Tangisan Maura

Tangisan Maura
Ujian Hati


__ADS_3

Sesampainya di rumah aku langsung menuju kamar, membersihkan diri dan bersiap untuk tidur sedangkan Marchel langsung masuk ke ruang kerjanya


Ku coba menutup mata agar cepat tertidur dan melupakan kejadian hari ini namun rasanya sangat sulit, semakin aku mencoba melupakannya setiap ingatan itu seakan menyatu seperti sebuah puzzle yang siap meluncurkan gambaran akhir dari permainan ini


Disisi lain Marchel pun tengah menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi kerjanya, ia seakan terlihat frustasi dengan semua masalah yang sedang di hadapi


****


Tok tok tok


Tok tok tok


Ku coba membuka mataku perlahan menyesuaikan suara yang di tangkap oleh indra pendengaranku


"Yaa" jawabku serak


Tok tok tok


"Tungguu" ucapku dengan melangkahkan kaki menuju pintu untuk melihat siapa yang sudah mengetok pintu kamarku secara terburu buru


"Kenapa? " tanyaku pada paman Agus


"Maaf nyonya, waktunya sarapan" jelasnya


"Saya lagi gak nafsu, makannya nanti saja paman"


"Maaf Nyonya, tapi tuan meminta saya agar memastikan Nyonya makan tepat waktu" jelasnya lagi yang membuatku seketika mengingat kejadian kemarin

__ADS_1


"Hm baiklah, saya mandi dulu" tuturku dengan menutup pintu kamar


Aku pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi merendam tubuhku di bathup mencoba menenangkan perasaan mengenai kejadian kemarin


Masih setia dengan kenyamanan sensasi air bathup bercampur aromaterapy yang di berikan pada tubuhku membuatku enggan untuk beranjak pergi


Drrrttt Drrrt


Drrrtttt Drrrttt


Ku raih ponsel yang bertengger di sebelahku dan ku lihat nomer baru mengirimkan sebuah link dan jempol tanganku pun otomatis meng klik Link tersebut


Mataku se akan membulat sempurna dan mulutku pun menganga membaca berita yang di tampilkan oleh sebuah berita dari link yang ku buka tadi


Marchel Pov


"Tuan,, tuan,, "


"Maaf tuan,, saya,, eh ini" ucapnya menyodorkan sebuah koran dan aku pun langsung membacanya


Pernikahan Panas pengusaha No. 1


Marchel Saputra dan seorang Anak pengusaha tambang bernama Felicia akan melaksaksanakan pernikahan satu bulan lagi, kabar ini di benarkan oleh keluarga dari kedua belah pihak


Buuaaaakkk


Ku banting koran tersebut ke lantai

__ADS_1


"Apa apaan ini haaa? " bentakku


"Maaf tuan saya baru mendapat berita tersebut"


"Juliuuus, aku tidak mau tau tutup perusahaan koran ini atau semua media yang menyebarkan berita ini kamu tuntut mereka" bentakku penuh emosi


"Baik baik tuan" tunduknya takut


"Siapkan mobil aku harus pulang" perintahku


"Baik tuan"


Julius pun langsung berlari menyiapkan mobil yang ku pinta, saat ini yang ada di pikiranku hanya Maura


Aku tidak mau Maura salah paham mengenai berita ini, aku tidak mau melihat Maura kembali bersedih


Siaaal, masalah Clara yang kemarin saja belum selesai ini malah dateng lagi


Apa mama ada hubungannya dengan berita ini?? Aku harus mencari tau


Pikirku dan bergegas untuk pulang


Marchel Pov End


Maura saat ini hanya duduk di ayunan taman belakang mendengarkan musik melalui earphone dan menutup mata menikmati tiupan angin


Marchel? Apa lagi ini?

__ADS_1


Apa benar kamu akan menikah dengan Felicia? Kenapa? Kenapa rasanya sakit sekali hati ini padahal sebelumnya aku sudah mempersiapkan hati dan jiwaku untuk hari ini


Tangisku dalam diam karena entah kenapa aku pun seakan tak bisa berbuat apa apa


__ADS_2