
"Sepertinya aku tidak mau untuk jatuh cinta dulu. Aku masih belum siap menjadi orang sepertimu yang sudah menjadi budak cintanya Fany"ucap Roy yang setelah itu memilih untuk langsung keluar dari ruangan itu.
Kemudian di susul oleh Ronald yang juga langsung berlari keluar dari ruangan itu karena dia juga tidak ingin menjadi bahan pelampiasan dari kemarahan dan kekesalan kakaknya saat ini.
Pada siang Roy datang keruangannya Austin. Dia memberitahu agenda rapat lagi yang akan dilakukan oleh Austin dengan Charles.
"Apa! Rapat lagi??"ucap Austin.
"Iya"ucap Roy dengan santainya.
"Apa harus hari ini juga?"tanya Austin.
"Iya mau gimana lagi"jawab Roy.
"Baiklah"ucap Austin dengan pasrah.
Lalu Austin menatap jam tangannya dan berkata" Sebentar lagi istriku akan datang ke sini untuk membawakan makan siangku"
Roy hanya bingung dan menatap heran ke arah Austin dan dia berkata" Jadi apa urusannya denganku?? Apa kau ingin pamer kepadaku?"
"Kau harus menyediakan baju untuk rapat nanti dan setelah itu aku akan meminta izin pada Fany untuk mengganti pakaian sial ini"ucap Austin.
"Baiklah"ucap Roy lalu dia keluar dari ruangan itu.
🌷🌷🌷🌷
Akhirnya Fany datang juga ke perusahaan itu.
Semua karyawan Austin yang ada di situ pun menatap kearah Fany karena mereka semua sudah mengetahui banhwa Fany adalah istri Ceo mereka.
Saat tengah di tatapi, Fany pun menundukkan kepalanya dan memberi senyuman ke arah mereka semua.
Fany pun berjalan menuju Repsesionis .
"Apa Austin ada di ruangannya?"tanya Fany dengan sopan.
"Tuan Austin sudah menunggu anda Nyonya. Kalau begitu mari saya antarkan ke ruangannya"ucap Repsesionis yang tak kalah sopannya menjawab pertanyaan Fany.
Repsesionis itu pun mengantar Fany menuju ruangannya Austin.
"Tuan Austin sangat beruntung punya istri sepertinya yang sudah cantik, baik hati lagi"ucap salah seorang resepsionis lainnya.
"Iya. Kau benar"sahut temannya yang lain..
Mereka pun kini sudah sampai di ruangannya
Repsesionis itu mengetuk pintu dan mengatakan bahwa istrinya sudah datang.
"Kakak ipar"sapa Ronald yang juga tiba di depan pintu ruangannya Austin bersamaan dengan Roy yang membawa kemeja biru dan jas berwarna hitam.
"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Resepsionis itu.
"Terima kasih karena sudah mengantarkan saya"ucap Fany.
"Itu sudah menjadi kewajiban saya nyonya"ucap Repsesionis itu dan kemudian pergi dari tempat itu
"Kakak ipar ngapain ke sini??"tanya Ronald.
"Saya membawakan makan siang untuk kakakmu"ucap Fany.
"Apa cuma dia saja?"protes Roy.
"Makanya cari istri biar ada yang mengantarkan makan siang kalian. Jangan asik menjomblo saja!"ucap Austin yang tiba-tiba membuka pintu ruangan.
"Ish sialan kau"ucap Roy yang kesal dengan perkataan Austin.
"Kalian tenang saja. Aku bawa banyak makanannya kok. Tadi saat sedang masak, tiba-tiba aku memikirkan kalian juga"ucap Fany.
"Jadi tadi kau sedang memikirkan mereka"tutur Austin yang sedikit cemburu.
“Ayo masuk”ajak Fany kepada Roy dan Ronald.
Fany tidak memperdulikan perkataan Austin. Dia malah masuk ke dalam ruangan kemudian di susul oleh Roy dan Ronald.
