Takdirku, Hidup Bersama Mu

Takdirku, Hidup Bersama Mu
Tujuh


__ADS_3

Kini Fany sudah sampai di kontrakan yang terlihat sederhana. Lalu Fany membayar uang ongkos pada sopir taksi itu dan pergi ke dalam rumah kecilnya itu.


Tiffany lalu masuk dan langsung menuju ke kamar dan menghempaskan tubuhnya ke atas kasur.


“Nasibku sangat sial sekali, kacau!”ucap Tiffany sambil menatap langit-langit kamarnya.


Dddrrrt...Dddrrrtt...(Suara Handphone Tiffany berbunyi).


“Halo...” ucap Tiffany yang sudah mengangkat panggilan itu.


“Buka pintu rumahmu. Aku sudah ada di depan rumahmu”ucap Della dari sana yang kedengarannya seperti marah.


Fany sontak langsung keluar dari kamar. Fany heran kenapa Della bisa ada di rumahnya? Bukankah seharusnya Della ada dikantor hari ini? Entahlah. Fany tidak mau pusing memikirkan hal itu. Yang terpenting adalah dia harus segera membukakan pintu rumahnya sebelum Della benaran ngambek dengannya.


“Della. Maaf ya karena kelamaan bukain pintunya”ucap Fany sambil menarik Della masuk ke dalam rumahnya dan segera menutupi pintu itu.


“Kenapa kau ada disini? Apa hari ini kau tidak pergi ke kantor?”tanya Fany sambil mengikuti langkah Della yang berjalan kamar Fany.


“Bagaimana denganmu Fany? Kenapa kau tidak pergi ke kantor? Karena dirimu, aku jadi ikut-ikutan tidak datang ke kantor”ucap Della sambil membaringkan badannya di kasur milik Fany.


“Maafkan aku. Tiba-tiba aku merasa tidak enak badan, jadi aku memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor”bual Fany.


“Sekali lagi maafkan aku ya Della. Karena aku sudah berbohong padamu, itu karena aku tidak ingin menceritakan hal yang sudah terjadi padaku pada semua orang termasuk dirimu”batin Fany.


“Baiklah. Kali ini aku akan memaafkanmu tapi dengan satu syarat. Besok kau harus mentraktirku makan siang di kantor. Bagaimana?” ucap Della.


“Hufft. Baiklah. Kau memang selalu punya kesempatan untuk memerasku Della”ucap Tiffany sambil merapikan buku-buku yang terlihat berantakan di meja yang ada di dalam kamarnya itu.


“Hehehe...Kan cuma kali ini saja aku meminta traktiran darimu”ucap Della sambil cengengesan.


“Baiklah. Baiklah. Kau memang selalu begitu dan itu tidak bisa ku pungkiri lagi”ucap Tiffany yang kini ikut berbaring di sampingnya Della.


“Ya sudah. Kau istirahatlah. Kau pasti sakit karena terlalu lelah karena bekerja terus”ucap Della sambil mengusap bahu Fany.


“Ihs. Kau baik sekali. Aku jadi terharu”ucap Fany yang sambil tertawa kecil.


“Aku cuma ingin besok pagi kau sudah merasa baikan sehingga kau bisa bekerja lagi. Lagipula aku juga tidak ingin kau di marahi oleh bos jika kau tidak bekerja ke kantor tanpa ada kabar"ucap Della.


"Baiklah Della. Aku akan tidur kok. Kau sangat baik sekali padaku” ucap Fany sambil memejamkan matanya.


“Jadi aku harus baik kepada siapa lagi.


Hmm...”ucap Della sambil mengelus pucuk kepala Fany.


Fany yang memang tampak lelah sekali pun langsung tertidur .


Dipagi hari terlihat Fany sudah ada di kantor tempat dia bekerja. Kini dia sudah berada di depan komputernya untuk melakukan pekerjaannya.


Saat akan sedang serius mengetik, Tiffany tiba tiba di kejutkan dengan suara yang sangat dia kenal. Siapa lagi kalau bukan Della.


