
"Kamu cantik banget" ucapnya yang membuatku malu
"Baru sadar ya" ucapku mengalihkan agar tidak terlihat jika saat ini rasanya jantungku hendak melompat keluar
"Mmm baru sadar kalau ternyata istriku secantik ini" kembali kalimat marchel membuat ku merona
"Berhenti merayu, ayo cepat kita berangkat" ucapku meninggalkan marchel
"Sayang tunggu" manjanya
"Marchel berhentilah, kamu membuatku malu"
Ucapku kesal dan marchel hanya tertawa lepas
Hari ini marchel membawaku ke mall untuk belanja, tumben ya tumben karena biasanya Marchel hanya akan membawaku ke tempat tempat pribadi yang tidak ramai
"Marchel lepas tanganmu" pintaku karena sedari tadi marchel menggengam tanganku erat
"Kenapa? " tanya marchel dengan polosnya
"Kalau kamu seperti ini terus yang ada orang lain akan tau mengenai hubungan kita" jelasku
"Kamu tidak suka orang lain tau kalau kamu istriku? " tanyanya lagi
Marchel apa apaan sih? Bukannya dia yang menulis di kontrak itu?
Pikirku
"Kamu menyukai orang lain? " tanyanya kembali
"Bukan begitu"
"Lalu apa? "
"Bukannya kamu yang menulis di kontrak kalau tidak ada yang boleh tau mengenai hubungan kita" ucapku sedih
Marchel hanya diam dan melepas genggaman tangannya karena memang benar bahwa ia yang membuat perjanjian itu
"Ra, kamu pilih baju aja dulu aku mau ke toilet"
__ADS_1
"Iya, jangan lama lama"
Selagi maura sibuk memilih baju aku segera mnghubungi dokter ike, dokter pribadi keluarga
"Halo dok"
".... "
"Iya saya mau minta tolong,, tolong resepkan obat agar maura bisa cepat hamil" pintanya
"..... "
"Ini urusan saya, kamu atau yang lain tidak perlu tau alasannya"
"..... "
Segera ku akhiri panggilan telefon tersebut
Ra, aku gak akan biarin kamu pergi dari hidupku tidak akan
Aku kembali menemui maura di butik baju
"Sudah dapat bajunya? " tanyaku
"Ya sudah kamu beli saja semuanya" ucapku
"Marchel tidak boleh begitu, jangan membuang buang uang sembarangan" marahnya
"Ya sudah cepat pilih, kalau tidak aku akan beli semua baju disini" ancamku
"Iya iya, dasar kamu"
Aku mengajak maura belanja, jalan, makan dan lain lainnya
yang jelas hari ini aku senang melihat maura bisa tertawa lepas setidaknya ia melupakan kesedihannya kemarin
"Ra" panggilku
"Hmm"
__ADS_1
"Kamu masih suntik kontrasepsi? " tanyaku ragu
"Iya kenapa? "
"Kapan waktu perpanjangnya? "
"Hmm kalau tidak salah seminggu lagi" ucapnya
"Kamu tidak usah perpanjang" perintahku
"Kenapa? "
"Kamu ganti obat saja, aku sudah pesan di dokter ike katanya itu lebih aman" bohongku
"Benarkah? "
Aku hanya mengangguk mencoba meyakinkan
"Baiklah" ucapnya lagi kami pun melanjutkan makan malam yang berada di outdoor itu menikmati tiupan angin malam
kami memutuskan pulang karena jam menunjukkan pukul 11 malam
Saking asiknya jalan jalan sampai kami tidak sadar waktu yang ternyata sudah malam
****
"Nyonya maaf,, di depan ada nyonya besar" ucapnya padaku yang tengah duduk santai di taman belakang
Hmm apa lagi sekarang?
Aku berjalan menemui mama Marchel yang sudah menunggu di ruang tamu
Tante mira sama siapa?
Pikirku
"Tante maaf sudah membuat tante menunggu lama" ucapku seraya mendaratkan bokong di sofa
"Saya tidak ingin menemuimu, saya mau bertemu anak saya,, oh iya ini kenalin namanya Felicia dia calon istri Marchel" jelasnya membelai lembut lengan perempuan yang duduk di sampingnya
__ADS_1
"Oh jadi ini perempuan bayaran yang tante bilang waktu itu ke feli? Hmm ternyata bener ya yang tante bilang" ucapnya dengan senyum kecut
Cantik tapi......