Tangisan Maura

Tangisan Maura
Di pecat


__ADS_3

"Nenek, maura berangkat kerja dulu yaa? Nenek istirahat ya" pintanya lembut pada wanita yang sudah keriput itu


"Naak, ini sudah malam.. Kamu mau kerja kemana lagi? Bukannya tadi siang sudah kerja? " ucap wanita tua yang tertidur lemah di kasurnya


"Maura harus cari uang yang banyak biar nenek bisa beli obat, sekarang nenek tidur ya maura berangkat. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Baru beberapa langkah maura meninggalkan kamar nenek tiba tiba suara melengking itu menghentikan langkahnya


" Mauraaaaaa " teriaknya


" Mm iya bi " tanyaku setelah berputar menghadap bibi Maimunah yang sudah berdecak pinggang


" bagi duit, bibi gak ada duit buat makan besok " pintanya dengan mengadahkan tangan


" tapi bi maura belum gajian "


" siapa peduli kapan kamu gajian? Pokoknya bibi mau sekarang!!! " bentaknya yang membuatku kaget


"Maura bener gak ada duit bi"


"Halaah gak usah bohong kamu"


Bibi langsung menarik tas tote bag yang ku kenakan dan menumpahkan segala isinya yang hanya berisi baju ganti dan Hp jadul tanpa kamera itu

__ADS_1


" bi jangan di berantakin" pintaku namun bibi malah merogoh kocek celanaku secara paksa


"Ini apa haaa? " dengan menunjukkan uang berwarna biru yang hanya satu lembar itu


"Jangan bii,, itu untuk ongkos ojek maura berangkat kerja, tolong kembalikan bi" pintaku memohon


"Enak aja kamu,,,, sana kerja cari duit yang lebih banyak lagi"


Aku tersungkur karena bibi mendorongku kuat


"Dasar anak gak tau terimakasih, kalau bukan karena bibi yang berbaik hati merawatmu mungkin sekarang kamu sudah mati"


Itulah kalimat terakhir yang bibi lontarkan sebelum meninggalkanku pergi


Ya Allah aku harus gimana? Uang untuk ojek di ambil bibi, apa aku harus berlari ke tempat kerja? kalau tidak bisa bisa telat


Pikirku


Aku pun terpaksa berlari ke tempat kerja, biasanya hanya butuh waktu 20 menit jika menggunakana ojek tapi sekarang aku harus berlari dan membutuhkan waktu 50 menit


Ya Allah hamba gak kuat lari lagiii


Sedihku dengan keringat yang sudah bercucuran dimana mana


Nenek,,, iyaaaa demi nenek aku harus kuat

__ADS_1


Semangatku sendiri dan kembali ku berlari


Huuuhh hhuuh huhh


Akhirnya sampai


" M A U R AAA " teriak bu Ajeng yang merupakan manager tempatku bekerja


" eh,, i,, iya bu,, " tanyaku dengan masih mengatur nafas


"Ke ruangan saya" pintanya dan aku hanya mengikuti bu Ajeng dari belakang


" kamuu telat 20 menit,, sekarang apalagi alasannyaa? Mengurus nenek dulu? Suapin nenek dulu? Ban tukang ojek bocor? Apa lagi sekarang? " tanyanya dengan garang dan posisi duduk bersandar pada sandaran kursi kebanggaanya


"Maaf bu" ucapku tertunduk hanya mampu melihat ujung sepatuku yang sudah mulai rusak


"Maaf maaf,, hanya itu yang bisa kamu katakan? Huuft saya sudah tidak bisa mentolerir lagi,, kamuu di PECAT" ucapnya lantang


"Haa? Bu saya mohon jangan pecat saya,,,, saya butuh sekali pekerjaan ini saya mohon bu" mohonku sungguh sungguh namun se akan bu Ajeng tak menghiraukannya


Bu Ajeng langsung memecatku begitu saja tanpa adanya uang pesangon dan lain lainnya, bahkan gaji bulan ini pun tidak ia berikan padahal tiga hari lagi adalah hari gajian


Aku berjalan gontai meninggalkan ruangan kerja bu Ajeng


"Raaa,,,, " panggilnya padaku namun aku tak kuasa menengok ke arah belakang

__ADS_1


__ADS_2