
Edward bangkit dari kursinya, membuat charlotte menoleh menatap padanya.
"Kau ingin ke mana ?" tanya Charlotte penasaran.
"Menurutku Nona Laura pergi terlalu lama ke kamar mandi. Lebih baik aku pergi menyusul melihatnya dulu, untuk lebih yakin kalau dia baik-baik saja." Jawab Edward sambil berjalan menjauh tidak menunggu tanggapan dari Charlotte.
"Tunggu aku, aku ikut." Charlotte pun ikut berdiri menyusul Edward.
"Kamu tidak mungkin masuk seorang diri ke dalam toilet wanita untuk mengecek keadaan Laura bukan ?" Charlotte menambahkan begitu berjalan sejajar dengan Edward menuju toilet wanita.
"Bisa saja jika keadaan terpaksa." Jawab Edward datar.
Charlotte tercengang sambil geleng-geleng kepala takjub dengan perkataan Edward.
"Biar aku masuk lebih dulu ke dalam, kamu menunggu di luar saja." Kata Charlotte begitu mereka telah berada di depan pintu toilet wanita.
BRAKK!!!
Mereka berdua menoleh, di kejutkan oleh suara pintu toilet yang tiba-tiba terbuka dengan kasar dan terlibat wanita keluar dengan langkah terburu-buru meninggalkan toilet wanita.
"Kasar sekali wanita itu membuka pintu." Komentar Charlotte tidak senang.
"Tidak usah hiraukan, lebih baik kamu masuk saja ke dalam. " Edward memberitahu.
"Iya aku tahu." Kata Charlotte sebelum masuk dan betapa terkejutnya dirinya begitu tatapan nya terpaku pada keadaan Laura yang terduduk di lantai depan wastapel dengan keadaan yang menyedihkan.
Charlotte bergegas mendekati Laura. "Kenapa denganmu Ara ? apa yang telah terjadi ?" Charlotte bertanya panik bercampur khawatir, membantu Laura untuk berdiri.
Keadaan Laura sangat kacau, rambut panjangnya kusut berantakan gaunnya robek di bagian belakang hingga memperlihatkan punggung mulusnya.
"Aku baik-baik saja Charlotte." Ucap Laura lirih, mengangkat wajahnya menatap Charlotte dengan senyum terpaksa.
Charlotte semakin mengerutkan keningnya begitu melihat memar kemerahan di pipi Laura seperti bekas tamparan.
"Bagaimana baik-baik saja, lihat keadaanmu sangat kacau belum di tambah dengan memar di wajah mu Ara. Katakan padaku, apa yang terjadi dengan mu ?!" Charlotte mulai emosi melihat keadaan sahabatnya.
"Aku di datangi kekasih Pangeran Albert, dia marah padaku karena merebut kekasihnya." Laura akhirnya bercerita.
"Dan melakukan hal ini padamu ?!" tanya Charlotte emosi.
Laura mengangguk lemah. "Iya, padahal sudah aku jelaskan padanya tapi dia tidak mau mengerti." Laura tersenyum masam.
"Yang melakukan ini padamu wanita yang baru saja keluar itu ?"
"Iya."
__ADS_1
"Kurang ajar !!, andaikan aku datang lebih cepat." Maki Charlotte penuh emosi.
"Dia bergegas pergi begitu mendengar suara kalian dari balik pintu." Laura memberitahu kemudian menoleh menatap ke arah cermin yang berasa di atas wastapel.
"Yang aku pikiran sekarang bagaimana aku bisa pulang dengan keadaan seperti ini ? aku ingin segera pulang, aku tidak ingin terlihat orang lain dalam keadaan seperti ini. " Laura menambahkan dengan nada tidak berdaya.
"Rapikan saja dulu rambutmu, aku keluar dulu menemui Edward yang sedang menunggu di luar." Kata Charlotte pada Laura.
Laura mengikuti saran Charlotte, mulai merapikan rambutnya sedangkan Charlotte keluar pergi menemui Edward.
"Kenapa kamu keluar sendiri ? mana Nona Laura ?" tanya Edward, heran melihat hanya Charlotte yang keluar.
"Ara masih di dalam, keadaan Ara sangat kacau." Jawab Charlotte.
"Maksudmu apa ? aku tidak mengerti." Balas Edward bingung.
"Kamu juga lihat kan wanita yang tadi keluar begitu kita sampai di depan pintu ?"
"Iya, memangnya kenapa dengan wanita itu ?"
