
"Raa,, jadi gimana? " tanyanya tiba tiba yang membuatku berbalik badan kembali menatapnya
"Apanya? " tanyaku bingung
"Soal yang tadi aku bilang cinta sama kamu"
"Laaah? Terus kenapa? Kan kamu yang nyatain cinta terus hubungannya sama aku apa coba? " ucapku dan kembali melanjutkan langkah kaki masuk kedalam rumah
"Raaa,, mauraa tungguu" teriaknya sedangkan aku hanya tersenyum
Sesampainya di kamar Marchel masih saja menggangguku dengan pertanyaan yang sama dan bahkan dia memaksaku untuk membalas perasaanya itu
"Raa,, kamu juga cinta kan sama aku? " tanyanya yang masih mengekori ku sampai di walk in closed
"Enggak tau"
"Loh koq enggak tauu,, perasaan kamu ke aku gimana ra? " tanyanya lagi
"Aku gak tau Marcheeell"
"Kamu gak cinta sama aku? " tanyanya lagi
"Entah"
__ADS_1
Marchel malah menghalangi jalanku yang hendak keluar kamar
"Kalau kamu belum cinta sama aku gak papa, kita coba pelan pelan" sarannya
"Caranya? "
"Hmmm aku juga gak tau sih, tapi masak sih sedikit aja kamu gak pernah suka sama aku? " tanyanya lagi
"Marcheeeellll aku lapeer, kalau kamu gangguin gini terus kapan aku makan? " kesalku
"Eh ya udah ayo makan, tapi kamu harus berusaha buat cinta sama aku yaaaa,,, yaaa"
Rayunya padaku
Aku pun melangkah meninggalkannya karena memang perutku sudah lapar
****
Marchel Pov
Hari ini aku berencana untuk menemui mama untuk membahas berita yang beredar, walaupun berita itu sudah di selesaikan oleh julius tapi tetap saja aku harus mengurus dalang di balik berita tersebut
"Tuan muda? Silahkan tuan" sambut seorang ART
__ADS_1
"Dimana mama? "
"Nyonya sedang bersama nona Felicia di halaman belakang"
Mendengar itu aku pun langsung menuju ke tempat dimana mama berada, dari kejauhan dapat ku lihat mama dan Felicia yang sedang bersenda gurau
"Marchel" ucap Felicia yang langsung berdiri dari duduknya begitupun dengan mama
"Marchel kamu pulang nak? " ikut mama menimpali
"langsung aja, Marchel dateng kesini mau menanyakan soal berita yang beredar kemarin" ucapku yang sudah duduk di kursi taman halaman belakang ini
"Looh bukannya itu bener kan? Kamu dulu kan sudah setuju mama jodohin sama Felicia"
"Kapan? Marchel gak pernah bilang setuju dan lagi Marchel hanya akan menikah dengan perempuan pilihan Marchel sendiri bukan pilihan dari mama atau orang lain" ucapku tegas
"Apa maksud kamu Marchel? Kamu mau mempertahankan pernikahan kamu dengan perempuan sialan itu? Pokoknya mama enggak setuju kamu harus ceraikan perempuan sialan itu" bentak mama
"Tante tenang lah, tante harus jaga kondisi kesehatan tante... Marchel kamu harus setuju buat nikah sama aku, bukannya perusahaan kamu dan orang tuaku ada proyek kerjasama? Dan lagi kita juga udah kenal lama" bujuk Felicia yang membuatku muak
"Cukup, mama felicia perlu kalian ingat sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan Maura dan sampai kapanpun juga aku tidak akan menikahi kamu Felicia, istriku hanya Maura dan hanya Maura yang boleh menjadi istriku" tegasku dan meninggalkan mereka
"Marchel TUNGGUU, , kamu tidak boleh membantah perintah mama mu ini" bentak mama
__ADS_1
"Iya ma, Marchel memang tidak boleh membantah perintah mama tapi jika itu untuk kebaikan sedangkan yang mama perintahkan ke Marchel saat ini adalah sebuah keburukan,, maaf maa tapi Marchel harap mama tidak mengganggu Maura lagi karena jika tidak mungkin Marchel akan menarik fasilitas mama yang Marchel berikan" tuturku dengan terpaksa karena aku yakin mama tidak akan mau menuruti keinginanku