Tangisan Maura

Tangisan Maura
Mertua dan..


__ADS_3

"Sayang" tiba tiba suara laki laki yang tidak ku kenal mengalihkan fokus mamanya Marchel dan ia langsung duduk di sebelah mama marchel


Mulutku menganga dan refleks langsung berduru badanku tiba tiba saja menegang rasanya sesak sekali hati ini, air mataku sudah jatuh entah kapan, mulutku sedikit terbuka untuk memanggilnya


"Ba,,, bapak" panggilku lirih


Seketika laki laki tersebut menoleh ke arahku dan ikut berdiri, sama hal nya denganku ia juga sangat kaget melihat keberadaanku di rumah ini


"Maa,, maura? " panggilnya dalam keadaan kaget


Mama Marchel sedikit bingung melihatku mengenali suaminya begitupun sebaliknya


Tak ada niat untukku untuk bertanya namun melihat semua ini membuatku paham segalanya


"Mas, kenapa kamu mengenalnya? Siapa dia? " tanyanya yang sudah memegang lengan bapak


"Dia,,, dia anakku" ucapnya singkat


"APAAA..? "


"Iya dia anakku Maura" ucapnya kembali


"Jadi kamu... " tunjuknya padaku


"Pergi kamu dari rumah ini pergi" teriaknya padaku

__ADS_1


Mama Marchel segera menarik tanganku dan menggeretku pergi


"Tante tolong lepas tangan saya, sakit tante"


"Miraa cukup, apa yang kamu lakukan? " teriak bapak mencoba melepas genggaman tangan mama Marchel


"Diam kamu mas, kamu sengaja membawa anak kamu kemari haah? " bentaknya


"Mira mana mungkin aku yang membawanya kemari, kamu tau sendiri aku sudah tidak menghubungi keluarganya sejak aku pergi" jelasnya


"Lalu kenapa perempuan ini bisa berada di rumah anakku? "


"Aku yang membawanya kemari" pemilik suara barito yang tiba tiba sudah muncul namun tidak kami sadari


"Marchel? nak usir perempuan itu" tunjuk tante mira padaku


"Marchel gak akan mengusirnya ma" ucapnya


"Kenapa? Kamu lebih memilih perempuan murahan ini dari pada mama? " tanyanya


"Miraa jaga ucapanmu" bentak bapak


"Kalau orang lain yang mama suruh usir mungkin Marchel akan turuti tapi tidak dengan Istri Marchel" jelasnya


"APA? " kini tante mira dan bapak yang ikut kaget

__ADS_1


"Enggak kamu pasti bohong, mana mungkin kamu menikah tapi mama tidak tau? "


"Tapi nyatanya begitu, kami sudah menikah setahun yang lalu" jawab Marchel seraya menuntunku untuk duduk di sofa


"Tapi dia anak dari papa kamu" ucap tante mira penuh emosi


"Lalu kenapa? Apa salah Maura kalau ia menjadi anak dari papa angkatku ini? Bukannya yang pergi meninglkan keluarga itu papanya bukan Maura" sindirnya yang membuat tante mira dan bapak hanya mampu diam


"Pokoknya mama mau kamu ceraikan dia secepatnya" perintah tante mira


"Dan Marchel gak akan pernah lakuin itu" bantah Marchel yang membuatku seketika menoleh ke arahnya


Apa maksudnya?


Marchel menatapku yang kebingungan dengan senyuman khasnya


"Mama sebaiknya pulang, Marchel mau istirahat" pintanya


Tante mira berdengus kesal dan pergi di ikuti oleh bapak di belakangnya, sebelum benar benar pergi bapak menoleh menatapku sedangkan aku mengalihkan pandanganku


Marchel mengusap lembut lenganku dan menarik wajahku menyentuh dada bidangnya membuatnya menjadi sandaranku


"Menangislah jika kamu memerlukannya untuk melepas kesedihanmu" ucapnya yang membuatku langsung menangis dan memeluk tubuh marchel kuat


"hanya kali ini, setelah itu kamu tidak di izinkan untuk menangis lagi" ucapnya kembali yang membuatku tersenyum

__ADS_1


Aku mau kamu tetap di sisiku Marchel


Kata kata itu hanya mampu terucap di dalam hati


__ADS_2