Tangisan Maura

Tangisan Maura
Hinaan II


__ADS_3

Julius menatapku sekilas dan menunduk, sedangkan aku? Aku langsung keluar dari ruangan Marchel karena rasanya hati ku terasa amat sakit


"huuh,, lihat perempuan murahan itu, aku heran kenapa pak Marchel mau membeli perempuan itu berkali kali padahal biasanya pak Marchel tidak pernah mau tidur dengan perempuan yang sama" sindir kedua sekertaris marchel yang memang meja kerjanya di depan ruangan marchel


"Halaah mbak, mungkin mainnya bagus kali di atas ranjang atau palingan dia pakek pelet" timpal kembali sekertaris lainnya


"Padahal mah cantikan kita kemana mana kan? Body nya juga kayak triplek gitu" balas sekertaris yang terlihat lebih senior itu


Aku berlalu meninggalkan mereka karena sudah tidak tahan mendengar sindiran sindiran tajam setiap kali aku menemui marchel di kantor


Aku menangis di dalam lift eksekutif itu, sakit hati, malu, kecewa semua ku rasakan jika mendatangi kantor ini


aku tidak berani mengadu pada julius maupun marchel karena mereka tidak mungkin membelaku


Flashback On


Pernah suatu hari aku mengunjungi kantor Marchel untuk yang kedua kalinya, saat itu salah satu teman Marchel yang merupakan rekan bisnisnya dari perusahaan lain sedang berkunjung


Dan kebetulan Marchel, aku, dan julius akan pergi menemui nenek di rumah sakit karena tiba tiba kondisinya drop dan tanpa sengaja kami bertemu di loby kantor marchel

__ADS_1


"Marchel kamu mau kemana? " tanyanya


"Hm aku ada kerjaan di luar, kamu tumben kesini? " tanya marchel kepada temannya itu


"Ya pengen main aja kebetulan lewat, hm dia siapa? " tatapnya padaku


"Oohh,, dia? Hanya mainanku" ucapnya enteng


"Tumben? Biasanya kamu mainnya sama aktris atau model? " tanyanya kembali


"Pengen yang beda aja lah lex" timpal Marchel yang membuatku melotot tak percaya


"Tapi di liat liat cantik juga, nanti kalau kamu sudah bosan kamu lempar aja ke ranjangku" ucapnya yang membuatku seakan ingin memukul wajahnya itu


"Tenang aja, nanti kalau aku sudah bosan aku hubungi kamu lex" jawab Marchel yang membuatku seketika menatapnya nanar seakan ia sedang ingin memberikan sebuah barang kepada temannya


Flashback OFF


Hiks... Hiks...

__ADS_1


Kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini, apa salahku Marchel? Dan kenapa rasanya hati ini sakit sekali mendengar kalimat yang tadi kamu lontarkan? Seakan akan aku hanya perempuan bayaran, tapi tunggu hahahahahaha aku memang tak jauh beda dengan perempuan bayaran, menikah dan melayanimu hanya untuk Uang agar nenek bisa berobat walaupun kita menikah agar melayani kamu itu halal tapi hiks.. Hiks.. Apa kamu harus memperlakukanku sehina itu?


Teriakku dalam lift


Aku segera menghapus jejak air mata begitu lift sudah hampir sampai di loby kantor, ku lihat wajahku sendiri di pantulan kaca lift yang sudah bengkak karena menangis


Tiiingg


Ku langkahkan kakiku begitu pintu lift terbuka namun aku kembali terhenti begitu menyadari ada tiga perempuan yang menghadang jalanku


"Maaf saya mau lewat" ucapku


"Mau kemana" tanya seorang perempuan berbaju merah


"Saya mau pulang permisi" ucapku lagi namun tanganku di tahan dan tubuhku di dorong membentur tembok


"Mau pulang ke rumah simpanan yang lain ya? " tanyanya menghinaku kini yang berbicara perempuan berbaju hitam


"Itu bukan urusan kalian tolong jangan halangi jalan saya" ucapku emosi

__ADS_1


"Perempuan seperti kamu berani sekali bicara seperti itu ha?? "


"Apa......


__ADS_2