Tangisan Maura

Tangisan Maura
Akhirnya bertemu


__ADS_3

Haii hai haaaaaiiiii


Ketemu lagi,, semoga readers suka yaaa


Mohon dukungannya jangan lupa like, komen, vote...


Terimakasiiihhh😘


"Raa, apa kamu mau jalan jalan? " tanganya


"Enggak, aku lebih suka di rumah aja"


"Kalau shopping? "


"Capek" jawabku singkat


"Hmm koq kamu aneh sih, kebanyakan perempuan di luar sana suka jalan jalan shopping atau ke salon,sekalipun kamu di ajak jalan kelaur negeri harus maksa dulu nah ini kamu lebih suka di rumah bikin kue atau nonton y****b dan kamu juga jarang makek kartu kredit yang aku kasih" tanyanya


"Ya karena aku gak sama kayak perempuan di luar sana"


"Hm ya udah sekarang kamu maunya apa? " tanyanya yang membuatku berbinar


"Hm mau tidur" ucapku cepat


"Ya udah ayo aku temenin"


"Iiih koq di temenin, ogah aku maunya tidur sendiri lagian kan kamu masih banyak kerjaan ya udah lanjutin aja dulu nanti bangunin aku kalau waktunya sholat asar ya" ucapku meninggalkan Marchel yang duduk di sofa kamar

__ADS_1


Segera ku tarik selimut menutup seluruh tubuhku tanpa terlihat sehelai rambutpun


"Raaa, tidur jangan gitu nanti kamu susah nafas loo" tegurnya namun tak ku hiraukan karena memang ini kebiasaan tidurku


Aku tidak akan bisa tidur jika tidak menutup seluruh tubuhku dengan selimut dulu saat tinggal bersama nenek, nenek selalu membuka selimut yang menutupi wajahku saat aku sudah terlelap


Kini yang melakukan hal itu adalah Marchel, aku pernah memergoki marchel membuka penutup wajahku karena takut aku susah bernafas


Perlakuan Marchel padaku sangat lembut hingga aku lupa jika semua ini hanya untuk sementara


***


Hari ini cuaca cukup cerah, di saat Marchel berangkat kerja biasanya aku akan membuat kue atau membaca majalah


Ting tong ting tong


“Biar saya yang buka pintu nyonya” ucapnya padaku


“Hm baiklah” aku kembali fokus membaca majalah yang tadi sempat ku letakkan di atas meja


Tak berapa lama kemudian ku dengar langkah kaki mendekat ke arah ruang keluarga dan tiba tiba muncul sosok wanita dengan penampilan simple namun elegant


“Kamu siapa? “ tanyanya tiba tiba padaku dan aku pun segera berdiri


Wanita tersebut langsung duduk namun tetap memperhatikan penampilanku dari ujung rambut ke ujung kepala


“Mbak tolong bawakan minum dan cemilan” pintaku pada pelayan yang tadi membuka pintu

__ADS_1


“Baik nyonya” ucapnya


“TUNGGU” suara wanita berumur kurang lebih enam puluh tahun itu menghentikan langkah pelayan yang hendak menuju dapur


“Kamu panggil dia apa tadi? “ tanyanya pada pelayan tadi


“Nyo,, nyonya” ucapnya ragu ragu


“Maaf bu, ada masalah apa ya? “ tanyaku bingung


"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa bisa berada di rumah ini? " tanyanya balik


"Saya,, saya,,, "


Harus jawab apa aku? Marchel kan gak bolehin aku kasih tau orang lain kalau aku istrinya


" hm maaf tapi ibu sendiri siapa ya? " tanyaku mengalihkan


"Saya mama nya Marchel"


Apaaa? Mamanya Marchel? Mati aku


"Maaf tante saya tidak tau" ucapku takut takut


"Kamu kenapa disini? "


"Sayang" tiba tiba suara laki laki yang tidak ku kenal mengalihkan fokus mamanya Marchel dan ia langsung duduk di sebelah mama marchel

__ADS_1


Mulutku menganga badanku tiba tiba saja menegang rasanya sesak sekali hati ini, air mataku sudah jatuh entah kapan mulutku sedikit terbuka untuk memanggilnya,,,,


__ADS_2