Tangisan Maura

Tangisan Maura
Pertemuan


__ADS_3

"Ra, paman kamu dimana? " tanya maya saat kami berada di rumahnya untuk bersiap berangkat kerja


"Hm paman kerja ke luar kota, jadi buruh bangunan tapi gak jelas kapan pulangnya"


"Kamu gak pernah menghubungi pamanmu? " tanyanya padaku


"Kalau aku yang menghubungi paman tidak akan merespon" jelasku


"Ya udah ayo kita berangkat, ini kan hari pertama kamu kerja" ajaknya


"Ayo"


Disisi lain seorang laki laki dengan setelan jas mahalnya sedang duduk frustasi di kursi kebesarannya


"Aku tidak mau tau, kamu harus membuat perempuan itu hilang dari negara ini.. Terserah kemana kamu akan membuangnya yang jelas aku tidak mau melihatnya lagi" perintahnya mutlak pada asistennya


"Baik tuan , maaf tuan tadi nyonya meminta anda untuk hadir di acara ulang tahun beliau di bandung"


"Hmm segera urus penerbangannya"


"Baik tuan"

__ADS_1


Asisten itu pun berlalu meninggalkannya sendirian


Dia adalah Marchel Saputra seorang pebisnis muda berusia 35 tahun yang sudah di kenal di Asia, bahkan bisnisnya sudah mulai merambat ke pasar International


Laki-laki yang sangat dingin, angkuh.


Marchel adalah sosok laki laki yang susah di taklukkan hatinya namun tiba tiba kehadiran seorang model cantik yang baru memulai karirnya membuat sosok Marchel berubah, Marchel mencoba menjalin hubungan dengan model tersebut dan membuatnya menjadi model terkenal namun hubungan mereka harus berakhir di tahun ke 3 mereka berpacaran karena Marchel memergoki sang pacar sedang bercinta dengan seorang sutradara film


Hal itu membuat sosok Marchel menjadi lebih kejam terutama kepada kaum hawa, ia sering bergonta ganti perempuan hanya untuk bersenang senang, bukan hanya perempuan bayaran bahkan model, aktris atau bahkan anak pejabat pun di embatnya hanya untuk memuaskan nafsu dan kemarahannya pada sosok sang mantan


Di tempat lain , hari ini adalah hari ke empat maura bekerja sebagai pembawa minuman untuk tamu tamu di club tak jarang para pengunjung selalu menggodanya namun bersyukur Maura selalu bisa pergi menghindar


"Ra, kamu bisa tolong antar minuman ke ruangan VVIP? " tanya pak Putra selaku pemilik club tempatku bekerja


"Iyaa kamu, soalnya susi lagi cuti hari ini" jelasnya


VVIP..? Bukannya mengantar minuman kesana upahnya mahal? Aku bisa cepat menabung untuk biaya rumah sakit nenek


" baiklah pak" jawabku riang


Aku harus berganti baju sebelum mengantar minuman ke ruang VVIP karena baju yang di kenakan untuk mengantar minuman kesana adalah seragam khusus

__ADS_1


Bajunya bagus banget tapi sayang ini terlalu terbuka


Pikirku karena baju tanpa lengan yang hampir memperlihatkan belahan dadaku sedangkan rok nya sangat mini, mungkin kalau aku berjongkok maka dalamanku akan terlihat


sudahlah hanya sekali ini, kapan lagi aku mendapat upah tinggi hanya dengan mengantar minuman


Pikirku kembali


Aku bersiap mengambil minuman yang akan aku antar, lorong menuju ruangan VVIP memang sangat berbeda dengan yang lain


Lorong dengan nuansa merah maron kombinasi gold sangat indah di pandang mata, aku terpukau karena ini kali pertama aku menginjakkan kaki di lorong VVIP


Tok tok tok


Setelah mengetuk segera ku buka pintu ruangan yang terlihat megah itu, perlahan mataku terpesona pada furniture yang terdapat di dalam ruangan


Sangat mewaah dan besar, bahkan lebih besar dari rumahku dulu


Mataku tertuju pada sosok laki laki yang memakai kemeja berwarna navy dengan lengan baju yang di gulung hingga siku


SEMPURNA

__ADS_1


Gumamku


__ADS_2