
"Raa,, kamu dari mana aja? Semalem aku cari ke club katanya kamu ambil cuti, tapi di rumah sakit kamu gak ada" tanya maya yang baru saja pulang
"Aku,,, aku ke makan ibu" bohongku
"Ra kamu habis nangis? " tanyanya tiba tiba memperhatikanku
"Mm iya karena terlalu kangen sama ibu"
"Ra kamu gak usah bohong, pasti terjadi sesuatu kan? " kembali maya menekankan pertanyaannya seakan ia ingin kejujuran
"May,, sebenernya" ucapku ragu
"Kenapa Ra, ayo duduk dulu" pintanya menuntunku duduk di sofa ruang tamu
Aku menjelaskan segalanya pada maya dalam tangis, maya terlihat sangat marah
"Kurang ajar berani sekali putra membohongiku" marahnya
"Pak Putra? " tanyaku bingung
"Putra dan Marchel adalah sahabat Ra, bahkan yang aku dengar club yang Putra kelola itu dananya berasal dari Marchel" jelas maya yang membuatku kaget
Jadi kemaren itu ada campur tangan dari pak Putra? Aku benar benar tidak pernah membayangkannya, padahal aku sudah sangat percaya pada pak putra tapi.....
"Sekarang kamu mau kemana Ra? " tanya maya kembali
__ADS_1
"Aku mau menemui nenek, mm may aku boleh minta tolong? " tanyaku
"Apa? Katakan saja Ra"
"Tolong wakili aku menemui pak Putra, katakan padanya aku mau resign dan,,, " aku merogoh tas dan memberikan amplop kepada maya
"Tolong berikan ini pada pak Putra" ucapku sambil menitikkan air mata
Maya hanya mengambilnya tanpa berniat bertanya apa apa lagi padaku
Aku berjalan menyusuri trotoar dalam keadaan melamun, bukan melamun dengan pikiran kosong namun memikirkan banyak hal
Haah kenapa aku harus kaget? Keluargaku saja begitu tega menelantarkanku dan memanfaatkanku apalagi yang hanya orang lain seperti pak putra?
Sudahlah mau di kata apa lagi nasi sudah menjadi bubur, lebih baik aku melanjutkan cerita hidupku yang Allah tuliskan dari pada terus bersikap menyedihkan seperti ini
"Nenek gimana keadaannya? Sudah baikan? "
"Sudah nak" jawabnya lemah
"Permisi nona Maura, dokter ingin bertemu anda di ruangannya" ucap seorang perawat
"Baiklah, terimakasih" senyumku
"Nek,, nenek tunggu disini ya maura mau menemui dokter dulu" ucapku lembut
__ADS_1
***
"Jadi nenek saya harus di operasi secepatnya dok? " tanyaku
"Iya mbak, kalau bisa jangan lebih dari dua hari karena kondisinya saat ini semakin melemah" jelasnya padaku
"Iya dok, kalau begitu saya pamit keluar dulu" ucapku meninggalkan ruangan dokter
Ya Allah harus cari kemana biaya operasi untuk nenek, bantu hamba Ya Allah
Tangisku dalam sujud
Sudah 2 hari aku mencari pinjaman kesana kemari tapi tidak ada yang mau memberinya selain nominalnya yang tinggi juga karena aku tidak punya barang berharga sebagai jaminannya
Ini sudah sore tapi aku juga belum mendapatkan uangnya, saat ini aku hanya memegang uang 1,5 juta masih jauh dari kata cukup lebih baik aku kembali ke rumah sakit
Tapi aku tidak tega melihat wajah nenek yang sendu, aku gak mau terjadi apa apa dengan nenek tapi uangnya,,,, hiks hiks
Aku memutuskan kembali ke rumah sakit karena sudah pasrah tidak bisa mendapat pinjaman uang
Saat memasuki ruangan nenek aku sangat kaget karena tidak menemukan nenek disana
"Bu liat nenek saya tidak? " tanyaku pada pasien di sebelah nenek
"Tadi keadaannya memburuk, dokter membawanya ke UGD" jelasnya
__ADS_1
Aku langsung berlari menuju UGD disana terlihat seseorang yang tak ingin kutemui sedang duduk dengan santai