"Wanita itu ternyata berperilaku buruk pada Laura, keadaan Laura sangat menyedihkan di buat oleh wanita itu." Charlotte menjelaskan.
Edward mengerutkan keningnya. "Kenapa bisa, siapa sebenarnya wanita itu ?" Edward merasa bersalah, lalai dalam menjaga Laura.
"Ya Tuhan." Edward bergumam mengusap wajahnya dengan kasar, tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi.
"Ara ingin segera pulang, dia tidak ingin terlihat oleh orang lain. Edward bisa kamu meminjamkan jas mu ?"
"Tentu saja." Jawab Edward sambil membuka jas yang di pakainya lalu menyerahkan nya pada Charlotte.
Charlotte menerimanya. "Edward bisa tolong bayar kan tagihan makanan kami ? ini kartu kredit ku." Ucap Charlotte sambil membuka tasnya berniat mengambil kartu kreditnya.
"Tidak usah, biar aku saja yang membayarnya." Tolak Edward tegas.
"Terimakasih kalau begitu." Charlotte tersenyum.
"Kalian tunggu aku di sini, aku akan kembali setelah membayar makanan sekalian bertanya di mana letak pintu belakang. Kita akan keluar dari pintu belakang jika Nona Laura tidak ingin terlihat oleh orang banyak."
"Baik tapi jangan lama." Charlotte mengingatkan.
"Iya."
Edward berbalik menjauh sedangkan Charlotte kembali masuk ke dalam toilet wanita.
"Bagaimana ?" tanya Laura begitu Charlotte kembali masuk.
__ADS_1
"Gunakan ini untuk menutupi gaun mu yang koyak." Charlotte memberikan jas Edward belum menjawab pertanyaan Laura.
Laura mengambil jas itu. "Ini jas siapa ?" tanya Laura tidak langsung memakainya.
"Milik Edward, aku meminjamnya untukmu dan menceritakan keadaanmu padanya."
"Lalu di mana dia sekarang ?" tanya Laura sambil memakai jas Edward.
"Sedang membayar tagihan makanan kita sekalian bertanya di mana letak pintu belakang, kita akan keluar lewat pintu belakang."
"Baguslah, ingat kan aku nanti untuk mengganti uangnya." Kata Laura lega, segera keluar dari kekacauan ini.
"Kita tunggu Edward di sini, tidak lama lagi dia akan kembali. "
Seperti perkataan Charlotte, tidak lama menunggu terdengar ketukan pintu di susul suara Edward yang memanggil mereka dari luar.
Rahang Edward mengeras menahan amarah begitu melihat keadaan Laura yang keluar dari toilet wanita.
"Aku tunjukkan jalan nya, kalian ikuti aku dari belakang." Edward berkata dengan nada pelan, mengontrol emosinya.
Mereka berjalan dalam diam, Laura memilih berjalan sambil menunduk agar wajahnya tidak terlihat begitu tidak sengaja berpapasan dengan orang lain.
Mobil yang di kendarai Laura ke restoran itu telah terparkir tepat di depan pintu belakang.
Edward dengan cepat langsung membukakan pintu penumpang untuk Laura yang langsung masuk ke dalam mobil.
"Bagaimana dengan mu ?" tanya Laura pada Charlotte
"Kamu tenang saja, aku juga akan langsung pulang begitu kalian pergi." Jawab Charlotte santai.
"Baiklah, kalau begitu aku pulang lebih dulu." Pamit Laura yang kemudian menutup pintu mobil.
"He eh." Sahut Charlotte singkat.
Edward memutari mobil menuju pintu depan bagian pengemudi dan langsung masuk.
Mobil hidup dan bergerak menjauh meninggalkan restoran itu.
Laura menarik napas panjang setelah mobil berada di jalan raya menuju rumah. Perasaan Laura lega setelah keluar dari kejadian tidak mengenakan itu.
Edward yang sedang mengemudikan mobil hanya bisa melirik lewat kaca spion yang berada di depannya, dirinya punya banyak pertanyaan yang ingin dia sampaikan pada Laura tapi di urungkan nya begitu melihat keadaan Laura yang butuh waktu untuk menenangkan diri.
Betapa terkejutnya Mama begitu melihat penampilan Laura begitu masuk ke dalam rumah.
"Kenapa dengan dirimu sayang ? apa yang terjadi ?" tanya Mama dengan ekspresi wajah terkejut menghampiri Laura yang masuk ke dalam rumah.
__ADS_1