
Ketukan pintu dari luar ruang kerjanya mengganggu konsentrasi Pangeran Albert yang sedang serius membaca berkas yang berada di atas mejanya.
"Masuk !" Pangeran Albert menyahut.
Pintu terbuka, sekretaris istana masuk.
"Ada apa ? kenapa kamu datang ke sini pagi-pagi sekali ?" Pangeran Albert bertanya.
"Maaf mengganggu anda Yang Mulia, ada sedikit masalah yang ingin aku katakan pada anda." Sekretaris istana masih berdiri di posisinya saat masuk, di tengah ruangan.
Pangeran Albert menutup berkas yang sedang di bacanya, menatap serius pada sekretaris istana.
"Baiklah, aku mendengarnya."
Sekretaris istana berjalan mendekati meja kerja Pangeran Albert begitu mendapat izin.
"Ada unggahan dari akun masyarakat tersebar dan banyak di komentar di Internet maupun media sosial."
"Apa isi unggahan itu sampai membuat mu datang pagi-pagi ke sini."
"Isi unggahan itu berisi video Nona Laura yang berada di sebuah gedung bioskop bersama dengan seorang pria."
"Benarkah ?" Pangeran Albert bertanya, tertarik mendengar perkataan sekretaris istana padanya.
"Kamu memiliki videonya ?" Pangeran Albert menambahkan.
"Ada Yang Mulia, akan perlihatkan." Sekretaris istana berjalan mendekat dan berhenti tepat di samping Pangeran Albert, mengeluarkan handphone dari saku bagian dalam jasnya.
Sekretaris istana mengetik layar handphonenya sebelum memperlihatkan sebuah video dengan durasi pendek di layar handphonenya pada Pangeran Albert.
Pangeran Albert dengan serius melihat video yang sedang terputar di handphone sekretaris istana.
"Kapan video ini di unggah ?" tanya Pangeran Albert setelah selesai melihat video itu.
"Kemarin malam Yang Mulia dan sudah di tonton oleh banyak orang." Jawab sekretaris istana.
"Secepatnya kamu urus masalah ini, segera hapus video ini tidak usah masalah seperti ini sampai ke telinga Ayahanda. Jangan sampai menimbulkan masalah yang lebih besar, kamu mengerti ?" Perintah Pangeran Albert.
"Baik Yang Mulia." Sekretaris istana menjawab dengan patuh.
"Kita tidak perlu mengklarifikasi masalah ini cukup hapus saja video ini dari internet. Sebelum kamu mengurus masalah video itu, terlebih dahulu kamu pergi ke kepala keamanan istana. Katakan padanya untuk segera memanggil Edward Adam, aku ingin bicara."
__ADS_1
"Baik Yang Mulia, tapi maaf jika aku sedikit lancang. Apakah pria dalam video itu Edward Adam ? pengawal yang anda perintahkan untuk menjaga Nona Laura ?"
"Iya, dia yang ada dalam video itu."
Sekretaris istana mengangguk mengerti. "Baiklah, aku mengerti. Akan segera ku kerjakan perintah anda." Pamit sekretaris istana sebelum berbalik pergi.
Selesai sarapan pagi, Laura duduk bersantai di ruang tengah dengan handphone di tangannya.
Laura sedang asik menscrol sosial media, melihat status orang yang muncul di berandanya. Gerakan jari tangannya terhenti ketika melihat video yang di unggah dan di bagikan muncul di beranda sosial media miliknya.
Bukannya ini aku ? Pakaian wanita ini sama dengan pakaian yang kemarin aku pakai.
Laura heran dan tidak begitu yakin karena video yang di lihatnya di rekam dari belakang wanita itu.
Iya, wanita yang ada di video ini aku. Ini video kemarin saat aku dan Edward sedang ada di gedung bioskop.
Laura berkata yakin setelah melihat wajah Edward yang terekam dari arah samping. Di video itu terlihat mereka berdua tengah asik bercerita.
Kenapa mereka dengan seenaknya merekam diriku tanpa permisi terlebih dahulu ? ini namanya melanggar privasi seseorang.
Laura mulai kesal dan bertambah geram begitu membaca caption di bawahnya tertulis wanita yang terlihat seperti tunangan Pangeran Albert sedang berjalan berdua dengan seorang pria.
"Dasar orang-orang yang tidak ada kerjaan." Gerutu Laura, meletakkan handphonenya dengan kasar di atas sofa di sebelahnya.