Tiffany kalau di setiap bekerja di kantor memang selalu mendapatkan serangan jantung dari Della sahabatnya itu. Kejutan Della yang selalu datang tiba tiba tanpa ada suara membuat jantung Della mau copot tak karuan.


Della yang melihat Tiffany yang masih serius dengan pekerjaan hanya bisa cemberut.


"Fany. Kau kok terlalu serius sekali sampai-sampai kau mengabaikanku" ucap Della yang memasang wajah cemberut.


"....."(Fany hanya fokus pada layar komputernya)


"Ih. Kau bisa tidak pending dulu pekerjaanya. Lagian ini sudah jam sudah istirahat tapi kau masih sibuk bekerja. Ayo kita makan dulu. Kau kan sudah janji mau traktir aku"ucap Della yang bersungut-sungut.


" Iya. Ini dah siap kok"ucap Fany yang sedang mematikan komputer itu.


Della pun tersenyum dan meraih tangan Fany dan membawa Fany menuju ke kantin yang ada di perusahaan tempat mereka bekerja.


Mereka pun memesan makanan dan sesuai dengan janji Fany, yang mana nanti fany yang akan membayar semua makanannya yang dipesan oleh Della.


Saat mereka sedang makan, semua karyawan yang sedang makan dikantin itu sedang bercerita mengenai Ceo yang ada di perusahaan itu akan diganti dengan Ceo yang baru.


"Kau tau tidak? Kalau bos kita sudah menjual perusahaan ini pada seseorang"ucap Della yang juga mendengar karyawan itu yang sedang menceritakan berita hangat yang ada di perusahaan tempat mereka bekerja.


"Tidak tau Della. Memang kenapa bos kita sampai menjual perusahaan ini pada orang lain?"ucap Fany yang memang tidak tau berita mengenai itu.


"Aku tidak tau apa penyebabnya, tapi yang jelas perusahaan ini sudah di beli dan secara otomatis kita juga akan mempunyai bos yang baru lagi"ucap Della sambil menguyah makanan.


"Kamu kalau makan ya makan dulu, jangan sambil berbicara"ucap Fany yang kesal karna tak Della berbicara dengan jelas.


"Baiklah"ucap Della.


Mereka pun memakan makanan mereka.


Beberapa saat kemudian mereka pun sudah selesai makan. Kini Della melanjutkan pembicaraan mereka tadi.


"Oh ya Fany. Nanti malam akan ada acara di sini untuk menyambut kedatangan Ceo baru kita"ucap Della yang memberitahu mengenia kabar kedatangan bos baru mereka.


"Malam ini?"tanya Fany dan Della pun mengangguk kepala.


"Baiklah. Aku akan pergi juga. Kau jemput aku nanti malam ya. Kau tau kan kalau aku tidak punya kendaraan "ucap Fany yang memberikan kode keras pada Della agar mau menjemputnya.


"Kalau itu pastilah. Aku akan menjemputmu kok" ucap Della.


"Makasih sayang. Aku semakin cinta deh sama kamu" ucap Fany sambil memeluk Della dengan erat.


"Fany aku gak bisa bernafas" ucap Della yang sontak membuat Fany melepas pelukannya.


"Dan satu lagi Fany. Aku ini wanita normal. Masa kau cinta samaku? "ucap Della.


"Kan. Aku cuma bilang cinta sebagai seorang sahabat. Kau jangan gila ya. Aku pun juga wanita normal juga, masa iya aku bilang cinta dalam arti lain"ucap Fany bergidik ngeri saat mengira kalau Della pikir kalau dirinya pecinta sesama jenis.


"Untung saja. Mana tau kan kalo kau suka sesama jenis"canda Della.


"Ya enggaklah"ucap Fany sambil memukul lengan Della.

__ADS_1


Mereka pun kembali berjalan ketempat mereka bekerja karna jam istirahat mereka sudah selesai.


