Tangisan Maura

Tangisan Maura
Salah menilai


__ADS_3

"Marchel" panggilnya


"Kamu lex, ngapain kesini" tanyaku yang melihat Alex sudah berjalan mendekatiku


"Hmm bosen di kantor, makanya main kesini" jelasnya


"Ini bukan tempat bermain"


"Ya elah judes amat sama temen sendiri, eh by the way tadi aku liat ribut ribut di loby kantormu" ucapnya yang membuatku kembali menatapnya penuh tanya


"Iya, aku udah dateng dari tadi cuma lagi duduk santai aja di loby" jelasnya lagi


"Ooh"


"Chel, sebenernya perempuan itu gak salah"


"Maksudmu? " tanyaku bingung


"Iya perempuan yang kamu usir tadi, dia itu korban tapi malah kamu usir gitu" ucapnya


"Jadi maksudmu karyawanku yang bohong" tanyaku


"Emang karyawanmu yang bohong, aku liat kejadiannya dari awal" ucapnya


"Maksudmu? " tanyaku kembali


"Jadi gini..... "


Alex pun mulai menceritakan segalanya, penjelasan alex membuatku kaget tak percaya


Jadi tadi aku udah salah menilai Maura?


Apa Maura marah ya sama aku?

__ADS_1


Pasti dia marah aku perlakuin gitu di depan umum, saat pulang nanti aku harus minta maaf


Di tempat lain


"Ra kenapa muka kamu lebam gini sih? Apa pak Marchel aniaya kamu? " tanya maya sembari mengobatiku


Yaa aku memutuskan ke rumah maya untuk menenangkan diri karena tidak mungkin aku ke rumah nenek, bisa bisa nenek malah khawatir


"Aww aw pelan pelan dong, Bukan Marchel yang mukul aku May, tapi tadi ada orang gak jelas yang ngajak aku berantem" jelasku


"Siapa? Berani banget dia cari masalah sama kamu, ayo cari orangnya biar aku pukul" emosi maya


"Udah lah May, gak perlu"


"Kamu udah bilang pak Marchel? Biar tuh orang di kasih pelajaran" ucapnya menggebu gebu


Haaahhh Marchel mau bela aku? Sepertinya mustahil


"Gak usah, Marchel banyak kerjaan di luar kota aku gak mau ganggu dia, Makanya aku mau nginep di rumah kamu biar aku gak kesepian" bohongku


Haaah andai kamu tau betapa menyedihkannya hidupku May


Tangisku dalam hati


Aku berencana menginap di rumah Maya karena hatiku masih kecewa, sangat kecewa dengan perlakuan Marchel padaku


Sikapnya dan perilakunya yang membuatku malu di depan umum membuatku sangat marah bahkan rasanya ingin sekali aku pergi sejauh mungkin dari hidupnya


***


"Tuan anda pulang" sambutnya


"Dimana nyonya? " tanyaku mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru rumah karena biasanya tanpa di minta Maura pasti sudah menyambutku di depan pintu

__ADS_1


"Nyonya belum pulang tuan" jawab pak Agus ragu


"Apa? Belum pulang? " tanyaku kembali dan pak agus hanya mengangguk


Kemana perempuan itu pergi


"Hubungi julius dan suruh segera lacak keberadaan nyonya" ucapku meninggalkan Pak Agus sendiri


Aku berjalan menuju kamar tidur, berencana untuk membersihkan diri terlebih dahulu


Tok tok tok


Ketukan pintu terdengar begitu aku keluar dari kamar mandi


"Kenapa? " tanyaku pada orang yang tengah berdiri di depan pintu


"Tuan julius ada di bawah tuan" ucapnya


"Hmm baiklah" ucapku kembali menutup pintu


aku segera bergegas mengenakan baju untuk menemui julius yang sudah menunggu


"Bagaimana? " tanyaku saat menuruni tangga dan julius langsung berdiri dari duduknya


"Nyonya berada di kediaman temannya nona Maya"


"Hmm disana dia, jemput dia sekarang" perintahku


"Baik tuan"


"Jika dia menolak katakan padanya kalau dia akan menyesal" jelasku kembali


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like dan koment


__ADS_2