Tangisan Maura

Tangisan Maura
Tante Mira


__ADS_3

"Sayaaaang, tidur yuuk" ucapku bergelayut manja di lengannya dan benar saja Marchel menghentikan aktifitasnya dan ku lihat Marchel yang membuang nafas kasar sambil menyimpan laptopnya di atas nakas


"Kenapa? Kamu marah sama aku? " cemberutku bohong


"Enggak"


"Bohong, dari tadi kamu diem aja kamu pasti marah kan sama aku? "


"Enggak sayang, aku cuma kesal sama Felicia" jelasnya lagi


"Ya sudah, sekarang kan kamu di rumah lagi sama aku kenapa masih mikirin Felicia" kesalku dengan melipat tangan di dada


"Bukan gitu sayang, tapi aku gak terima aja kamu di perlakukan gitu sama Felicia" ucapnya lagi yang membuatku tersentuh


"Ya udah sekarang kamu gak usah mikirin soal yang tadi lagi, sekarang kita tidur aja ya" bujukku


"Hm boleh lagian aku udah kangen" ucapnya dengan seringai yang sedikit menakutkan menurutku


"Eh tapi... "


Belum sempat ku selesaikan kalimatku Marchel sudah menyerangku terlebih dahulu dan percintaan kami pun terjadi

__ADS_1


****


"Sayang aku koq gak enak pikiran ya? " tanyanya padaku


"Emang kamu mikir soal apa? " tanyaku saat kami sedang sarapan


"Enggak tau juga, yang jelas saat bangun pagi tadi aku udah gak tenang,,, sayang kamu jangan kemana mana ya di rumah aja" pintanya padaku


"Iya sayang aku di rumah aja"


"Ya udah aku berangkat kerja ya, baik baik di rumah" pamitnya seraya mencium lembut keningku


Aku mengantar Marchel hingga ke pintu depan memastikan mobil yang Marchel kendarai sudah berangkat


Baru sekitar 20 menit Marchel berangkat kerja tiba tiba saja bel rumah berbunyi


"Maaf Nyonya, nyonya besar ingin bertemu Nyonya" ucap paman Agus


"Hm baiklah, terimakasih paman" ucapku seraya turun dari tempat tidur


Saat menuruni tangga dapat ku lihat wajah ibu mertuaku itu seperti sedang marah dan benar saja begitu melihatku beliau langsung berdiri dari duduknya

__ADS_1


"Enak sekali ya kamu hanya numpang hidup dengan anak saya, jam segini masih tidur sedangkan anak saya sudah berangkat kerja kamu malah enak enakan di rumah hanya makan, tidur, belanja" bentaknya padaku


"Tante silahkan duduk, mau sarapan dulu? " tawariku dengan mencoba tersenyum


"Saya kesini bukan mau numpang makan apalagi numpang hidup seperti kamu, kamu tidak usah berlagak seperti Nyonya rumah ini" bentaknya lagi padaku


"Maaf tante ada perlu apa ya? " tanyaku


Namun tante Mira langsung menghampiriku dan menamparku cukup keras


"Itu balasan karena kamu sudah berani menampar Felicia" ucapnya


"Kenapa tante menamparku untuk Felicia? Kenapa tante tidak bertanya terlebih dahulu siapa yang salah? " tanyaku


"Tidak perlu aku tidak peduli karena bagiku apapun yang Felicia lakukan itu benar" bentaknya padaku dan aku pun hanya tersenyum getir


"Kenapa? Kenapa tante tidak menyukaiku? Apa karena aku anak dari suami tante saat ini? " tanyaku tersenyum pahit namun kembali tante mira menamparku


"Tutup mulutmu itu, tapi apa yang kamu katakan ada benarnya juga,,, aku membencimu karena kamu anak dari istri pertama suamiku yang kedua karena kamu tidak sederajat dengan keluargaku " hinanya


"Tapi perempuan yang tidak sederajat ini adalah perempuan yang anak tante cintai" balasku kembali yang membuat tante Mira semakin murka

__ADS_1


"KAMUU....


__ADS_2