~~


Dimalam hari Della pun menjemput Fany. Terlihatlah Fany yang sangat cantik dengan drees sampai diatas lutut berwarna cream dengan rambut yang dibiarkan terurai.


"Kau sangat cantik Fany. Aku jadi iri aja lihatnya"ucap Della yang terlihat sangat memuji kecantikannya Fany.


"Kau juga terlihat cantik juga Della" ucap Fany yang kembali memuji kecantikan Della.


"Tapi lebih cantik dirimu. Aku yakin boss kita akan tercantol hatinya padamu kalau melihat penampilanmu malam ini"ucap Della.


"Ish. Aku jadi ngeri membayanginya kalau bos kita sudah tua"ucap Fany yang memang belum tau mengenai wajah bossnya itu.


"Kau tenang saja. Bos kita katanya gak tua-tua kali kok, paling dia masih muda,tampan,cool dan ah aku gak bisa membayangkan lagi" ucap Della sambil membayangi bos baru mereka.


"Della. Sadarkan diri mu. Ayo kita berangkat, nanti kita bisa telat kalo kamu terus-terusan mengkhayal yang enggak jelas" ucap Fany yang tau kalau teman itu pasti sedang membayangkan bos mereka.


"Baik bos" ucap Della dan langsung melajukan mobilnya.


Mereka pun sudah tiba di perusahaan tempat mereka bekerja.


"Ayo cepat Fany, nanti aku tidak bisa melihat wajah tampannya bos baru kita" ucap Della yang sudah turun dari mobil dan menarik tangan Fany.


"Untung aku tidak pake Highheel. Kalau tidak pasti aku sudah jatuh gara-gara kau terus menarikku dan berjalan cepat"ucap Fany yang kesal dengan tingkahnya Della malam ini yang terlalu agresif.


"Maaf sayang. Aku hanya tidak ingin melewati kesempatan untuk melihat wajah tampan bos kita" ucap Della yang sudah melambatkan laju jalan mereka .


Fany hanya bisa menghela nafasnya. Dia hanya bisa berdoa agar apa yang di bayangkan Della mengenai bos mereka itu benar adanya. Kalau sempat bos mereka itu berwajah jelek apalagi sudah berusia tua, Fany yakin seratus persen, dia pasti akan menjadi korban dari kekesalannya Della.


Semua pekerja yang ada di kantor itu berbaris dan menatap ke arah pintu masuk untuk menunggu kedatangan bos baru mereka.


Saat ini Della merasa kesal karna dia berbaris paling belakang, ternyata semua pekerja wanita sudah datang dari awal dan berebut untuk berbaris paling depan untuk melihat wajah boss baru mereka.


Maklumlah karna selama ini mereka sudah bosan karna melihat wajah bos mereka yang lama yang terlihat sudah tua. Setelah mengetahui kalau bos baru mereka ternyata masih muda, dan itu langsung membuat para wanita yang bekerja disitu merasa sangat senang. Mereka pun mempercantik diri mereka hanya untuk acara penyambutan bos mereka dan mereka rela berebut bahkan bertengkar demi berbaris paling depan untuk menarik hati sang Ceo.


"Yang sabar ya Della"ucap Fany sambil mengusap bahu Della.


"Kalau aku tau kalau mereka datang lebih awal aku pasti tidak akan pulang kerumah. Aku akan mandi di kantor ini dan bersiap siap di sini juga "ucap Della yang terlihat sedang menggerutu.


Tiba tiba Fany menutup telinganya ketika mendengar teriakan para wanita saat Bos mereka sudah berdiri di pintu masuk itu.


Bodyguard yang mendampingi pria itu menyuruh semua yang ada di ruangan itu untuk diam. Setelah mereka diam barulah bos mereka itu mulai berbicara.


"Selamat Malam semuanya" ucap pria itu.


"Dia sangat tampan" ucap orang yang berada dalam kerumunan itu.


"Hmm" pria itu berdeham agar mereka diam dan dia bisa melanjutkan pembicaraannya.


