Tangisan Maura

Tangisan Maura
Pulang


__ADS_3

"Maaf, kami tidak bisa menyelamatkan janinnya " sambungnya lagi yang membuat tubuhku tiba tiba seperti tak bertulang


Tubuhku terduduk di lantai untung saja julius sigap menopang tubuhku jika tidak mungkin aku akan terjatuh


*Janin?


Tadi ike bilang janin? Maura,, dia,, dia hamil anakku*?


Seketika air mataku mengalir begitu deras, hidupku seakan runtuh mendengarnya


bayi yang selama ini aku tunggu tapi sekarang


"Tuan sabarlah, tuan harus kuat jika tidak Nyonya akan semakin sedih melihat keadaan tuan seperti ini dan itu tidak baik untuk kesehatan Nyonya" ucap julius menguatkan


Iya benar, aku tidak boleh membuat Maura semakin sedih


Aku berdiri si bantu oleh Julius


"Julius urus kepindahan kamar Maura" perintahku


"Baik tuan"


Saat kaki ku hendak melangkah menuju ruang UGD tiba tiba


"Marchel" panggilnya tubuhku seakan menegang dan ku tatap orang yang memanggilku

__ADS_1


"Apa mama sudah puas? Sudah puas mama menyakiti Maura? Bahkan mama sudah membunuh calon cucu mama sendiri, sekarang apa lagi? " tanyaku penuh emosi


"Marchel,, nak mama tidak berniat melakukan itu semua,, mama,, mama tidak tau jika Maura sedang hamil" ucapnya seraya menangis


"Cukup ma, maaf tapi mulai saat ini tolong jangan ganggu kami dan jangan menemui kami lagi" ucapku penuh kecewa


Aku meninggalkan mama yang masih mematung di tempat


****


Sudah tiga jam aku menunggu tapi Maura masih tak sadarkan diri mungkin efek obat tidur yang dokter berikan


"Emmgg"


"Sayang syukurlah kamu sudah bangun" ucapku senang


"Akuu,, aku kenapa? "


"Kamu gak kenapa napa, hanya kecapean" bohongku


"Tapi seingatku tadi aku berdarah, Marchel aku kenapa? " tanyaku lagi


"Enggak sayang kamu gak kenapa napa"


"Jangan bohong" marahnya padaku

__ADS_1


"Sudah lah kamu istirahat ya, biar kita bisa cepat pulang" paksaku meyakinkan dan Maura hanya menuruti


Tiga hari kemudian Maura di perbolehkan pulang oleh dokter, aku sengaja mengambil cuti selama maura sakit supaya bisa menemaninya


Sesampainya di rumah aku menyuruh Maura untuk istirahat bahkan aku meminta pelayan khusus untuk menemaninya selama aku tidak ada di rumah


Aku tidak mau ada orang yang berniat mencelakai maura kembali karena aku tak sanggup melihat maura sedih


Selama tiga hari di rumah sakit maura tidak pernah bertanya kembali mengenai alasan dirinya harus di rawat inap


****


Maura Pov


Hari ini aku kembali ke rumah namun sikap Marchel kembali membuatku bingung, ia bahkan menyuruh salah seorang pelayan untuk menemaniku kemanapun aku pergi padahal perginya juga cuma di area rumah karena Marchel melarangku keluar


Sengaja aku tidak menanyakan alasan kenapa harus di rawat di Rumah sakit karena aku ingin mencari tau sendiri


"Nyonya mau kemana? " tanyanya padaku yang bangun dari tempat tidur


"Mau jalan jalan di taman bosen di kamar terus" ucapku sambil melangkah pergi yang di ikuti oleh pelayan tersebut aku tau setiap gerakanku atau aku pergi kemana ia akan melaporkannya kepada paman Agus melalui chat


Suasana sore yang sangat indah menurutku di temani hamparan bunga yang beberapa bulan lalu sudah di tanam oleh tukang kebun


Aku sengaja meminta tukang kebun untuk mendesain taman yang awalnya hanya lapangan kosong menjadi taman bunga yang indah penuh dengan warna bahkan hampir semua halaman rumah ini sekarang sudah tidak kosong lagi

__ADS_1


__ADS_2