Tangisan Maura

Tangisan Maura
Tawaran


__ADS_3

Bu Ajeng langsung memecatku begitu saja tanpa adanya uang pesangon dan lain lainnya, bahkan gaji bulan ini pun tidak ia berikan padahal tiga hari lagi adalah hari gajian


Aku berjalan gontai meninggalkan ruangan kerja bu Ajeng


"Raaa,,,, " panggilnya padaku namun aku tak kuasa menengok ke arah belakang


"Mauraaa" panggilnya lagi


Segera ku hapus air mataku yang tadi sempat lolos karena tak ingin ada yang melihat


"Iya ri? " jawabku pad


"Katanya kamu di panggil bu Ajeng ya? " tanyanya penasaran


"Hm iya"


"Kenapa? "


"Gak kenapa napa koq ri" bohongku


"Ra, kamu gak usah bohong sama aku.... Kamu bisa cerita apa aja sama aku" pintanya


"Enggak ada rii, udah mending kamu balik kerja lagi deh takut di marahin bu Ajeng"


"Kamu mau kemana? Gak kerja? "


"Aku udah gak kerja di sini lagi, ya udah ya aku harus pulang buat ngurusin nenek" ucapku berusaha mengakhiri percakapan dengan Ria


"Raaaa,,, mauuraaa" teriaknya lagi karena aku terus berjalan menjauhinya


Pikiranku terus bertanya tanya dimana aku bisa mendapatkan pekerjaan yang bisa menghasilkan uang lebih banyak untuk berobat nenek?

__ADS_1


Aku terus berjalan dengan keadaan melamun , suasana hatiku tak menentu antara sedih kecewa marah bingung semua bercampur menjadi satu


BRUUKK


"Aaww " ringisku ketika menyadari tubuhku sudah jatuh menyentuh aspal


"Mbak hati hati dong kalau jalaan,, pakek matanya" bentak seorang wanita paruh baya padaku


"Maaf maaf, temen saya lagi gak enak badan" jawab seorang perempuan yang tadi berlari menghampiriku


"Kalau sakit ke rumah sakit dong jangan keluyuran malem malem gini" kembali wanita paruh baya itu membentakku


Perempuan yang tadi membelaku membantuku untuk berdiri dan mengajakku duduk di salah satu kursi di pinggir jalan


"Kamu gak apa ra? " tanyanya


"Gak papa koq makasih mbak" ucapku sopan


"Maya? Bener maya kan? " tanyaku


"Iyaa aku maya" senyumnya dan segera memelukku erat


"Ra kamu tau aku tuh nyari kamu kemana mana,, habisnya kamu itu setelah lulus SMP langsung ngilang gitu aja, aku pikir kamu pindah ke luar kota" jelasnya


"enggak koq may,, aku gak kemana mana"


"Kamu ngapain ngelamun gitu? Untung kamu gak kenapa napa" cemasnya


"Aku lagi bingung may"


"Bingung kenapa? "

__ADS_1


"Aku baru aja di pecat dari tempat kerja"


"Ya ampuun kasian banget kamu"


Aku hanya menunduk sedih karena memang bingung harus bagaimana


"Mm Ra,, di tempatku bekerja lagi buka lowongan sih, tapi aku gak yakin kamu mau terima atau enggaknya"


"Kenapa begitu may? " tanyaku bingung


"Mmm gimana ya jelasinnya,,, aku kerja di club Ra "


"Kamuu.... "


"Iyaa Ra, apa yang kamu pikirin bener tapi disana lagi butuh buat yang antar minuman koq, kalau kamu mau aku bisa bantu kamu kerja disana... Kamu gak harus ngelayani tamu dan gajinya di bayar perhari" jelasnya lagi namun aku tetap masih ragu


"Kalau kamu gak mau gak apa Ra,, lagian menurutku juga gak baik kamu kerja disana"


"Gajinya berapa may? " tanyaku ingin memastikan


"Kalau gak salah setiap minuman yang kamu antar itu seharga 200 ribu, beda lagi kalau tamu VIP kayaknya 500 ribu deh,, dan tamu VVIP antara satu juta atau bisa lebih"


Aku sedikit menimbang nimbang tawaran dari maya, gajinya memang menggiurkan tapi kalau harus kerja di tempat seperti itu?


.


Hai hai hai


Dateng lagi akuuuuuu


Semoga kalian suka ya karya baruku

__ADS_1


__ADS_2