
Ku lihat raut wajah Clara yang menunjukkan ada kesedihan dan keresahan di hatinya
"Kamu kenapa? " tanyaku
"Eh,, mm enggak kenapa napa koq? " ucapnya canggung
"Beneer? Kamu gak bohong kan? " tanyaku
"Sebenernya aku bingung Ra" ucapnya sedih
"Bingung kenapa? "
"Aku punya pacar tapi karena aku harus melanjutkan karir di luar negeri akhirnya kami memutuskan untuk putus hubungan, tapi seminggu yang lalu kami tidak sengaja bertemu kembali dan ternyata kami masih sangat mencintai"
"Lalu? " tanyaku bingung
"Tapi dia sudah menikah" ucapnya kembali
"Apaaa? " kagetku yang membuat pengunjung restoran yang lain menoleh ke arah kami dan aku pun segera membungkuk meminta maaf kepada pengunjung yang lain
"Claraa kamu gila? Jangan menghancurkan rumah tangga orang lain" ucapku menekankan
"Tapi dia bilang kalau pernikahan mereka itu bukan di dasari cinta"
"Maksudmu? "
"Ya dia menikah dengan istrinya atas dasar sebuah perjanjian yang saling menguntungkan satu sama lain" jelasnya lagi yang membuatku kaget
__ADS_1
"Tetap saja Clara, jangan main api dengan rumah tangga orang" kesalku
"Kamu gak ngerti Ra,, kami saling mencintai dia juga bilang kalau pernikahannya gak bahagia dengan istrinya"
"Kenapa gak kamu suruh dia ceraiin istrinya aja? "
"Dia bilang kasihan karena istrinya itu hanya sebatang kara"
"Hmm tidak tau lah, aku gak bisa ngomong apa apa tapi menurutku mending kamu cari laki laki lain yang masih single"
"Hmm iya makasih Ra sarannya"
"Tapii apa kamu masih sering bertemu dengan laki laki itu? " tanyaku penasaran
"Hmm iya, biasanya kami akan makan siang bersama atau dia akan memintaku untuk menemuinya di kantor, sudah sudah ayo kita belanja" ajaknya padaku dan aku hanya mengangguk
"Kamu jadi ambil itu Ra? " tanyanya padaku
"Iyaa, aku suka" jawabku singkat sambil memperhatikan sebuah baju rumahan yang simple
"Kamu koq suka banget baju baju yang biasa biasa gitu? " tanyanya
"Kenapa emang? " tanyaku bingung
"Ya gak papa, kalau pacarku itu suka banget liat aku pakek baju yang sexy atau enggak malah gak pakek baju" bisiknya padaku
"Claraa" teriakku
__ADS_1
"Kenapa Raa,,, lagian kayaknya pacar kamu ganas yaa" senyumnya padaku
"Maksud kamu? "
"Tuh leher kamu penuh dengan bekas percintaan kalian"
Aku seketika menahan malu mendengar penuturan Clara
G**a,, kenapa aku gak pakek baju yang nutupin leher lagi, mati aku
"Udah gak usah malu, pacar aku juga gitu kalau lagi sama aku tuh suka banget ninggalin banyak jejak di tubuh" jelasnya dengan masih senyum senyum
Aku pun berjalan beriringan menuju kasir untuk membayar barang belanjaanku
"Waaah kamu punya black card Ra? " tanyanya tiba tiba yang melihatku menyerahkan sebuah black card pada kasir
"Eh, e itu bukan punyaku" ucapku gugup
"Punya pacarmu yaaa, kaya dong pacar kamu" tanyanya yang hanya membuatku tersenyum
"Hm aku juga di kasih kartu sih sama pacarku tapi bukan credit card, aku di kasihnya Atm gaji dia katanya biar aku kalau butuh apa apa langsung bisa pakek uang dia"
"Ya udah yuk pulang, udah sore nih" ajakku
Kami pun pulang namun sepanjang perjalanan aku masih terus saja memikirkan ucapan Clara mengenai pacarnya
Apa Clara gak bisa sama pria lain aja ya? Aku cuma gak mau dia itu salah arah, tapi anaknya bandel gitu gak bisa di kasih tau gimana ya?
__ADS_1
Pikirku sendiri