Tangisan Maura

Tangisan Maura
Hilang sudah


__ADS_3

"Tuan saya membawa data perempuan itu" ucapnya pada seseorang yang duduk dengan angkuh


"Hmm"


"Namanya Maura usia 25 tahun anak yatim piatu, tidak pernah pacaran tinggal bersama paman, bibi dan neneknya. Pamanya bekerja sebagai buruh bangunan saat ini sedang berada di sulawesi dan bibinya kabur setelah menggadaikan rumah untuk membayar hutang dan neneknya saat ini sedang di rawat di rumah sakit dan membutuhkan uang untuk melakukan operasi. Siang hari bekerja sebagai cleaning servis di hotel milik tuan di jalan XXX dan malam hari sebagai pengantar minuman di club milik tuan putra dan.. "


"Cukup, kamu boleh lanjutkan rencana kita selanjutnya" ucapnya dengan melambaikan tangannya


*Haah namanya Maura, lihat saja Maura k*amu akan berlutut memohon untuk menjadi kekasihku


Julius asisten kepercayaan Maura sedang menjalankan rencana licik tuannya untuk menculik Maura


Saat itu maura hendak berangkat kerja, karena permintaan putra selaku pemilik club akhirnya ia berangkat kerja pukul 20.30 malam namun tanpa ia sadari gerak geriknya mulai dari keluar dari rumah sakit sampai di perjalanan saat ini tak lepas dari pantauan seseorang


Marchel pov.


"Tuan, nona Maura sudah tiba"

__ADS_1


"Hmm"


Kamu akan menjadi makan malamku perempuan munafik


Marchel membuka pintu kamarnya dan terlihat seorang gadis tertidur lelap di atas tempat tidur ukuran king itu, langkah kakinya mulai mendekati tempat gadis itu tidur


"Memang cantik, tapi sayang" ucapnya menyeringai


"Maura maura kalau saja kamu tidak jual mahal mungkin tidak akan seperti ini, atau mungkin kamu akan menikmatinya juga" belainya pada pipi mulus Maura


Sial, baru menyentuh wajahnya sudah membuatku tegang


Setelah melepas semua pakaian yang ia kenakan, mataku memperhatikan setiap inci kulitnya yang bersih dan lekuk tubuhnya yang indah


Tubuhnya tidak terlalu sexy dan juga bagian tertentu tidak terlalu berisi, masih banyak perempuan yang lebih sexy dari dia tapi kenapa hanya melihatnya membuatku sangat panas?


Aku memulai rencanaku untuk menyentuhnya namun aku sedikit kaget begitu menyadari bahwa aku adalah laki laki pertama baginya namun juga ada kebanggan tersendiri bagiku, hal itu tidak membuatku berniat berhenti melakukannya bahkan se akan milikku menuntut untuk lebih dan lebih hingga aku melakukannya berulang kali walaupun Maura tidak sadar tetap saja rasanya luar biasa

__ADS_1


meskipun maura dalam pengaruh obat bius masih terdengar desahan dari mulutnya itu yang membuatku merasa semakin panas


Marchel pov end


***


Sinar mentari yang menelusuk masuk lewat celah korden membuatku terusik dan memaksaku untuk bangun namun mataku seakan tak mau di buka dan rasanya badanku sakit semua, apa aku jatuh?


Ku paksakan membuka mata dan terlihat ruangan yang sangat mewah tapi dimana ini? Apa ini mimpi?


Kepalaku rasanya sangat berat dan aku merasakan sesuatu yang aneh dan segera ku lihat tubuhku yang ternyata hanya tertutup selimut tebal


Tunggu? Kemaren?


Flashback on


Aku tengah berjalan santai menuju club, awalnya aku berencana naik ojek tapi karena pak putra meminta untuk di belikan makanan di daerah dekat rumah sakit akhirnya aku memutuskan jalan kaki namun di tengah jalan tiba tiba dua orang menghadangku dari depan dan dua orang lagi menghadangku dari belakang

__ADS_1


Tak lama kemudian mereka membekap mulutku dengan kain dan tiba tiba semuanya gelap


Flashback off


__ADS_2