Tangisan Maura

Tangisan Maura
Kencan


__ADS_3

Marchel POV


Saat ini aku sedang memimpin rapat dari satu jam lalu namun sampai saat ini belum juga selesai


"Tuan maaf" ucap julius


"Hmm"


"Pak Agus bilang di rumah ada orang tua Tuan" jelasnya


Seketika aku langsung berdiri dan berlari meninggalkan rapat yang belum selesai itu, aku takut jika mama membuat masalah dengan Maura atau bahkan lebih


Sebenarnya aku tidak ada masalah dengan papa tiriku itu karena orangnya juga baik dan beliau juga membantuku mengurus perusahaan di luar kota namun bagaimana jika ia bertemu maura?


Aku mengetahui fakta jika maura adalah anak kandung dari papa tiriku sejak tiga bulan lalu namun aku tak berani memberitahu Maura karena takut jika maura akan pergi meninggalkanku


Aku mulai menyadari perasaanku kepada maura sejak usia pernikahan kami menginjak tujuh bulan, namun aku takut untuk mengungkapkannya


Takut jika perasaan maura terhadapku tidak sama, takut jika harus kecewa namun aku mencoba segala cara agar membuatnya menyadari itu


Hubunganku dan mama tidak terlalu baik, aku selalu saja berselisih dengan mama sejak papa meninggal karena dulu saat papa sakit mama tidak mau mengurusnya sama sekali bahkan perusahaan papa hampir saja bangkrut karena ulah mama


"julius lebih cepat" perintahku karena takut Maura akan ketakutan di rumah jika mama membuat ulah


"Baik tuan"


Sesampainya di rumah benar saja, dapat ku dengar teriakan mama sesaat setelah pintu terbuka


Ku percepat langkah kaki mendekat ke sumber suara dapat ku lihat maura yang terlihat sangat sedih, melihat mama berusaha menarik Maura membuatku marah

__ADS_1


Marchel POV End


Ini di kamar? Sejak kapan aku pindah kesini?


Apa merchel yang bawa aku kesini ya?


Setelah di ingat ingat mungkin aku tertidur karena terlalu lelah menangis di pelukan marchel kemarin


Ku lihat sekeliling tak dapat ku temukan keberadaan marchel akhirnya aku memutuskan untuk mandi


Ibu, nenek, maura sudah bertemu dengan bapak tapi.....


Tidak tidak aku tidak boleh menangis lagi


Batinku dan segera ku putuskan untuk keluar kamar mandi


Pikiranku tiba tiba buyar begitu melihat Marchel sedang menata sarapan di meja makan


"Marchel? " panggilku


"Raa, sudah bangun? Ayo sarapan dulu" ajaknya padaku


Aku mendekat ke meja makan dan Marchel menarik salah satu kursi dan memintaku duduk


Pagi ini marchel menyiapkan sarapanku dan secara khusus menghidangkannya padaku


Kenapa Marchel sampai berbuat seperti ini?


"Ayo makan,, mata kamu bengkak nanti habis makan aku kompres ya" pintanya dan aku hanya mengangguk

__ADS_1


benar saja, selesai makan Marchel langsung mengompres mataku dengan air dingin


"Kamu gak kerja? " tanyaku saat Marchel masih mengompres mataku


"Enggak"


"Kenapa? "


"Mau nemenin kamu aja, atau kamu mau kemana hari ini? "


"Aku mau jalan jalan" ucapku singkat


"Ya udah ayo siap siap kita langsung pergi"


Butuh waktu sekitar tiga puluh menit bagiku untuk bersiap siap dan Marchel sudah menunggu di ruang tamu


"Ayo" ajakku yang sudah berada di bawah tangga sedangkan marchel sibuk pada ponselnya


Aku semakin geram melihat marchel yang hanya diam mematung


"Marchel ayoo"


"Eh oh iya"


Marchel menghampiriku dan tersenyum manis di hadapanku


"Kamu cantik banget" ucapnya yang membuatku malu


Jangan Lupa like, komen, vote nya ya gays

__ADS_1


__ADS_2