Terbelenggu Cinta Seorang Pangeran

Terbelenggu Cinta Seorang Pangeran
Bab 41. Semangat Charlotte


__ADS_3

"Pagi ini kalian ada melihat Edward ?" tanya Laura pada pelayan.


"Setahuku tadi pagi usai sarapan Nyonya menenui Tuan Edward."


"Untuk apa ?" dengan penuh semangat Charlotte memotong pembicaraan pelayan.


"Tuan Edward di perintahkan Nyonya untuk ke istana, memberi tahukan Yang Mulia Pangeran Albert kalau Nona Laura belum bisa datang untuk belajar tata krama karena sedang kurang sehat."


Laura mengangguk mengerti. "Hhmm ternyata begitu." Gumam Laura sambil melirik Charlotte yang memasang wajah cemberut begitu mendengar perkataan pelayan.


"Masih ada yang anda butuhkan Nona ?" tanya pelayan.


"Tidak ada, kalian boleh melanjutkan pekerjaan kalian."


"Baik Nona." Ucap pelayan sebelum pergi.


"Jadi bagaimana ? kamu mau menunggu Edward kembali dari istana ?" tanya Laura pada Charlotte sambil mulai menikmati sarapan pagi nya.


"Dia tidak akan lama kan ?" Charlotte balik bertanya.


"Entahlah, aku pun tidak tahu. Kalau Pangeran Albert tidak memerintahkan dia urusan lain dia pasti akan cepat pulang.


"Tapi bukan kah kamu mengatakan rindu padanya ? jadi kalau rindu, menunggu sedikit lebih lama bukan masalah besar kan ?" Goda Laura pada sahabat nya itu.


"Iya juga sih.....," Charlotte berkata dengan wajah cemberut.


"Biarlah aku menunggu lagian juga aku tidak ada kerjaan di rumah." Tambah Charlotte.


"Bagus kalau begitu."


"Kita ngapain Ara sambil nunggu Edward datang ?"


"Bagaimana kalau baca buku di dalam kamar ku, masih banyak buku yang belum aku baca saat terakhir aku membelinya." Jawab Laura sambil mengunyah sarapan nya.


"Malas ah! Itu sih kesukaan kamu saja, membaca buku membosankan dan membuatku mengantuk."


"Jadi kita mau ngapain ?"


"Entahlah, lebih baik kamu saja yang membaca kalau aku duduk bermalasan sambil buka handphone mau lihat status orang-orang di sosial media."


Laura mengangkat bahu. "Terserah kamu saja."


Laura selesai dengan serapannya, berdiri dari kursinya di susul oleh Charlotte. Langkah mereka terhenti begitu mendengar suara langkah kaki yang masuk ke dalam rumah.


"Itu mungkin Edward, kalau tamu pasti membunyikan bel rumah dan tidak mungkin langsung masuk ke dalam begitu saja." Tebak Laura.


Dan ternyata tebakan Laura benar, tidak lama berselang Edward muncul di hadapan mereka.


"Pagi Nona Laura, Nona Charlotte." Sapa Edward lebih dulu begitu melihat mereka berdua.

__ADS_1


"Pagi Edward." Balas Charlotte bersemangat.


"Pagi juga Edward, kenapa kamu kembali begitu cepat dari istana ? Kami kira kamu mungkin pulang agak lama." Tanya Laura penasaran.


"Aku hanya menyampaikan pesan dari Nyonya George dan Pangeran Albert langsung memerintah kan ku untuk segera kembali." Edward menjelaskan.


"Setelah ini kamu masih ada pekerjaan yang harus kamu kerjakan ?" Tanya Charlotte penasaran.


Edward menatap bergantian Laura dan Charlotte. "Tidak ada, apakah anda ingin keluar Nona Laura ? Jika anda ingin keluar aku akan mengawal anda tapi bukankah anda sedang kurang sehat ?"


"Ara sudah agak baikan kok, dìa hanya ingin keluar sebentar. Ada beberapa buku yang ingin dia beli, bukan begitu Ara ?" Charlotte menyikut badan Laura, memberi kode untuk menyetujui perkataannya.


"Betul seperti itu Nona Laura ?" tanya Edward pada Laura tidak yakin dengan perkataan Charlotte.


"Iya, aku ingin membeli beberapa buku di toko yang biasa aku datangi." Jawab Laura terpaksa mengikuti keinginan sahabatnya.


"Baiklah, aku akan mengantar kalian."


"Aku naik dulu, mau berganti pakaian." Ucap Laura.


"Aku di sini saja menunggu mu bersama Edward." Charlotte berkata tersenyum lebar.


