Tangisan Maura

Tangisan Maura
Cobaan 1


__ADS_3

"Halo"


"Haloo,, kamu dimana? Ini nenek sakit butuh obat, cepetan beli obat " teriak bibi dari seberang sana


"Loh bukannya maura udah kasih bibi uang untuk beli obat nenek? " tanyaku


"Uangnya ke pakek,, udah buruan beli obat" teriaknya


Astagfirullah dapet dari mana aku duit buat beli obat nenek? Pikirku sendiri


"Kenapa ra? " tanya maya yang membuatku sedikit tersentak


"Eeh,,, emm ini nenek sakit may, obatnya habis" ucapku pelan


"Ya udah ayo kita beli obatnya, pakek uang ku dulu" jelasnya


Aku hanya diam karena,,,


"Tenang, ini duit halal bukan yang haram" jelas maya lagi se akan meyakinkanku


Akhirnya aku setuju, aku meminta izin untuk pulang lebih awal karena harus membelikan nenek obat


"Assalamualaikum" salamku namun tidak ada jawaban akhirnya aku pun masuk dan langsung menuju kamar nenek


"Astagfirullah nenek, ayo makan nek nanti minum obat" pintaku dan langsung mengambil nasi untuk nenek


Setelah selesai menyuapi nenek dan memberinya obat aku baru menyadari kalau kamar nenek sangat berantakan


Inii,, ini kenapa kamarnya berantakan gini?

__ADS_1


Pikirku


"Eh maaf may,, duduk dulu di depan aku buatin minum" setelah menyuruh maya untuk duduk aku pun beranjak ke dapur untuk mengambil minum


"Ini may di minum dulu" ucapku menyodorkan secangkir teh


"Makasih ra, hm kalau boleh tau nenek kamu sakit apa? " tanyanya padaku


"Nenek sesak may,,, penyebab awalnya karena jantung" jelasku


"Hm maaf ya ra tapi menurutku sesaknya mungkin karena kamarnya atau lingkungan ra, aku liat kamarnya kotor padahal sandal di lepas di luar tapi tadi banyak tanah di lantai dan baju baju yang bertumpuk di sebelah nenek kamu tidur juga belum kamu lipat" jelasnya


Aku hanya diam karena mungkin orang yang tidak tau keadaannya pasti akan menganggap begitu tapi kenyataannya adalah baju yang bertumpukan itu karena ulah bibi maimunah


Mungkin dia menggeledah lemari nenek mencari perhiasan nenek yang tersisa dan menumpuk semua baju bersih yang terlipat menjadi tumpukan yang menggunung


Dan bibi juga selalu se enaknya mengenakan sandal masuk ke dalam rumah dengan alasan takut kakinya kotor dan lainnya


Aku mencoba mencari barang yang sengaja ku sembunyikan dari bibi, tubuhku melemas mendapati kotak penyimpanan itu sudah terbuka dan tentu saja isinya kosong


Ya Allah bibi,, tega sekali kamu mengambil sertifikat rumah ini


Aku menangis sesegukan mendapati kenyataan ini


"Raaaa,,, mauraaaa" teriak maya dari kamar nenek


"May kenapa? " tanyaku panik


"Nenek Raaaaaa"

__ADS_1


Aku kaget mendapati nenek yang semakin kritis dengan nafas tersengal sengal


"Nek nenek kenapa nek? "


"Nenek kita ke rumah sakit yaaa" ajakku


"Ga,, k,, u,, sa,, h,,, nak, ne,, nek,,, ga,, k,, mauh,,, jad,, i,, be,, ban,, ka,, mmuu,, te,, rus"


"enggak nek,,, may ayo bantu aku" ucapku lemah


Aku dan maya membawa nenek ke rumah sakit untuk segera di tangani oleh dokter


"Dok gimana nenek saya? " tanyaku begitu melihat dokter keluar dari ruang UGD


"Nenek anda saat ini baik baik saja, harusnya nenek anda sudah harus operasi "


"Apa tidak ada jalan lain dok? " tanyaku


" mungkin.......


.


.


**Mungkin ku mau memaafkan mu kembali


Demi cinta yang ada di hatiku


Wkwkwk

__ADS_1


Author malah nyanyi


Maapkeen**


__ADS_2