Tangisan Maura

Tangisan Maura
Bucin


__ADS_3

"Marchel TUNGGUU, , kamu tidak boleh membantah perintah mama mu ini" bentak mama


"Iya ma, Marchel memang tidak boleh membantah perintah mama tapi jika itu untuk kebaikan sedangkan yang mama perintahkan ke Marchel saat ini adalah sebuah keburukan,, maaf maa tapi Marchel harap mama tidak mengganggu Maura lagi karena jika tidak mungkin Marchel akan menarik fasilitas mama yang Marchel berikan" tuturku dengan terpaksa karena aku yakin mama tidak akan mau menuruti keinginanku


Marchel Pov End


***


"Mauraa,, Mauraa" panggilnya


"Iyaaa,, di dapuur" jawabku


Marchel langsung menghampiriku dan memelukku dari belakang


"Kamu masak apa? "


"Masak sayur sop, Marchel jangan gini dong aku susah masaknya" protesku karena Marchel memelukku erat


"Ya udah gak usah masak, kan ada pelayan"


"Tapi kan aku pengen masak" protesku lagi


"Lagian kamu aneh,, orang orang tuh minta izin jalan jalan atau belanja kek, kamu malah mintanya di bolehin masak"


Tutur Marchel yang masih setia memelukku dari belakang sedangkan aku hanya diam melanjutkan memasak karena percuma berdebat dengannya


"Kamu mau makan? " tanyaku


"Hmm"

__ADS_1


"Ya udah sana duduk di meja makan biar aku siapin" ucapku


"Pak Agus siapin masakan Nyonya" perintahnya dan menarikku pergi


"Biar pak Agus yang nyiapin, kamu makan bareng aku" bisiknya saat kami mulai meninggalkan dapur


Para pelayan mulai menyiapkan hidangan yang aku masak tadi dan juga masakan para koki di atas meja makan


"Pak Agus kenapa di simpan di sini semua? " tanya Marchel yang membuatku dan paman Agus bingung


"Maksudnya gimana tuan? "


"Masakan Nyonya saja, kalau bukan masakan Nyonya kalian makan saja" jelasnya lagi yang membuat paman Agus tersenyum dan mengangguk


"Baik tuan"


"Karena hari ini kamu masak jadi aku mau makan masakan kamu aja" jelasnya yang membuat pipiku bersemu merah


"oh iya, nanti malam ikut aku ya"


"Kemana? " tanyaku bingung


"Ke pesta ulang tahun rekan kerja"


"Emang gak papa? " tanyaku sedih


"Memangnya kenapa? Kamu gak suka? "


"Bukan tapi apa gak papa kalau rekan kerja kamu tanya soal aku? Maksudnya nanti aku harus jawab apa kalau mereka tanya aku ini siapa? "

__ADS_1


Marchel mengusap lembut punggung tanganku dan tersenyum


"Kalau ada yang tanya siapa kamu? Kamu cukup jawab kalau kamu itu istri Marchel Saputra"


Mataku membulat se akan meyakinkan apa yang baru saja ku dengar


"Tapi,,,, "


"Maura inget, kamu istri seorang Marchel Saputra kamu tidak perlu takut tentang apapun kalau perlu besok kita adakan resepsi pernikahan besar besaran"


"Ah tidak tidak, tidak perlu" ucapku karena memang aku hanya menginginkan pernikahan yang sederhana


Semenjak hari dimana Marchel menyatakan cintanya padaku, hubungan kami semakin membaik bahkan hampir setiap hari Marchel akan menyatakan perasaannya itu


"Eh tunggu,, koq kamu pulang? " tanyaku karena baru sadar ini masih siang


"Karena pengen makan siang dengan istri tercinta" ucapnya yang berhasil membuatku tersipu malu


"Bisa aja" ucapku singkat


"Kenapa? Kamu gak suka makan siang sama aku? " tanyanya kembali dengan wajah cemberut yang di buat buat


"Bukan begitu, cuma tumben aja"


"Aku kangen sih sama kamu, mau gimana lagi" ucapnya santai sedangkan disisi lain julius yang baru saja sampai dan mendengar percakapan kami pun menggeleng gelengkan kepala


Huuhhh bahkan demi pulang ke rumah rapat yang biasanya paling cepat berlansung selama dua jam ini malah cuma satu jam


Batin julius

__ADS_1


__ADS_2