Tangisan Maura

Tangisan Maura
Terkuak


__ADS_3

"Eh Ra,, entar pacar aku kesini, aku kenalin kamu ke dia ya"


"Hmm iya"


Kami pun makan siang berdua karena pacar Clara belum juga sampai, selesai makan kami masih mengobrol santai di temani secangkir kopi namun tiba-tiba...


"Sayaaang" teriak Clara yang langsung berdiri dan membuatku berbalik menghadap ke arah pandangan mata Clara


Seketika tubuhku se akan mematung di tempat mendapati siapa orang yang Clara panggil sayang


"Sayang kamu datang" ucapnya merangkul tangan Marchel namun marchel malah menghempaskan tangan Clara dan mendekatiku


"Kamu ngapain disini? Kamu lagi sakit ayo pulang" ajaknya padaku namun aku hanya diam karena masih mencerna situasi


"Sayang kamu kenal Maura? " tanyanya kembali memegang pundak Marchel yang sedang berjongkok di hadapanku


Ku lihat wajah marchel yang se akan marah hingga urat wajahnya dapat ku lihat jelas


"Sayaaang, Marcheeel"


"CUKUUUP" teriak marchel di iringi gerakannya untuk berdiri dan itu berhasil membuatku kaget dan air mataku pun menetes dengan sendirinya dikarenakan kaget


begitupun dengan Clara, ia tersentak kaget mendengar bentakan Marchel


"Sudah CUKUP Clara Anastsya, jangan pernah memanggilku dengan mulut busukmu itu kita tidak ada hubungan apa apa lagi sejak kamu berselingkuh dariku"

__ADS_1


Selingkuh? Apa Clara mantan pacar Marchel yang kepergok selingkuh itu?


Pikirku melihat pertengkaran mereka


"Marchel enggak, aku bisa jelasin semuanya ke kamu itu semua.. "


"Cukup Clara, sekarang pargi " bentak Marchel


"Enggak, marchel kamu masih cinta kan sama aku? Makanya kamu menikah dengan Maura hanya sebatas pernikahan kontrak iya kan? Karena kamu masih ngarepin aku kan? " tangisnya menggenggam tangan marchel namun lagi lagi Marchel menghempaskannya


"Juliuuuuss" teriak Marchel


"Iya tuan" jawab julius yang berlari dari arah luar


Julius menarik tubuh Clara untuk pergi karena clara menolak untuk pergi dari ruangan VIP restoran itu sedangkan Marchel, ia kembali mendekatiku dan berjongkok di depanku


"Mauraa,,, hei mauraa" panggilnya karena aku melamun


Ku tatap nanar ke arahnya, air mataku masih setia terjun dengan sendirinya


Marchel menghapus air mataku dengan lembut


"Maaf,,, maafin aku" ucapnya yang membuatku hanya mampu diam


"Sayang jangan nangis lagi aku mohon"

__ADS_1


"Kamu,,,,, kamu masih,, masih berhungan dengannya? " tanyaku sesegukan


"Enggak Ra,, aku sudah lama putus dengannya bahkan setelah menikah denganmu aku sudah tidak pernah berhubungan dengan perempuan manapun" jelasnya lagi


"Bohong" ujarku


"Raa,, tatap mataku,, apa aku terlihat seperti sedang berbohong? Aku mengatakan kebenarannya Ra,, aku sayang sama kamu" ucapnya lagi dan langsung memeluk tubuhku erat namun kalimat yang di lontarkan Marchel seakan belum tercerna dengan sempurna di otakku


Marchel membawaku pulang namun baru keluar dari ruangan VIP tersebut aku tersadar jika restoran ini menjadi sepi bahkan hanya ada aku, Marchel, Julius dan beberapa pengawal Marchel


"Kenapa sepi? " tanyaku


"Aku menyuruh manager cafe untuk mengusir semua pengunjung" ucapnya santai


"Kenapa? "


"Agar mereka tidak mendengar keributan yang tadi" jelasnya lagi


Kami pun pulang ke rumah, di sepanjang perjalanan mobil yang kami kendarai sangat sunyi karena tidak ada yang berniat untuk membuka pembicaraan


Aku hanya sibuk dengan pemikiranku sendiri mengenai Clara dan segala macam hal selama ini


Apa selama ini Clara sudah tau aku istri Marchel? Makanya dia mendekatiku mencoba membuat rumah tanggaku hancur dengan kebohongannya


Pikirku sendiri

__ADS_1


__ADS_2