Tangisan Maura

Tangisan Maura
Pancingan Clara


__ADS_3

Kenapa sih dengan Marchel, kenapa sikapnya tiba tiba begitu?


Dengusku kesal dan meninggalkannya yang masih mematung di kamar


Aku berjalan menuruni tangga dan melihat paman Agus yang sedikit membungkuk saat melihatku


"Paman tolong buatin Capuccino yaa,, antar ke tempat biasa" pintaku dan hanya di angguki oleh paman Agus


Aku terus melangkah menuju taman belakang rumah, tempat ini adalah salah satu tempat favoritku untuk bersantai


Huuufft


Hembusan nafas ku berat dan mulai mendaratkan bokongku di bangku taman favoritku itu


Ku buka ponsel yang sedari tadi hanya ku pegang, ku lihat berbagai macam Postingan orang orang di sosial media


"Permisi Nyonya" sapanya yang membuatku tersentak


"Eeh"


"Maaf Nyonya mengagetkan, saya mengantar kopi pesanan Anda" ucapnya melirik seorang pelayan agar menghidangkannya di depanku


"Terimakasih" ucapku


Setelah paman Agus dan pelayan meninggalkanku kembali fokusku pada ponsel, kini tidak lagi melihat sosial media tapi melihat aplikasi jualan online


"Kamu mau? " tanyanya tiba tiba yang melihat ku memperhatikan salah satu produk baju


"Enggak, cuma liat liat aja"


"Kalau kamu mau tinggal beli aja pakai kartu credit yang kau kasih" ucapnya

__ADS_1


"Aku gak mau beli, hmm kamu kenapa enggak kerja? " tanyaku penasaran


"Mau temenin kamu aja di rumah, kamu pasti kesepian" senyumnya padaku


Haduh Marcheel,, kenapa kamu senyum gitu? Kalau sikap kamu manis gini aku kan bakal susah lupain kamu nantinya, enggak jangan mauraa... Kamu harus bisa menempatkan diri jangan sampai kecewamu semakin besar jika suatu hari Marchel mendepakku pergi


Pikirku sedih


"Raa,, kenapa kamu kelihatan sedih gitu? Ada yang buat kamu gak nyaman? Ada yang ganggu kamu? " tanyanya


"Enggak, aku gak pa pa" ucapku mencoba tersenyum


"kamu gak lagi bohong kan? " tanyanya curiga


"Enggak Marcheeel" ucapku lembut dan Marchel malah tidur di pangkuanku


"Raa,, aku nyaman kayak gini" ucapnya tiba tiba


"Raa, koq ngelamun lagi? " tanyanya menggenggam tanganku


"Eh emm enggak"


Untuk mengalihkan pembicaraan ke topik lain, aku pun mengobrol santai mengenai banyak hal tapi lebih tepatnya aku mendengar cerita Marchel mengenai pekerjaannya dan lain lain


Kriinnggg kriinnggg


"Halo? " jawab Marchel menerima panggilan yang masuk ke ponselny


"...... "


"Hmm baiklah"

__ADS_1


Marchel langsung bangun dari posisi awalnya dan menatapku lembut


"Maaf, aku harus ke kantor ada meeting mendadak" ucapnya


"Hm baiklah, aku juga mau ketemu temen" ucpaku


"Teman barumu itu? " tanyanya dan aku hanya mengangguk


"Hm lain waktu kamu harus mengenalkanku pada teman barumu itu" jelasnya dan aku hanya tersenyum


Setelah Marchel pergi akupun ikut keluar untuk menemui Clara karena sebelumnya Clara mengirim pesan agar aku menemaninya berbelanja


Aku dan Clara membuat janji bertemu di restoran yang berada di salah satu mall besar


"Hii, maaf telat" ucapku yang langsung duduk


"Enggak koq, aku juga baru sampai" ucapnya


"Kamu sudah pesan makan? " tanyaku


"Aku cuma pesen minum, kamu udah tak pesenin koq jus alpukat kan? "


"Hmm makasih yaaa" ucapku tulus


Ku lihat raut wajah Clara yang menunjukkan ada kesedihan dan keresahan di hatinya


"Kamu kenapa? " tanyaku


"Eh,, mm enggak kenapa napa koq? " ucapnya canggung


"Beneer? Kamu gak bohong kan? " tanyaku

__ADS_1


"Sebenernya...


__ADS_2