__ADS_1
Kesal dan cemburu. Mungkin itu yang di rasakan oleh Austin saat ini. Austin pun terpaksa membiarkan 2 makhluk tengil itu masuk ke dalam ruangannya. Sebenarnya tadi dia sudah membayangkan makan romantis mereka akan terjadi pada ruangan itu.
Tapi angan-angan itu harus hancur karena kehadiran Roy dan adiknya itu.
Austin terlihat makan dengan penuh rasa kesal yang membuncak didalam dadanya sedangkan Roy makan dengan begitu santai tanpa merasa bersalah sedikipun.
Fany membawa banyak makanan untuk makan siang Austin dan Roy serta Ronald.
Kali ini Fany memasak makanan khas negaranya seperti La ji zi yaitu makanan ayam pedas kering, ada lagi Hainan Jifan atau yang di kenal dengan nasi hainan yang memang menjadi makanan tradisional china, tak lupa juga dengan makanan Mapo doufu, wonton, dan Dim Sum.
"Ini sangat enak"ucap Roy yang tengah memakan Mapo doufu itu.
"Ya jelaslah. Ini masakan istriku"ucap Austin dengan bangga.
Roy tidak memperdulikan itu. Dia hanya fokus memakan makanannya.
Saat dia sudah menghabiskan makanannya. Tiba-tiba handphone Roy berbunyi dan dia mendapat pesan bahwa Charles sedang menuju ke kantor Austin.
"Austin. Apa kau sudah selesai makan??"tanya Roy.
"Kenapa??"tanya Austin kembali.
"Charles sudah mau menuju kesini. Mengkin 15 menit lagi dia akan sampai”ucap Roy.
"Sayang. Apa aku boleh mengganti pakaianku ini?"tanya Austin yang berbicara sok manis dan membuat Roy ingin memuntahkan kembali makanan yang baru di makannya.
"Baiklah. Kau boleh menggantinya"jawab Fany yang merasa kasihan dengan Austin.
"Makasih sayang"ucap Austin sambil mencium sekilas bibir Fany.
"Apa bisa kalian tidak melakukannya di hadapan kami?"ucap Ronald yang masih makan.
"Cepatlah Austin. Jangan berlama-lama lagi"perintah Roy.
"Kau pergilah. Aku akan menunggumu di sini"ucap Fany.
“Baiklah. Aku tidak akan lama kok”ujar Austin.
"Kenapa kau lama sekali makannya?"tanya Fany dengan lembut.
"Aku terlalu menikmati makanan masakan kakak ipar. Ini enak sekali!"puji Ronald sambil tersenyum.
"Ini pertama kalinya aku melihat kak Austin takut kehilangan seseorang"ucap Ronald secara tiba-tiba.
"Aku tahu itu Ronald" ucap Fany.
"Terima kasih karena sudah membuat kakakku berubah menjadi seperti ini Kak. Terima kasih sudah mencintainya dengan tulus"ucap Ronald lagi.
"Kau tidak perlu berkata seperti itu lagi. Sekarang cepat habiskan makananmu dan kita akan ke bawah untuk melihat kakakmu"ucap Fany.
“Kan kak Austin lagi rapat”ucap Ronald.
“Aku tahu. Tapi aku ingin menunggu di luar ruangan rapatnya saja”ujar Fany.
"Baikkah Kak"ucap Ronald dan kembali memakan makanannya
Setelah Ronald selesai makan, Fany pun langsung membereskan sisa bekal makan itu.
Setelah selesai, Fany dan Ronald pun pergi menyusul ke tempat Austin yang tengah melakukan rapat bersama dengan Charles.
Beberapa menit menunggu, akhirnya pintu runagan rapat itu pun terbuka.
Fany terlihat terkejut melihat sosok yang di lihat.
Ternyata Della dan Jhon juga datang. Fany tahu kalau sekarang Della adalah sekretaris baru Charles setelah Alex mengundurkan diri.
Saat Austin juga sudah keluar dari tempat itu, Fany langsung mendekati Austin kerena dia terlihat tampan dengan memakai kemeja yang mana beberapa kancing sengaja di lepas Austin.