Laura menoleh ke belakang menatap Edward. "Ada orang yang merekam kita berdua kemarin ketika kita ada di bioskop untuk menonton." Jawab Laura mendengus kasar.
"Hmmm..... ternyata begitu." Gumam Edward tidak jelas.
Laura baru menyadari penampilan Edward yang terlihat rapi. "Kamu sangat rapi Edward, kamu ingin keluar ?" Laura bertanya penasaran karena baru kali ini Edward keluar sendiri tanpa dirinya sejak dia di tugaskan untuk menjaganya.
"Iya Nona, aku di panggil oleh Pangeran Albert ke istana."
"Jangan bilang kalau kamu di panggil karena video itu." Ucap Laura dengan wajah bersalah.
"Seperti bukan tentang video itu." Ucap Edward yakin, tidak ingin membebani pikiran Laura walaupun sebenarnya mungkin video itu alasan dirinya di panggil oleh Pangeran Albert.
Laura tersenyum lega. "Baguslah kalau bukan itu alasan kamu dipanggil."
"Kalau begitu aku permisi dulu Nona Laura. Untuk sementara saat aku tidak ada, lebih baik anda jangan dulu keluar rumah." Pesan Edward.
"Baiklah."
__ADS_1
Edward mengangguk pamit sebelum melangkah menuju pintu depan rumah.
Di istana kerajaan di dalam perpustakaan pribadinya, Pangeran Albert sedang membaca buku sambil menunggu kedatangan Edward. Konsentrasinya untuk bekerja hilang dan memilih untuk membaca salah satu buku yang ada di rak buku.
Tok tok tok
Ketukan pintu dari luar.
"Masuk !" Pangeran Albert menyahut.
Pintu terbuka, Edward muncul dari balik pintu dan menutup pintu di belakangnya.
"Yang Mulia memanggilku ?" tanya Edward.
Pangeran Albert menutup buku yang tadi di bacanya.
"Masuklah Edward." Perintah Pangeran Albert karena Edward masih berdiri di tempatnya berdiri di depan pintu.
Edward melangkah mendekati meja kerja Pangeran Albert dan berhenti tepat di depan meja kerja, berdiri tegap tanpa menghiraukan kursi yang berada di sampingnya.
"Kamu tahu apa alasan dirimu ku panggil ke sini ?" tanya Pangeran Albert dengan raut wajah serius.
Edward hanya terdiam, menatap lurus pada Pangeran Albert.
"Sekretaris istana kerajaan datang padaku, dia memperlihatkan sebuah video yang tersebar di internet. Video Laura dan kamu yang sedang berbincang akrab di sebuah gedung bioskop. Bisa kamu jelaskan ?"
"Kemarin Nona Laura dan sahabatnya membuat janji untuk pergi nonton film tapi ketika Nona Laura sudah di sana sahabatnya tidak bisa datang karena tiba-tiba kurang enak badan. Karena sudah terlanjur ada di sana, Nona Laura memutuskan untuk tetap menonton film." Edward menjelaskan.
"Oke penjelasan mu itu aku paham tapi apa kamu ingat tugas utama mu ?"
"Ingat Yang Mulia, tugas utama ku adalah menjaga keselamatan Nona Laura."
"Baguslah kalau kamu mengingatnya, kamu adalah pengawal pribadinya bukan teman baiknya jadi bersikaplah sesuai dengan tugasmu. Jaga sikap mu Edward, dia adalah calon istriku dan calon Ratu negara ini. Ini pertama dan terakhir aku memperingati mu, kamu paham maksud ku bukan ?" Kata Pangeran Albert dingin, menatap tegas pada Edward.
"Aku paham Yang Mulia, akan aku ingat perkataan anda." Edward berkata patuh menunduk.
"Baguslah." Pangeran Albert berkata lega. "Kamu seorang yang kompeten, aku tidak ingin kehilangan orang seperti mu hanya karena kesalahpahaman." Tambahnya, bersandar di kursinya.
"Terimakasih Yang Mulia." Kata Edward menerima pujian dari Pangeran Albert.
"Kamu boleh pergi sekarang, kembali ke keluarga George."
__ADS_1
"Baik Yang Mulia, aku permisi dulu." Pamit Edward, menunduk untuk memberi hormat sebelum berbalik pergi.