiku melangkah ke dalam rumah itu!"ucap Austin sambil berkacak pinggang dan matanya sekali-kali melirik ke arah mansion itu .


"Tenang lah, lebih baik kau banyak-banyak saja berdoa!" ucap Roy.


"Aku masuk dulu ya! Kau pergi duluanlah ke kantor, nanti aku bisa pakai mobil Ibuku saja pergi ke kantor!"ucap Austin sambil mengerakkan tangannya sebagai kode agar Roy bisa segera pergi.


"Iya! Lagian siapa juga yang mau menunggumu! Jangan terlalu percaya diri kali!" ejek Roy.


"Ck... **** you!"umpat Austin.


"What the hell" ucap Roy dan langsung melajukan mobil nya.


"Untung saja kau teman ku, kalau tidak dah mati kau di tanganku" ucap Austin dan melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah tempat dia di besarkan.


"Ibu, dimana dirimu?"ucap Austin yang berada di dalam rumah besar keluarga Nero.


"Aduh...ampun Ibu, kenapa Ibu malah menjewer ku??" ucap Austin yang terkejut karna Ibunya tiba tiba menjewernya dari belakang.


"Dasar anak nakal! Kenapa kau tidak menceritakannya pada Ibu?" ucap Delila setelah melepaskan jeweran di telinganya Austin.


"Menceritakan tentang apa Ibu?" ucap Austin yang sedikit kebingungan sambil memegang telinga yang sudah merah.


"Siapa dia?? Dan kenapa kau tidak memberitahu Ibu mengenai dirinya?" ucap Delila sambil melemparkan foto Tiffany di meja ruang keluarga.


"Tiffany!! Bagaimana Ibu bisa mengetahui tentang dia?? Apa Tiffany datang menemui Ibuku?? Tidak... Tidak... Dia sudah berjanji untuk tidak membahas itu lagi dan melupakan kejadian itu" batin Austin.


"Kamu kok malah diam!" ucap Delila.


"Dia Tiffany Ibu!" jawab Austin.


"Kami pernah bertemu di sebuah hotel sebulan yang lalu tapi sekarang aku tidak tahu dia tinggal di mana sekarang"lanjut Austin.


"Dan kalian pernah tidur bersama, kan?" tanya Delila.


"Ibu tau dari mana?"ucap Austin yang terkejut mendengar perkataan Ibunya.


"Ibu bertemu dengannya semalam karna mobil Ibu menabraknya, jadi Ibu langsung membawanya ke rumah sakit" ucap Delila.


"Ibu tau dari mana kalau aku pernah tidur dengannya??"tanya Austin yang sedikit menuntut jawaban dari Ibunya.


"Tiffany yang menceritakan nya padaku, dia tidak tau kalau aku adalah Ibu mu!" ucap Delila.


"Apa!! Jadi dia sudah memberitaukan hal itu pada Ibu? Apa dia ingin memerasku dengan memanfaatkan Ibuku"batin Austin.

__ADS_1


"Kau mau kemana??"ucap Delila yang melihat putra ingin pergi.


"Aku mau mencarinya, aku tidak ingin kalau dia akan membeberkan kejadian itu kepada publik! " ucap Austin yang berteriak karna marah setelah mengetahui bahwa Fany melanggar janji nya.


"Dia tidak akan menceritakannya pada orang lain Austin, lagian Ibu yang memaksa dia untuk menceritakan semuanya karna setelah Ibu tau kalau kau juga masuk dalam lingkaran masalah ini"ucap Delila.


"Dan Ibu bersyukur karna dia tidak tau dengan identitas Ibu" ucap Delila lagi.


"Apa!!"ucap Austin.


"Sekarang kau memang harus menemuinya karna saat ini dia tengah mengandung anakmu" ucap Delila.


"Apa!! Dia sedang hamil?? " tanya Austin sekali lagi.


"Iya, sekarang usia kandungnya sudah berjalan 3 minggu"ucap Delila.


"Tidak mungkin!" batin Austin yang tidak percaya.


"Pokoknya Ibu tidak mau tahu, kau harus membawa Fany ke sini!" ucap Delila.


Austin hanya diam tak menjawab perkataan Ibunya, dia malah melangkah kakinya keluar dari rumah itu.


"Kau dengar tidak apa yang Ibu katakan?"ucap Delila yang sedikit berteriak.


Austin pun berjalan menuju ke mobilnya yang dua pakai saat zaman dia kuliah dulu.


"Ddrrrt... ddrrrt..."( handphone Austin berdering)


" Iya ada apa Roy ?"tanya Austin saat sudah mengangkat panggilan itu.


"Kau tidak usah perlu repot-repot datang ke kantor Austin! Kau langsung menuju ke perusahaannya saja karna mitra bisnismu tidak bisa datang ke kantor kita, jadi dia ingin kau sendiri yang langsung datang ke perusahaannya saja"ucap Roy.


"Baiklah!" ucap Austin dan langsung mematikan panggilan.


Austin pun langsung melajukan mobil nya.


 


"Jack siapa nama gadis yang pernah menyanyi waktu acara penyambutanku saat itu?"tanya Charles pada asisten pribadi nya.


" Oh, itu nama nya Tiffany Lee" ucap Jack.


"Tolong panggil dia untuk segera datang ke ruanganku!" ucap Charles.


"Baik tuan!"ucap Jack sambil menunduk kepalanya dan pergi meninggalkan tempat itu


Jack pun langsung pergi menuju tempat Tiffany bekerja.

__ADS_1


"Nona Tiffany lee!" panggil Jack.


"Ya, saya sendiri! "ucap Tiffany sambil menunjukkan tangannya.


"Tuan Charles menyuruhmu untuk segera datang ke ruangannya!"pinta Jack.


"Saya!! Ngapain ya??" tanya Tiffany yang kebingungan.


"Saya tidak tau nona Lee!" ucap Jack seadanya.


"Baiklah Jack!" ucap Fany dan kemudian melangkah kakinya mengikuti Jack.


"Masuklah!" ucap Jack and dan Fany hanya mengangguk kepala dan masuk ke dalam ruangan.


"Permisi pak Charles!" ucap Tiffany.


"Ya, silakan duduk!" ucap Charles.


"Ada apa ya pak memanggil saya ke sini?"ucap Tiffany.


"Saya menyuruh anda ke sini karena ingin merekomendasi anda untuk menjadi sekretaris saya!"ucap Charles.


"Apa!! "ucap Tiffany yang terkejut.


Selamat Membaca


Hai readersku jangan lupa beri jempol nya banyak banyak ya


Dan jangan lupa komen juga untuk memberiku saran dan ide kalian


mulai besok saya akan pastikan untuk up setiap hari tapi cuma 1 chapter saja


Tidak papa kan???


saya sudah berusaha untuk mengatur waktu untuk nulis dan untuk kuliah saya


Maaf ya karna telat up


Jangan lupa beri vote kalian juga ya


Salam manis dari Author


Insani Syahputri


Saranghae semuanya


 

__ADS_1


__ADS_2