Ternyata alasan Fany mendekati Austin adalah ingin mengancing kembali kancing kemeja yang terbuka itu.
"Apa kau sengaja memamerkan dada bidangmu Tuan. Kau tahu aku tidak suka kalau kau membagi pemandangan ini pada orang lain"ucap Fany yang kini memeluk tubuh Austin.
"Apakah saat ini kau sedang cemburu?"tanya Austin.
__ADS_1
Fany tidak menjawab. Justru dia memeluk Austin lebih erat lagi.
Ronald yang melihat itu langsung mengabadikan momen itu dengan handphone canggihnya.
Setelah itu dia langsung mengirimkan foto itu kepada Ibunya.
"Ibu pasti akan senang melihat ini"ucap Ronald.
Tiba-tiba Della datang dan mendekati Ronald.
Dia sangat terpesona melihat wajah imutnya Ronald.
"Kau?? Ngapain kau ada disini?"ucap Ronald.
"Hmm. Sekarang aku adalah sekrestarisnya tuan Charles. Jadi wajar saja aku ada di sini"ucap Della.
Della pun menyerahkan kartu namanya dan berkata" Lihat ini kalau kau tidak percaya. Oh ya kalau kau butuh teman kau bisa menghubungiku. Nomorku tertera sangat jelas kok di situ”
"Kau terlihat kurang pergaulan. Ups aku bercanda kok” ucap Della yang meremehkan Ronald.
“Nih orang mulutnya perlu di kasih cabe rawit sekilo”batin Ronald yang merasa tidak suka dengan perkataan Della tadi.
"Baiklah aku akan menghubungimu jika aku ada waktu"ucap Ronald yang langsung mengambil kartu nama Della.
Rapat memang sudah selesai, tapi Austin meminta maaf pada Fany karena tidak bisa pulang bersamanya. Itu di karenakan masih ada pekerjaannya yang belum selesai dia kerjakan.
"Maaf ya sayang"ucap Austin.
"Tidak apa-apa kok. Aku bisa pulang sendiri"ucap Fany.
"Diakhir pekan ini aku janji akan membawamu jalan-jalan"ucap Austin sambil mencium puncak kepala Fany.
Lalu tiba-tiba Charles datang mendekati Fany dan Austin.
Dia pun menawarkan tumpangan untuk pulang sama dengan Fany karena kebetulan dia juga akan pulang dan rumah mereka pun satu kompleks.
"Tidak perlu"ucap Austin yang di landa cemburu.
"Jadi apa salah kalau aku mengantar tetanggaku untuk pulang? Ayolah jangan cemburu. Aku cuma mengantarnya saja"ucap Charles.
"Dia istriku dan kau tidak berhak untuk mengantarnya pulang"cibir Austin.
"Tidak apa Austin. Lagian Della juga akan ada bersamaku di dalam mobilnya"ucap Fany.
"Benarkah??"tanya Austin.
"Iya tuan Austin. Aku juga akan ada di mobil itu"ucap Della yang membenarkan perkataan Fany.
"Baiklah. Tolong kau awasi dia agar dia tak mendekati istriku"ucap Austin yang merasa sedikit tenang setidaknya Fany tidak berduaan dengan Charles di dalam mobil itu dan dia pun tak kuasa menolak permintaan istrinya.
"Baik tuan"ucap Della.
Fany pun pulang bersama dengan Charles dan Della, sedangkan Austin pun kembali menuju ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang masih belum selesai.
🌷🌷🌷
#Jangan lupa baca novel ku yang berjudul
"Always Love You My Husband"
Di jamin pasti buat air mata kalian jatuh berderai
Jangan lupa beri Like dan vote untuk mendukung karya ku ya😊😊😊
Selamat membaca ya teman teman
Ingat....
Jangan lupa like dan beri komentar kalian
Agar aku dapat lebih semangat lagi menulis nya😊😊
Saranghae semuanya
__ADS_1