
"Pak tolong antar saya ke hotel yang jauh dari hotel ini" pintaku
"Baik"
Selama perjalanan aku hanya menangis dan menangis mengingat perlakuan Marchel
Kenapa Marchel? Kenapa?
Apa kamu begitu tidak inginnya menyentuhku?
Apa kamu ada perempuan lain?
Tangisku semakin pecah hanya memikirkan itu
"Pak, apa saya boleh tanya? " ucapku pada sopir taxi
"Silahkan mbak mau tanya apa? "
"Mm gak jadi deh pak" ucapku mengusap sisa sisa air mata
"Oh iya pak, kalau bisa jangan ke hotel tapi homestay aja ya tapi yang jauh dari tempat tadi" pintaku
"Baik mbak"
Sopir taxi itu pun mengantarku ke sebuah homestay yang sederhana dan juga jauh dari hotel tempat Marchel menginap, segera ku rebahkan tubuhku karena merasa lemas gara gara terlalu banyak menangis
***
__ADS_1
Marchel POV
Ku guyur tubuhku di bawah derasnya air shower, mencoba mendinginkan pikiran dan segalanya
Bukan tak menginginkannya tapi saat aku menyentuh Maura, sekelebat ingatan tentang kecewanya Maura saat kehilangan anak kami membuatku takut
Begitu takut hingga aku sanggup menahan hasratku berbulan bulan, aku takut melihat Maura kembali menangis aku takut Maura kecewa
Hampir setengah jam aku mengguyur tubuhku hingga di rasa cukup aku pun keluar dari kamar mandi namun perasaan aneh langsung menyelimuti hatiku begitu pandangan mataku tak menemukan keberadaan Maura
Sepi,,,
Itulah yang dapat di gambarkan pada kamar yang saat ini ku tempati
"Mauraa,,, "
"Mauraaa"
Panggilku sembari menyusuri setiap tempat di kamar hotel ini, tak menemukan keberadaan Maura aku segera bergegas menelfon ponsel Maura namun lagi lagi kekhawatiranku bertambah saat nomor yang ku hubungi tersebut tidak aktif
Aku segera berlari menuju resepsionis menanyakan siapa tau mereka melihat istriku dan tak lupa ku hubungi Julius agar membantuku mencarinya
Marchel Pov End
****
Sesampainya di penginapan baru, aku langsung merebahkan tubuhku di atas tempat tidur
__ADS_1
Lelah, kecewa, marah, sedih semua menjadi satu, ingin sekali rasanya segera terlelap agar kenangan buruk yang baru saja ku alami dapat ku lupakan meski sejenak
Namun kenyatakan berkata lain,sangat sulit rasanya mata ini untuk terlelap sehingga membuatku semakin gusar
Ku langkahkan kakiku keluar dari penginapan untuk sekedar menghirup angin malam yang segar
"Mbak maaf numpang tanya" ucapku sopan pada seorang perempuan yang duduk di depan penginapannya
"Iya kenapa mbak? "
"Deket sini ada tempat yang bisa di kunjungi enggak jam segini? Maksudnya kayak cafe, mall atau pantai mungkin" tanyaku sambil melirik jam tangan yang menunjukkan pukul 23.05
"Hm kalau pantai sih gak ada mbak,, jauuh tapi kalau cafe gitu ada yang 24 jam" jelasnya
"Oh ya? Maaf mbak bisa kasih tau saya di mana tempatnya? " tanyaku balik
"Oh iya iya, mbak cukup ikuti jalan ini aja sesampainya di jalan raya mbak belok kiri jalan sedikit lagi mbak bakal ketemu sama cafenya, deket koq" ucapnya ramah
"Wah makasih banyak ya mbak,, maaf mengganggu"
"Gak papa koq, santai aja" senyumnya
Dan aku pun segera bergegas menuju tempat yang perempuan tadi arahkan, sesampainya disana banyak coffe shop, restauran dll yang masih buka
Aku pun masuk ke salah satu coffe shop dan memesan Capucino dan sedikit cemilan untuk menemani malamku
Aku memutuskan untuk menonton youtb di Hp ku seraya menikmati capucino yang aku pesan tadi
__ADS_1