Tangisan Maura

Tangisan Maura
Permintaan maaf


__ADS_3

Tok tok tok


"Siapa yang bertamu malam malam gini sih? Bentar ya ra aku cek dulu" ucapnya dengan mengomel di sepanjang jalan menuju pintu dan aku hanya tertawa melihatnya


Tok tok tok


"Iyaaa iyaaaa bentaaar, gak sabaran banget sih" omelnya seraya membuka pintu


"Siapa? "


"Maaf saya mencari nyonya Maura" ucapnya lembut


"Maura? Kamu siapa? " curiga maya melihat seseorang yang tidak di kenalnya mencariku


"Saya asistennya tuan Marchel"


"Owh,, bentar.. Mauraaa ada yang nyariin nih" teriaknya dari pintu depan dan terdengar ke dapur dimana aku berada


Haduuuh ini maya teriak teriak gak takut di marahin tetangga apa?


Dumelku sendiri


Aku berjalan mendekat ke tempat maya berdiri yaitu di depan pintu, aku kaget begitu menyadari yang mencariku adalah Julius


"Julius? Kenapa? " tanyaku


"Maaf nyonya, tuan meminta saya untuk menjemput nyonya" ucapnya


"Julius tolong katakan padanya bahwa aku malam ini akan menginap di rumah maya" ucapku


"Maaf nyonya, tuan bilang jika nyonya menolak,,,, " ucapan julius menggantung namun aku paham akan hal itu

__ADS_1


Sebelum Julius melanjutkan kalimatnya segera aku memutuskan untuk pulang


"May, maaf ya sepertinya aku harus pulang.. Marchel sudah di rumah soalnya" jelasku


"Yaaaah gak jadi nginep dong" rengeknya


"Maaf yaa, lain kali deh aku nginep" bujukku pada maya dan maya menyetujuinya


Aku segera mengambil tas jinjing yang tadi di letakkan di kamar maya dan bergegas untuk pulang bersama Julius


Tidak ada percakapan sedikitpun, mobil melaju dengan sunyi


"Nyonya maaf, apa nyonya marah kepada tuan? " tanya Julius tiba tiba


Kenapa tiba tiba ini orang nanya gitu?Biasanya juga diem aja


"Enggak" jawabku cuek


Aku hanya diam karena bagiku seorang Marchel minta maaf itu seperti nunggu menemukan duit segepok di jalanan


"Tuan juga sudah memecat ketiga karyawati yang menggangu nyonya" sambungnya lagi


"APAA? "


"Iya nyonya, tuan memecat ketiga karyawati yang menggangu nyonya dan meminta untuk pulang lebih awal padahal harusnya tuan ada jadwal makan malam bersama klien tapi tuan membatalkannya" jelasnya


"Julius" panggilku


"Iya nyonya? " liriknya dari kaca kemudi


"Tumben kamu banyak bicara? Kenapa biasanya diam? " tanyaku

__ADS_1


"Maaf nyonya"


"Kenapa minta maaf? Saya kan tanya" bingungku namun Julius malah diam


"Apa karena peraturan Marchel juga yang melarang kamu berbicara kepada majikan? " tanyaku


"Tidak nyonya"


"Lalu?? " tanyaku penasaran


"maaf nyonya kita sudah sampai" ucapnya yang benar saja sejak kapan mobil ini sudah terparkir di garasi


Julius membukakan pintu mobil untukku, mau tidak mau aku harus turun sebenarnya enggan sekali rasanya untuk kembali ke rumah ini tapi mau gimana lagi


Saat memasuki rumah ku lihat Marchel yang duduk di ruang tamu dengan ponsel di tangan kanannya


Seolah tak melihat keberadaan nya aku berlenggang berjalan melewati nya namun baru beberapa langkah


"BERHENTII" teriaknya dan teriakan itu seolah membuat tubuhku kaku


Aku mematung di tempat, dapat ku dengar langkah kaki Marchel mendekat ke arahku dan detak jantungku pun seakan sedang lari maraton di tempat


Mati aku


Tanpa di duga Marchel menggenggam tanganku dan menarikku ke meja makan


"Duduk" ucapnya dan aku hanya diam menatap Marchel penuh tanya


"Makan" perintahnya namun aku hanya diam


"Kenapa.....

__ADS_1


__ADS_2