Laura menggeleng kepala melihat kelakuan sahabatnya yang di balas senyum cengengesan oleh Charlotte sebelum bergerak melangkah menuju kamarnya di lantai dua.


Laura muncul kembali tidak lama kemudian, telah berganti pakaian.


"Iya." Jawab Laura singkat.


"Aku pergi menyiapkan mobil terlebih dahulu." Edward bergerak keluar meninggalkan mereka berdua.


"Apa semua yang kalian perbincangan saat aku naik ke kamar ku untuk berganti pakaian ?" tanya Laura penasaran. Mereka bergerak menuju pintu depan menyusul Edward.


Charlotte mendengus kesal. "Tidak ada, dia sibuk dengan handphone nya dan tidak menghiraukan keberadaan ku di sampingnya."


Perkataan Charlotte otomatis membuat Laura terkekeh geli. "He he he."


"Tapi tidak apa, bukan Charlotte namanya jika langsung menyerah begitu saja." Ucap Charlotte optimis.


Laura menepuk sebelah bahu sahabatnya, memberi semangat. "Itu baru Charlotte."


Edward sudah berdiri di samping mobil menunggu mereka dan langsung membukakan pintu belakang mobil untuk mereka masuk.


"Terimakasih." Jawab Laura sebelum masuk ke dalam mobil.


"Kita ke alamat mana Nona Laura ?" tanya Edward begitu duduk di kursi pengemudi.


Laura langsung menyebutkan alamat toko dan nama toko nya.


"Baik, aku tahu." Kata Edward yang kemudian menghidupkan mobil.

__ADS_1


Mobil bergerak keluar menuju pintu gerbang menuju alamat yang di sebutkan Laura.


Begitu sampai di tempat tujuan, Edward langsung memarkirkan mobil di tempat parkiran yang tidak jauh dari pintu masuk.


"Kamu ingin masuk Charlotte ? atau menunggu di dalam mobil ?" tanya Laura.


"Aku ikut, tidak mungkin aku menunggu di sini sendiri." Jawab Charlotte karena tahu Edward pasti akan ikut masuk ke dalam menemani Laura.


"Tumben, biasanya kalau aku ajak ke sini kamu pasti tidak mau masuk hanya menunggu di dalam mobil." Ucap Laura dengan senyum jail, menggoda sahabat nya.


Charlotte memutar kedua bola matanya menanggapi candaan sahabatnya.


"Tidak lucu." Komentar Charlotte, ikut bergerak turun bersama Laura dari dalam mobil.


Suasana dalam toko buku sangat lah tenang walaupun banyak pengunjung yang datang untuk membeli buku yang mereka inginkan.


"Suasana nya tenang ya walaupun banyak orang beda seperti dalam mall, semakin banyak orang semakin ribut." Komentar Charlotte begitu masuk ke dalam toko buku.


"Tentu lah beda Charlotte."


"Aku menunggu kamu selesai memilih buku di kursi sebelah sana ya ?" Charlotte menunjukkan kursi yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Di sana juga terdapa beberapa orang yang serius dengan buku mereka.


"Ok."


"Edward, kamu bisa menunggu ku di sana bersama Charlotte." Tambah Laura.


"Baik Nona Laura."


Senyum Charlotte mengembang mendengar perkataan Laura, senang karena sahabat nya sangat pengertian.


Laura mendekati rak rak yang penuh dengan buku buku, dengan santai melihat lihat dan memilih beberapa buku yang menarik perhatiannya sambil sesekali melirik ke arah Charlotte yang sedang mengajak Edward untuk bercerita.


Melihat interaksi mereka yang mulai terjalin membuat Laura berpikir untuk lebih lama menjauh, memberi kesempatan Charlotte untuk lebih leluasa bercerita dengan Edward.


Laura memutuskan untuk lebih ke dalam melihat lihat buku buku yang berada di sana. Waktu tidak terasa oleh Laura hingga suara Edward yang muncul dari arah belakang mengagetkan dirinya.


"Apakah masih lama Nona Laura ? sekarang hampir menunjukkan pukul dua belas siang."


"Benarkah ?! maaf Edward, aku tidak tahu kalau waktu sudah berlalu begitu cepat." Ucap Laura dengan wajah menyesal.


"Mana Charlotte ?" tambah Laura.


"Dia masih di tempatnya tadi, menunggu anda. Dia menyuruh ku untuk memanggil anda karena dirinya sudah sangat lapar."


"Baiklah, jadi kita makan siang di mana ?"


"Nona Charlotte yang akan memilih tempat di mana kita makan siang."


"Bagus, Charlotte tidak pernah salah memilih restoran yang enak."

__ADS_1


__ADS_2