
Hmm mumpung masih ingat mending minum obat yang di antar julius lah, dari pada Marchel marah nantinya
Pikirku
Hari sudah sore, hari ini ku putuskan untuk jalan jalan ke taman karena bosan diam di rumah seharian
Bruukk
"Aaw" ringisku bersamaan dengan seseorang yang menabrakku
"Maaf maaf mbak saya tidak sengaja, saya tidak lihat tadi" ucapnya membantuku bangun
"Ah tidak apa"
"Saya bener bener minta maaf, atau gimana kalau saya traktir kopi atau makan sekalian mbak? " sarannya
"Gak usah gak usah,, gak masalah koq" ucapku menolak halus
"Mbak saya mohon, terima tawaran saya ya" bujuknya padaku yang membuatku luluh
Disinilah kami akhirnya di sebuah coffe shop dekat taman
"Oh mbak pesen apa? " tanyanya
"Emm capuccino aja"
"Ya udah capuccino dua ya, makasih" pintanya pada seorang pelayan
"Sekali lagi maaf ya soal tadi, oh iya nama mbaknya siapa? " tanyanya ramah
"Nama saya Maura, kamu? "
"Saya Clara mbak"
__ADS_1
"Panggil maura aja gak usah mbak, kayaknya kita seumuran" ucapku
"Baiklah" senyumnya manis
"Kamu kenapa tadi lari lari gitu? " tanyaku penasaran
"Tadi tuh aku kabur Ra,,, soalnya nanti malem ada pemotretan sedangkan aku udah capek tapi manager aku tuh maksa buat terima job ini" jelasnya dengan cemberut
"Pemotretan? " ulangku memastikan dan Clara hanya mengangguk
"Kamu model? "
"Iya"
"Tunggu tunggu, kamu Clara Anastasya itu bukan? Model yang terkenal itu? " tanyaku memastikan
"Iya bener"
"Iih kamu lucu banget sih Ra,,, aku jadi pengen temenan sama kamu, kamu mau ya jadi temen aku" pintanya
"Haaa? "
"Iya jadi temen aku? Aku tuh gak punya temen sama sekali, kebanyakan temen temenku itu deket sama aku karena ada maunya doang" tuturnya sedih
"Emang kamu gak papa temenan sama aku? " tanyaku ragu
"Ya enggak papa lah Ra,, kan aku yang minta lagian kamu tuh lucu aku suka" jelasnya lagi yang membuatku tersenyum
Kami pun mengobrol banyak tentang kehidupan kami masing masing bahkan kami pun sempat bertukar nomer telefon sebelum akhirnya berpisah
****
Seminggu sejak pertemuan ku dengan Clara, kami sering bertukar pesan satu sama lain atau sekedar membuat janji bertemu di luar, seperti saat ini aku baru saja pulang dari pertemuanku dan Clara
__ADS_1
Marchel kemana ya??
Mobilnya udah di garasi tapi koq kamar kosong?
Apa lagi di ruang kerja ya?
Karena tidak menemukan keberadaan Marchel akupun memutuskan untuk mandi, tak butuh waktu lama aku bergegas keluar dari toilet dan mataku langsung tertuju pada Marchel yang duduk di sofa
Aku langsung duduk di depan meja rias seraya mengeringkan rambutku yang masih basah
"Sayang" panggilnya yang sudah berdiri di belakangku
"Hmm"
"Aku kangen" bisiknya di telingaku yang membuatku merinding seketika
Sebuah kode yang Marchel luncurkan sebagai tanda ia sedang menginginkannya, tanpa banyak bertanya aku langsung berdiri
Dan benar saja Marchel langsung meraup bibirku lembut dan aku pun membalasnya
Malam yang panas pun terjadi melewatkan jam makan malam
****
Alarm pagi memaksaku untuk bangun, ku lirik jam yang bertengger di dinding menunjukkan pukul 4.20
Aku bergegas bangun dan tak lupa membangunkan Marchel juga untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah
"Sayang koq tumben kamu tidur lagi habis sholat? " tanyanya yang ikut berbaring di sebelahku
"Menurut kamu? " dengusku kesal
"Apa......
__ADS_1