Tangisan Maura

Tangisan Maura
Entah kenapa


__ADS_3

"Sayang koq tumben kamu tidur lagi habis sholat? " tanyanya yang ikut berbaring di sebelahku


"Menurut kamu? " dengusku kesal


"Apa? " tanyanya pura pura polos


"Udah ah aku ngantuk" ucapku membelakangi Marchel


"Sayaaang" panggilnya yang sudah menempelkan bibirnya di cekuk leherku


"Emmm Marcheeel"


"Junior bangun" ucapnya


"Haa? Tapi,, tapi,, ah" desahku karena tangan marchel sudah menelusup masuk ke area sensitifku


"Sebentar aja yaah" bujuknya


"Emmh,,, bohong, sebentar,, nyah,, be,, berapah jam? " tanyaku karena sudah hafal betul kata sebentar menurut Marchel


"Sebentar pokoknya" ucapnya yang langsung menarik tubuhku agar terlentang


Benar saja tak perlu waktu lama Marchel sudah membuat tubuhku polos tanpa sehelai benangpun


Dan sebentar yang Marchel maksud di awal adalah dua jam, entah apa yang terjadi padanya tumben sekali ia membuatku tepar tak bertenaga


Marchel Pov


Setelah mendengar Maura pulang aku sengaja mengikutinya ke kamar, sesampainya di kamar ternyata ia masih mandi


Begitu melihatnya selesai mandi aku langsung melancarkan aksiku karena sudah seminggu sejak Maura meminum obat yang ku berikan dan sudah seminggu pula aku tidak mendapat jatah karena kesibukan di kantor


Aku terus meminta maura mengulang pencintaan kami, entah kenapa rasanya aku tak ingin lepas darinya bahkan malam ini pun aku sampai melakukannya empat ronde dan sampai melewatkan makan malam


Bukan hanya itu, selesai sholat pun aku meminta maura mengulangnya sebenarnya kasihan melihat maura yang kelelahan tapi entah kenapa aku tak bisa berhenti

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 11 siang, maura masih setia di alam mimpinya


Aku memutuskan mengambil cuti satu hari karena ingin menemani maura di rumah


Pak agus, suruh koki masak makanan bergizi untuk nyonya dan antar ke kamar ya


Pintaku melalu panggilan telefon di kamar


Lima puluh menit kemudian


Tok tok rok


Akupun berjalan mendekat ke arah pintu


"Tuan saya membawakan pesanan tuan" ucapnya menunduk


"Hm suruh pelayan perempuan itu mengantarnya ke dalam" pintaku


"Baik tuan" ucap pak Agus dan langsung memerintahkan pelayan yang membawa makanan untuk masuk


"Sayang bangun" ucapku mengelus lembut rambut maura yang berantakan


"Sayang ayo makan dulu" ucapku kembali sedikit mengguncang tubuh maura


"Mmm"


"Aku suapi ya, kamu harus makan" ucapku lembut


Maura sedikit membuka matanya dan menatapku dalam diam, terlihat raut lelah di wajahnya yang membuatku merasa kasihan


"Maaf sayang" ucapku lirih


"Kenapa? " tanyanya bingung


"Maaf karena aku gak bisa jadi suami yang baik" ucapku menunduk

__ADS_1


"Maksudnya? "


"Bukan apa apa, aku suapi ya" pintaku dan maura langsung duduk bersandar di kepala ranjang


Aku menyuapinya perlahan dan memastikan makanannya habis sedangkan Maura hanya menuruti tanpa membantah apapun


"kamu mau mandi? " tanyaku dan maura hanya mengangguk


"Kamu mau apa? " tanya nya tiba tiba


"Menggendongmu ke kamar mandi" ucapku


"Apaa??? "


"Kamu masih lelah, biar aku memandikanmu" saranku dan maura hanya diam


Selesai memandikannya aku membantunya menyisir rambutnya


"Mau kemana? " tanyaku


"Ke taman belakang"


"Ngapain? " tanyaku bingung


"Mau duduk santai aja, kenapa? "


"Ikuut" ucapku dan membuat Maura seketika menghentikan langkahnya


"Kamu kenapa? " tanyanya setelah membalik menghadapku


"Maksudnya?" aku tiba tiba bingung dengan pertanyaannya itu


"Kenapa kamu jadi aneh gini? Semalam kamu sampek segitunya,hari ini gak kerja tadi kamu suapin aku sekarang malah ngekor gini" ucapnya


Aku seketika diam karena memang rasanya tidak ingin jauh jauh dari Maura

__ADS_1


__ADS_2