
Seminggu sejak pertemuanku dan clara, kami belum bertemu kembali karena kesibukan Clara sedangkan aku hanya sendirian di rumah karena Marchel sudah dua hari keluar kota untuk mengurus pekerjaannya disana
"Nyonya maaf, makan malam sudah siap" ucap pama Agus padaku
"Baik paman terimakasih, nanti aja ya saya belum lapar"
"Baik Nyonya"
Huuuft males banget makan rasanya, aku kangen Marchel
Aku pun segera berjalan menuju kamar dan berdiri di dekat jendela melihat langit yang gelap tanpa adanya bintang, rasanya sangat bosan karena tidak ada Marchel
"Aaaaaa" teriakku saat tiba tiba seseorang mendekapku dari belakang
"Husst ini aku" ucapnya
"Marchel???? " panggilku membalik tubuh menghadap ke arahnya
"Iya"
"Kamu pulang? " tanyaku dan langsung memeluknya erat
"Kenapa? Kangen ya? " tanya marchel yang sudah membalas pelukanku
"Hmmm"
Gak papa kan aku kayak gini? Biarlah meskipun marchel tidak mencintaiku atau suatu saat dia akan membuangku yang penting saat ini aku bahagia, aku gak akan melewatkan momen apapun dengannya
Biar semua kebahagiaan ini nantinya akan menjadi kenangan tersendiri untukku
Pikirku sendiri dalam pelukan Marchel
"Mauraa,,,, Ra" panggilnya
"Eeh,, i,, ya kenapa? " tanyaku menatap mata Marchel
__ADS_1
"Kamu kangen banget ya sama aku? " tanyanya menatapku lekat
"Kamu sendiri? "
"Koq tanya balik sih? "
"Ya gak papa,, kamu kangen gak sama aku? " tanyaku balik
"Kangen banget" ucapnya singkat namun mampu membuat hatiku seakan ingin melompat keluar
Segera ku tempelkan bibirku pada bibirnya, Marchel sedikit terkejut melihatku berinisiatif terlebih dahulu namun bukan Marchel namanya jika ia tidak membalas perlakuanku
Malam ini menjadi sangat panas dengan deru nafas yang se akan berlomba dan keringat yang bercucuran
"I Love U" ucapnya setelah percintaan kami selesai
"Apa? "
"Gak ada, cepat lah tidur atau aku akan membuatmu berkeringat lagi" godanya padaku yang membuatku malu dan segera memeluk tubuhnya erat
Tanpa di duga Marchel malah memeluk tubuhku dari belakang
"Marchel" panggilku
"Kamu harus tanggung jawab, kamu sudah membangunkannya kembali" ucapnya
"Haa? "
"Gimana kalau posisi gini? Kita belum pernah coba kan? " godanya
"Marchel diamlah"
Namun Marchel kembali melancarkan aksinya itu
****
__ADS_1
Kring kring kring
"Haloo"
"Halo Mauraaaa apa kabar? "
"Baik, kamu kenapa koq kayak seneng banget gitu? " tanyaku penasaran
"Seneng dooong,,, kemaren aku tuh keluar kota sama pacarku jalan jalan berdua"
"Ooh ya? " tanyaku penasaran
"Iya, tapi sayang hanya dua hari katanya dia cuma izin sama istrinya dua hari buat ngurus kerjaan di luar kota"
"Memang keluar kotanya dimana? " tanyaku
"Ke surabaya"
"Clara udah dulu ya, aku lagi mau keluar nih" bohongku
Setelah sambungan telefon itu terputus aku pun terdiam
Kenapa tujuannya sama kayak Marchel?
Ah sudahlah mungkin hanya kebetulan
Pikirku
Kembali aku membaca buku yang sempat tertunda karena telefon dari Clara, tapi tetap saja rasanya seakan ada yang mengganjal di pikiranku yang membuatku mengurungkan niat untuk melanjutkan membaca buku
Pernyataan Clara via telefon tadi mampu membuatku uring uringan kenapa tidak tujuan mereka sama dan waktunya juga sama
Iya, tapi sayang hanya dua hari katanya dia cuma izin sama istrinya dua hari buat ngurus kerjaan di luar kota, kita perginya ke surabaya
Kalimat itu seakan terus berputar putar di ingatanku
__ADS_1