
Hari yang di maksud Marchel pun tiba, Marchel menyewa penata rias dan busana khusus melayanaiku malam ini
"Marchel" panggilku yang baru turun dari tangga
Marchel menoleh ke arahku dan senyumannya pun langsung terlihat, ia melangkah mendekatiku dengan senyuman yang lebar
"Cantik banget sih" ucapnya mengelus rambutku lembut
"Apa sih kamu"
"Loh emang bener cantik istri aku ini, jadi gak rela di bawa ke pesta"
"Kenapa? " tanyaku bingung
"Iya takut di lirik laki-laki lain, apa kita cancel aja ya ke pestanya" pikirnya lagi dan aku pun langsung mencubit pinggangnya
"Aww,, sakit sayang kenapa nyubit sih? "
"Kamu sih, katanya yang ulang tahun rekan kerja sekaligus sahabat kamu masak kamunya gak dateng" kesalku
"Iya iya deh, tapi kamu harus janji sesuatu dulu sama aku"
"Ha? Apa? "
"Saat di pesta kamu gak boleh jauh jauh dari aku teruuuss,,,, "
"Terus? " Ulangku dan Marchel malah mendekat ketelingaku dan berbisik
"Panggil aku sayang, mulai saat ini kamu harus memanggilku sayang" bisiknya yang membuat telingaku memerah
__ADS_1
"Ta,, tapi"
Cup
Kecup Marchel singkat di bibirku yang membuatku semakin malu
"Marcheeell, banyak pelayan disini" kesalku tapi..
Cup
Lagi,, Marchel malah mengulanginya lagi yang membuatku melotot
"Kalau kamu gak panggil aku sayang, aku akan cium kamu di depan umum" ucapnya lagi
Aku hanya memutar bola mataku, seakan tidak percaya dengan sifatnya itu
"Ayo cepat panggil aku sayang" kembali ku dengar rengekannya
"Pinteer,, ayo berangkat sayang" ajaknya yang merangkul pinggangku
Aneh banget rasanya, sudahlah mau gimana lagi kalau gak di turuti malah resek nanti
Batinku
Perjalanan menuju ke pesta kami tempuh kurang lebih tiga puluh lima menit, acaranya di adakan di sebuah hotel besar
Mobil berhenti tepat di depan pintu masuk hotel, seseorang membukakan pintu mobil untukku dan aku pun keluar namun aku baru menyadari jika sedari tadi banyak karyawan yang sudah siap memotret siapapun yang datang
"Ayo" ajak Marchel padaku namun aku masih diam seakan ada yang menahan kakiku untuk melangkah
__ADS_1
Menyadari hal itu Marchel memeluk pinggangku dan tangan kanannya menggenggam tanganku lembut seraya berbisik
"Gak papa, ada aku disini"
Aku menatap kedua netra coklat Marchel dan itu mampu membuat sedikit rasa percaya diriku muncul
Kami berjalan beriringan menuju ruangan pesta, bukan hanya di luar tadi bahkan di ruangan pesta pun semua mata tertuju pada kami
Mungkin karena Marchel datang membawa perempuan yang mereka tidak pernah kenal sebelumnya
*Siapa perempuan itu? Bukannya tuan Marchel akan menikah dengan Felicia?
Iya ya? Aku juga baru liat perempuan itu
Dia anak pengusaha atau politikus? Dari mana asalanya*?
Bisik bisik para tamu yang hadir mengenai diriku, tapi aku hanya diam mencoba tersenyum dan meyakinkan diri semua akan baik baik saja
"Marchel, akhirnya loe dateng juga"
"Pasti doong,, eh iya selamat ulang tahun ya"
"Iya makasih, makasih juga hadiahnya tau aja loe.. Eh siapa perempuan cantik ini? " tanyanya padaku
"Kenalin nama gue Aldo" ucapnya mengulurkan tangan
Baru saja aku ingin membalas uluran tangan Aldo tapi Marchel malah menarik tanganku
"Gak usah sayang, nanti tangan kamu gatel gatel" ucapnya yang membuatku tertawa
__ADS_1
"Sialan loe, gue gak punya penyakit gatel gatel yaa,, resek banget sih"
Aldo terlihat kesal tapi Marchel malah santai dengan kalimatnya yang membuat aldo kesal