Tangisan Maura

Tangisan Maura
Jebakan Clara


__ADS_3

Pagiku seakan tergangu dengan suara entah apa itu, ku coba membuka mata perlahan dan menormalkan pendengaranku


Eemmm,,, oweeek,,, owaeek


(Anggep aja muntah gengss)


Ku lihat kearah sebelah tempat tidurku namun tidak ku temukan keberadaan Maura yang membuatku segera duduk


Setelah kembali mendengar suara Maura yang muntah di kamar mandi segera aku berlari menghampirinya


"Raaa,,, mauraaa" panggilku khawatir dan langsung membuka pintu kamar mandi yang memang tidak di kuncinya


Aku kaget melihat Maura terduduk lemas di dekat wastafel


"Sayang,,, kamu kenapa? " tanyaku karena melihat wajahnya yang pucat


Tanpa mendengar jawaban maura aku pun langsung mengangkat tubuh kecilnya itu menuju ranjang dan merebahkannya disana


"Kamu tunggu disini aku telefon dokter dulu" ucapku


"Jangan"


"Kenapa ra? Kamu sakit gini"


"Aku cuma masuk angin, istirahat sebentar juga baikan" jelasnya namun membuatku makin khawatir


"Ya udah kalau gitu aku temenin kamu di rumah aja "


"Gak usah Marchel, bukannya kamu ada rapat penting hari ini"


Benar juga, hari ini ada rapat penting tapi....

__ADS_1


"Rapat itu tidak sepenting kamu Ra" jelasku meyakinkan


"Aku gak papa Marchel, kamu kerja aja ya"


"Ya sudah tapi kalau kondisi kamu tetep seperti ini kamu harus ke dokter yaa" pintaku dan Maura hanya tersenyum dan mengangguk


Aku pun dengan berat hati meninggalkan Maura di rumah tapi aku sudah berpesan kepada Pak Agus agar menyuruh seorang pelayan untuk berada di sisi Maura agar jika maura butuh apa apa tidak perlu repot lagi


Sesampainya di kantor aku benar benar tidak bisa konsentrasi, rapat yang menurutku sangat lama ini membuatku sangat jengkel


"Julius hubungi pak Agus tanyakan nyonya sedang apa" bisikku dan julius hanya mengangguk


Tak berapa lama julius pun kembali dan membungkuk untuk membisikkan sesuatu


"Tuan, Nyonya sedang istirahat" bisiknya padaku yang membuatku merasa lega seketika


Rapat yang ku pimpin berlangsung selama tiga jam dan itu membuatku benar benar frustasi


"Kenapa kalian tidak melarangnya? " bentakku


"Maaf tuan, Nyonya memaksa ingin keluar" jelas pak Agus


"Apa kamu tidak tau kalau Nyonya sedang sakit? " ucapku penuh emosi


"Cepat cari Nyonya, telfon julius juga suruh bantu" perintahku dan segera meninggalkan rumah untuk mencari keberadaan Maura


Kenapa telefonnya gak aktif sih


siaaall


Gerutuku karena tidak bisa menghubungi Maura

__ADS_1


Ddrrrttt drrtttt


"Halo julius"


"Tuan Nyonya ada di restoran XXX"


"Ok"


Mendapat info keberadaan Maura dari julius aku pun langsung melajukan mobil ke restoran tersebut


Sesampainya disana mataku menyapu seluruh pengunjung restoran namun tidak ku temukan keberadaan Maura


Maura Pov


Aku terbangun pukul satu siang, saat terbangun aku mendapat telefon dari Clara


Ia mengajak makan siang bersama karena aku pun belum makan akhirnya aku menyetujui ajakannya


"Maaf lama nunggu ya Clara" ucapku


"Enggak koq, aku juga baru sampek"


"Kamu udah pesen makan? " tanyaku


"Udah koq, kamu juga udah tak pesenin steak tadi"


"Makasih ya"


"Eh Ra,, entar pacar aku kesini, aku kenalin kamu ke dia ya"


"Hmm iya"

__ADS_1


Kami pun makan siang berdua karena pacar Clara belum juga sampai, selesai makan kami masih mengobrol santai di temani secangkir kopi namun tiba-tiba......


__ADS_2