"Mulai hari ini aku adalan Ceo di perusahaan ini karna aku sudah membeli perusaahan ini"ucap pria itu.


Setelah kata penyambutan itu, mereka semua yang ada di gedung kantor itu pun berpesta ria.


Charles terlihat sudah duduk ditempat khusus yang sudah sediakan sebelumnya.


Dan para wanita itu hanya bisa menatap wajah tampan Charles dari kejauhan.


Tidak ketinggalan dengan Della yang merasa senang sekali karna apa yang pikirkannya ternyata lebih baik dari luar ekspetasi nya.


Dan itu pun membuat Fany senang juga, karna jika saja bos mereka itu sudah tua pasti Della akan merasa kesal dan tiu akan membuat Fany menjadi korban dari kekesalannya Della.


"Kini kita sambut Fany...yang mana akan membawa kan satu lagu untuk kita"ucap pembawa acara itu.


Hal itu pun membuat Fany terkejut. Sedangkan Della bukannya menolong malah mendorong Fany ke atas panggung yang sebelumnya sudah di sediakan sebuah piano.


Fany mau tidak mau pun harus terpaksa menyanyi malam ini. Kalau dia turun pasti semua orang orang akan menyorakinya dan Fany paling benci hal itu.


Fany pun langsung duduk di kursi yang ada dekat piano itu dan terlihat jari lentiknya kini sudah siap untuk mengalunkan musik.


Malam ini Fany akan membawa sebuah lagu yang berjudul Fight song yang mana lagu itu akan menjadi penyemangat hidupnya


Disaat jari Fany sudah memainkan piano itu, terlihat Charles menatap ke arah gadis yang sedang ada di panggung itu. Charles menatap Fany dengan lekat sekali.


Sulit di artikan bagaimana cara Charles memandang Fany seperti itu.


*Fany*


Like a small boat


On the ocean


Sending big waves


Into motion


Like how a single word


Can make a heart open


I might only have one match


But I can make an explosion


And all those things I didn't say


Wrecking balls inside my brain


I will scream them loud tonight


Can you hear my voice this time?

__ADS_1


This is my fight song


Take back my life song


Prove I'm alright song


My power's turned on


Starting right now I'll be strong


I'll play my fight song


And I don't really care if nobody else believes


'Cause I've still got a lot of fight left in me


"Wah suaranya sangat merdu sekali!" ucap orang-orang yang ada di tempat itu sambil mendengar musik dan nyanyian Fany.


*Fany*


Losing friends and I'm chasing sleep


Everybody's worried about me


In too deep


Say I'm in too deep (in too deep)


And it's been two years I miss my home


But there's a fire burning in my bones


Still believe


Yeah, I still believe


And all those things I didn't say


Wrecking balls inside my brain


I will scream them loud tonight


Can you hear my voice this time?


This is my fight song


Take back my life song


Prove I'm alright song


My power's turned on


Starting right now I'll be strong


I'll play my fight song


And I don't really care if nobody else believes


'Cause I've still got a lot of fight left in me


A lot of fight left in me


Like a small boat


On the ocean


Sending big waves


Into motion


Like how a single word


Can make a heart open


I might only have one match


But I can make an explosion


This is my fight song


Take back my life song


Prove I'm alright song


My power's turned on


Starting right now I'll be strong \(I'll be strong\)


I'll play my fight song


And I don't really care if nobody else believes


'Cause I've still got a lot of fight left in me


Know I've still got a lot of fight left in me


“Clap...clap...( suara tepuk tangan memenuhi ruangan itu setelah Fany selesai menyanyikan semua penggalan lirik lagu itu).


"Ahhhhhhh... Kau hebat teman!" ucap Della yang berteriak sambil mengacungkan jempolnya ke arah Fany.


Bukan hanya Della yang merasa kagum terhadap Fany. Ternyata Charles sedari tadi memperhatikan juga merasa kagum mendengar suara merdu Fany. Tanpa di sadari olehnya, Charles menyunggingkan senyumannya ke arah Fany.

__ADS_1


__ADS_2