Tangisan Maura

Tangisan Maura
Tawaran


__ADS_3

Aku langsung berlari menuju UGD disana terlihat seseorang yang tak ingin kutemui sedang duduk dengan santai dan seorang dokter tengah berbicara dengan sosok laki laki yang tidak ku kenali


"Dok nenek saya gimana keadaannya? " tanyaku yang masih ngos ngosan karena berlari


"Nenek anda harus segera di operasi kalau tidak,,,, "


"Apa tidak bisa di operasi dulu dan uangnya menyusul dok? " tanyaku penuh harap


"Maaf mbak, peraturan di rumah sakit ini harus membayar uang operasi terlebih dulu" ucapnya


Aku seketika diam karena bingung dan takut terjadi sesuatu pada nenek


"Aku bisa membantumu" kalimat itu terdengar dari seseorang yang dari tadi hanya duduk santai


Segera aku menoleh ke arahnya dan menatapnya penuh tanda tanya


"Bagaimana? " tanyanya yang sudah berdiri tepat di hadapanku


"Apa syaratnya? " tanyaku to the point karena aku sangat paham maksud di balik bantuannya itu, aku sudah mendengar cerita tentang laki laki ini dari maya


"Gadis pintar, aku suka itu"


Ia mengeluarkan tangannya yang sejak tadi bersembunyi di dalam saku celananya


"Julius" panggilnya dan asisten yang tadi ku lihat berbicara dengan dokter datang menghampiriku membawa sebuah map berwarna biru

__ADS_1


"Nona Maura, tuan muda akan membantu biaya operasi nenek anda bahkan biaya biaya pasca operasi, tuan akan menyewa suster khusus untuk membantu dan mengawasi nenek anda selama 24 jam, setelah nenek anda sembuh tuan juga menyiapkan sebuah rumah lengkap dengan semua kebutuhan nenek anda termasuk dokter pribadi dan perawatnya dengan syarat anda harus setuju untuk menjadi istri tuan muda tapi bukan istri yang di akui secara negara tapi kalian menikah hanya secara agama"


Aku hanya terdiam bingung dengan maksud di balik ini semua


kenapa dia memintaku menikah sirih dengannya? Apa dia juga menikahi perempuan perempuan lainnya secara sirih?


"Apa syarat yang kamu ajukan setelah menikah? " tanyaku kembali


"Rupanya kamu cukup tanggap ya, sepertinya aku tidak salah orang" ucapnya lagi


"Ini silahkan nona baca dulu, jika setuju silahkan tanda tangan dan nenek anda akan segera di operasi" jelas julius padaku


Aku mengambil map tersebut dan ku baca satu persatu syarat yang ia ajukan


**Pihak I Marchel


**1.bersikap selayaknya suami istri hanya bila sedang di rumah


2.orang lain tidak boleh tau tentang hubungan pihak I dan pihak II


3.jika bertemu di luar rumah harus bersikap tidak pernah kenal


4.pihak II harus melayani segala kebutuhan pihak I


5.pihak II harus mematuhi pihak I

__ADS_1


6.setiap bulan pihak I akan memberikan uang bulanan selayaknya suami memberi nafkah kepada istri


7.pihak II harus melayani pihak I terutama di atas ranjang


8.selama pernikahan tidak ada anak yang lahir



Pihak II tidak boleh meminta pisah kecuali pihak I yang menginginkan


Pernikahan ini berlangsung sementara sesuai batas waktu yang di tentukan oleh pihak I



Dan masih banyak lagi, peraturan berisi 50 aturan yang harus di patuhi pihak I**


"Apa apaan ini? Peraturan nomer 7 apa bisa di hapus? " tanyaku


"Kamu pikir aku memberimu segalanya hanya untuk apa? Jika nomer 7 di hapus sama saja kamu menolak penawaran ini" sindirnya padaku


Bagaimana ini ya Allah, tapi nenek,,,,


"Cepat berikan keputusanmu, aku bukan orang pengangguran yang hanya menunggu jawabanmu" jelasnya lagi


"Baiklah aku setuju tapi,,, bagaimana jika suatu hari aku hamil? " tanyaku ingin memastikan

__ADS_1


"Cukup....


__ADS_2