
"Mau apa kalian? " tanyaku curiga
"Mau apa? Kita mau kasih perempuan murahan kayak kamu pelajaran" ucap salah satu dari perempuan itu
"Iya, kita akan kasih kamu pelajaran supaya kamu sadar kamu sedang berurusan dengan siapa" jelas perempuan yang lain
"Aku tidak perduli kalian ada masalah apa sama aku yang jelas aku gak kenal kalian" ucapku hendak meninggalkan mereka namun langkahku tiba tiba terhenti begitu melihat Felicia mendekat ke arahku
"Hi Maura,,, kalian kenapa belum kasih dia pelajaran? " tanyanya pada kedua perempuan yang tadi menghadangku
"Oh jadi kalian suruhan Felicia? "
"Kalau iya kenapa? Kamu takut? " ejek Felicia padaku
"Untuk apa takut? " tanyaku balik
Tanpa di duga kedua perempuan tadi memegang kedua lenganku agar tidak bisa bergerak
Tangan Felicia meluncur mulus menyentuh pipiku, merasa tidak terima aku berusaha mendorong kedua perempuan yang menahan tanganku dan ku tampar balik Felicia dengan lebih keras
Bukan hanya sekali tapi dua kali aku menamparnya membuat kedua perempuan yang tadi memegang tanganku kuat se akan tak percaya
"Berani kamu menyakitiku sekali, akan ku balas dua kali" ancamku
__ADS_1
Felicia hendak memukulku kembali namun tangannya terhenti karena kedatangan Marchel, Aldo, dan Alex
"Apa yang kamu coba lakukan Felicia? " bentak Marchel yang sudah menarikku ke sampingnya
"Marchel ini,,, ini semua dia yang mulai" tuturnya bohong namun Marchel langsung memperhatikanku dari ujung kaki hingga kepala
"Wajah kamu,, apa masih sakit? " tanyanya padaku dan aku pun hanya mengangguk
Terlihat semburat merah di wajah Marchel menandakan ia sangat marah
"Kamuuu,,, berani sekali kamu menyentuh istriku" bentaknya yang membuat kedua teman Felicia, Aldo maupun Alex kaget tidak percaya
"Tidak Marchel, itu tidak benar dia yang menamparku terlebih dahulu" bohongnya lagi mencoba memegang lengan Marchel namun segera di hempaskan oleh Marchel yang membuat tubuh Felicia terjatuh
"Tidak tidak Marchel" tangis Felicia
"Aldo, ini pestamu jadi aku tidak akan membuat onar disini tapi kamu urus perempuan ini" tunjuknya pada Felicia tanpa mendengar jawaban dari Aldo terlebih dahulu Marchel menarik tanganku pergi meninggalkan acara tersebut
Di sepanjang perjalan Marchel hanya diam, dapat ku lihat ia masih menahan amarah bahkan hingga sampai di rumah pun Marchel berjalan mendahuluiku
Setelah selesai membersihkan diri ku lihat Marchel yang tengah duduk di atas tempat tidur dengan memangku Laptop
Ku beranikan diri untuk mendekatinya karena jujur aku masih sedikit takut melihatnya yang marah seperti tadi
__ADS_1
"Marchel apa,, apa kamu masih banyak kerjaan? " tanyaku ragu namun Marchel tetap diam
"Marchel sebaiknya kamu istirahat saja" ucapku memegang lengannya namun Marchel tetap diam
Haduuuh, gimana sih ini?
Gimana bujuknya coba?
Kan harusnya dia marah sama Felicia tapi kenapa aku juga kena imbas?
Kesalku sendiri
"Sayaaaang, tidur yuuk" ucapku bergelayut manja di lengannya dan benar saja Marchel menghentikan aktifitasnya dan ku lihat Marchel yang membuang nafas kasar sambil menyimpan laptopnya di atas nakas
"Kenapa? Kamu marah sama aku? " cemberutku bohong
"Enggak"
"Bohong, dari tadi kamu diem aja kamu pasti marah kan sama aku? "
"Enggak sayang, aku cuma kesal sama Felicia" jelasnya lagi
"Ya sudah, sekarang kan kamu di rumah lagi sama aku kenapa masih mikirin Felicia" kesalku dengan melipat tangan di dada
__ADS_1
"Bukan gitu sayang, tapi..