
Sudah 5 hari sejak aku resmi menjadi istri Marchel namun sampai saat ini marchel belum juga menampakkan batang hidungnya
"Julius" panggilku saat melihat julius memasuki rumah
"Iya nyonya, ada yang bisa saya bantu? " tanyanya
"Kamu pulang sendiri? "
"Iya, ada apa ya nyonya? "
"Marchel mana? " tanyaku penasaran
"Tuan sedang di kantor, saya kemari untuk mengambil beberapa dokumen yang ketinggalan"
"Kapan dia akan pulang? "
"Saya tidak tau nyonya"
"Hm baiklah, terimakasih" ucapku meninggalkannya
Awalnya aku ingin bertanya kepada Marchel apakah aku boleh menemui nenek tapi lagi lagi ia tidak pulang
***
"Tuan ini berkas yang anda minta" ucapnya menyodorkan beberapa map
Karena julius tak juga pergi membuat Marchel menghentikan aktifitasnya
"Ada apa? " tanyanya dingin
"Nyonya menanyakan anda tuan"
"Tanya soal apa? "
"Kapan anda akan pulang" jelasnya lagi
Terlihat senyum tipis terlintas di wajah garangnya
Apa tadi tuan tersenyum? Pikir julius
__ADS_1
"Hmm berikan aku WA nya" pinta Marchel
"Maaf tuan, nyonya tidak mempunyai WA"
"Haaa? Maksudnya? "
"Nyonya tidak mempunyai WA karena Hp nya masih jadul" ucapnya cepat dalam satu tarikan nafas karena takut
"APAAA? "
"Maaf tuan"
"Kamu belikan dia Ponsel keluaran terbaru" perintahnya
"Baik tuan"
Julius pun berlalu meninggalkan ruangan bosnya
Yang benar saja, istri seorang Marchel Saputra HP nya jadul, apa kata orang nanti
Tapi tunggu, kenapa aku peduli? Bukannya orang orang tidak tau kalau dia istriku?
Sudahlah
***
Setelah makan karena bosan aku memutuskan untuk menonton TV, berada di rumah ini benar benar membuatku seperti di penjara sendirian karena tidak seorang pun yang mau berbicara denganku
Setiap harinya aku hanya menonton tv, membaca, olahraga di ruangan khusus, jalan jalan sendirian sangat membosankan
Berniat untuk memasak agar tidak bosan tapi baru memasuki area dapur saja sudah di larang
Haiiih membosankan, sudahlah apa aku tidur saja? Tidur terus lama lama kayak kebo aku
Aku masuk ke kamar dan membaca buku cerita anak anak, seperti dongeng dan lainnya
Suara pintu terbuka membuatku kaget dan menatap pintu intens
"Kenapa belum tidur? " tanyanya
__ADS_1
"Kamu pulang? " tanyaku yang hendak menghampirinya
"Kenapa belum tidur? " kembali ia mengulang pertanyaannya
"Belum ngantuk" ucapku seraya membuka dasi Marchel
Canggung, itulah yang ku rasakan karena ini pertama kalinya aku dekat dengan laki laki dan lebih parahnya aku tidak mencintai Marchel namun aku harus bersikap se akan aku mencintainya karena itu adalah salah satu aturan yang Marchel tulis
" belum ngantuk apa nunggu aku? " godanya yang sudah memeluk pinggangku erat
"Lepasin dulu aku susah gerak" pukulku pada lengannya
"Apanya yang mau di lepas? " kembali marchel menggodaku
"Aku mau sekarang" tegasnya
"Kamu belum mandi" alasanku karena takut
" nanti juga mandi lagi"
Marchel langsung menyerangku tanpa aba aba dan tentu membuatku kaget dan juga takut
"Rileks, jangan tegang" bisiknya di daun telingaku dan membuatku bergidik ngeri
Kenapa marchel memperlakukannya seperti ini? Pikirku
"Jangan melamun atau aku gigit kamu" ancamnya
"Aku takut" ucapku lirih saat pakaianku sudah terlepas semua menyisakan pakaian dalamku
"Tenang, cukup nikmati dan ikuti alur jangan tegang" ucapnya meyakinkan
Marchel kembali mencium bibirku lembut dan aku pun membalasnya
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like dan koment ya
Makasih sudah mampir