Tangisan Maura

Tangisan Maura
Kenapa Marchel?


__ADS_3

Setelah kepulangan Bela aku terus berfikir kenapa selama ini Marchel tidak pernah mau menyentuhku


Apa dia ada perempuan lain?


Apa aku udah gak menarik?


Pikiran pikiran negatif itu terus menghantuiku seakan membuat kepalaku hampir pecah di buatnya


Enggak,, enggak mungkin Marchel gitu, aku harus menyusun rencana agar dia mau


Pikirku


Aku menyiapkan rencana untuk mengajak Marchel berlibur keluar kota, bahkan aku menyiapkan kamar hotel yang akan kami tempati menjadi kamar seperti pengantin baru


"Sayang ayo berangkat, entar telat lagi aku gak mau ya ketinggalan pesawat" cerocosku


"Iya iya istriku yang cerewet" senyumnya


Kami berlibur ke bali, rencana kami hanya berlibur selama tiga hari karena Marchel memiliki pekerjaan di luar negeri di hari ke lima


Saat memasuki kamar ku lihat wajah Marchel yang tiba tiba berubah, seakan kaget dan juga resah melihat kamar yang penuh dengan bunga


"Sayang kenapa? " tanyaku pura pura tidak tau


"Oh enggak kenapa napa koq, Ra koq kamu milih nginep di hotel? Kenapa enggak di villa keluarga aja? " tanyanya tiba tiba


"Gak kenapa napa sayang, bukannya hotel ini juga punya kamu? "


"Ya iya sih, tapi... "


"Udah udah, ayo kita ke pantai" ajakku menarik tangan Marchel

__ADS_1


Kami menghabiskan waktu cukup lama di pantai hanya untuk berjalan di tepi pantai atau duduk menikmati tiupan angin


"Sayang aku mandi duluan ya" ucapku


"Iya"


Koq aku deg deg an ya? Kayak gak pernah ngelakuin aja


Pikirku di dalam kamar mandi


Setelah merasa cukup aku pun keluar dan menyuruh Marchel untuk mandi, selama Marchel mandi aku pun menyiapkan diri


Menggunakan lingeria yang sudah ku persiapkan dari rumah, tak lupa memakai olesan make up tipis


Selesaaai, tinggal tunggu Marchel deh


Tapi koq deg deg an banget sih aku?


Tenang tenang Maura


Suara pintu kamar mandi di buka dan aku pun sudah berada pada posisiku, rebahan di atas tempat tidur


Marchel menatapku namun tiba tiba pandangannya beralih ke arah lain dan ia pun berjalan menuju lemari mengambil bajunya


Mendapat respon seperti itu dari Marchel membuatku bergerak menghampirinya dan memeluknya dari belakang


"Sayang aku kangeen" ucapku manja


"Ra kamu pakek baju gih, nanti masuk angin" pintanya


"Sayaang aku kangen sama kamu" ulangku kembali

__ADS_1


"..... "


mendapat kebisuan dari Marchel membuatku menarik tubuhnya agar menghadap ke arahku


Ku ***** bibirnya lembut dan Marchel pun merespon ciumanku itu, tangan Marchel bergerak memeluk pinggangku dan tanganku pun ku lingkarkan di lehernya


******* yang awalnya lembut berubah menjadi ******* penuh nafsu, aku menggiring marchel menuju tempat tidur


Ciuamannya turun menuju leherku, berpindah ke gundukan kesukaannya dan berakhir di perut


"Eeuuggh" lenguhku saat milik Marchel sudah masuk ke sarangnya


Namun tiba tiba Marchel mencabut miliknya dan berlari kearah kamar mandi


Mendapat perlakuan seperti itu membuatku menangis kecewa


Aku langsung berlari ke arah lemari dan mengenakan baju seadanya, tak lupa mengambil tas jinjing yang berisi ponsel dan dompet


Aku berlari keluar kamar sembari menangis dan segera ku menaiki taxi yang kebetulan berhenti di depan hotel


"Pak tolong antar saya ke hotel yang jauh dari hotel ini" pintaku


"Baik"


Selama perjalanan aku hanya menangis dan menangis mengingat perlakuan Marchel


Kenapa Marchel? Kenapa?


Apa kamu begitu tidak inginnya menyentuhku?


Apa kamu ada perempuan lain?

__ADS_1


Tangisku semakin pecah hanya memikirkan itu


"Pak, apa saya boleh tanya? " ucapku pada sopir taxi


__ADS_2