Tangisan Maura

Tangisan Maura
Cobaan 2


__ADS_3

"Mungkin untuk sementara harus rutin minum obat jantungnya agar tidak semakin parah dan untuk seminggu ini harus tinggal di rumah sakit agar tidak kambuh lagi tapi memang penyakit nenek anda harus operasi" jelas dokter padaku


"Kira kira biayanya berapa dok? " tanyaku


"Untuk operasi 200 juta, tapi belum dengan obat obatan yang lain" jelasnya yang membuat tubuhku lemas seketika


Setelah dokter pergi aku pun menjenguk nenek yang masih tertidur lelap karena efek obat


"Ra, kamu harus sabar" ucap maya seraya menguatkanku


"Maaf nona, sebaiknya anda mengurus biaya administrasi terlebih dahulu agar nenek anda bisa segera di pindah ke kamar" ucap seorang perawat yang tiba tiba datang


"Biar aku yang urus,, kamu jaga nenek aja ya" pinta maya padaku dan aku hanya mengangguk


"Maya" panggilku sebelum maya meninggalkan ruangan


"Aku,,, aku mau kerja di tempatmu" ucapku mantap karena jujur otakku sudah buntu mengenai biaya rumah sakit nenek


"Baiklah" jawab maya dan berlalu meninggalkan ku dan nenek


Maya mengurus semuanya termasuk biaya administrasi, aku berjanji akan mengembalikan uang maya secepatnya


Nenek sudah di pindah ke kamar inap yang di huni empat pasien karena kendala biaya aku meminta kamar inap yang paling murah


Kring kring kring


"Halo"

__ADS_1


"...... "


"APAAA? "


"......."


"Baik, terimakasih bu infonya"


"Ada apa ra? " tanya maya yang ikut menemaniku


"May, tolong jagain nenek sebentar bisa? Aku harus pulang ada hal darurat" jelasku


"Baiklah, tapi ingat aku kerja jam 7 malam"


"Baiklah terimakasih may"


"Tuan tuan tolong jangan keluarkan barang barang saya, apa yang kalian lakukan? " tanyaku saat tiba di rumah melihat orang orang yang berbadan besar mengeluarkan bajuku dan juga nenek


"Mulai sekarang rumah ini di sita, kamu atau keluargamu yang lain harus pergi secepatnya" bentaknya padaku


"Maksud kalian apa? " tanyaku yang kebingungan


"Mai sudah menggadaikan sertifikat rumah ini untuk membayar hutang hutangnya"


"Apa? Mai? Siapa mai? " tanyaku bingung


"MAIMUNAH, dia sudah meminjam uang 200 juta pada majikan kami dan tidak sanggup membayarnya jadi rumah ini kami sita"

__ADS_1


Apa? 200 juta? Untuk apa bibi meminjam uang sebanyak itu?


Pikirku


"Tuan saya mohon, tolong beri saya waktu untuk berbicara dengan bibi" pintaku


"Percuma, maimunah sudah kabur jadi rumah ini pun harus kami sita" jelasnya dan lagi lagi membuatku kaget


Bibi kenapa bibi tega sekali


"Cepaat pergii" bentak orang suruhan tersebut


"TUNGGU... " tiba tiba datang seorang laki laki kira kira berusia 40 tahunan


"Kamu mau rumah ini agar tidak di sita? " tanyanya padaku dan aku hanya mengangguk


"Bisa" ucapnya dan mataku langsung berbinar


"Asaal kamu mau jadi istri ke 5 saya" ucapnya enteng


Apaa? Istri ke 5 ? Dia masih waras kan?


"Bagaiman? Kamu setuju? "


"Maaf tuan saya tidak setuju, kalau anda ingin rumah ini silahkan ambil... Lebih baik saya jadi gembel dari pada saya harus menjadi istri ke 5 tuan" ucapku mantap dan langsung berlalu pergi membawa baju nenek dan beberapa bajuku


Aku berjalan dengan membawa dua tas tentengan berisi baju, entah setelah ini aku harus tinggal dimana

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit aku menceritakan segalanya pada maya, dan maya memintaku untuk tinggal di rumahnya selama aku belum bisa mengontrak rumah atau kost kostn


__ADS_2