
Dengan tubuh kaku Laura berbaring di samping tubuh Pangeran Albert. Tanpa menghiraukan tubuh kaku Laura dengan santai Pangeran Albert menarik tubuh Laura ke dalam pelukannya.
"Ternyata sangat nyaman memeluk tubuh mu saat tidur, membuat tidur ku sangat lelap." Gumam Pangeran Albert mempererat pelukannya.
Nyaman bagimu tapi tidak bagi ku Yang Mulia, ketus Laura dalam hati.
"Tidak usah takut Ara, untuk sekarang ini aku hanya ingin memelukmu tidur bermaksud yang lain."
Aku maksud nya untuk sekarang ini ? Apa di lain waktu dia akan berbuat hal yang lebih dari sekarang ? Laura ngeri memikirkan hal itu.
Tidak lama terdengar suara nafas Pangeran Albert yang teratur menandakan bahwa dirinya telah tertidur dengan lelap.
Tubuh ku di bandingkan dengan tubuh Pangeran Albert sangat kecil, Laura baru menyadari nya begitu dirinya berada dalam pelukan erat Pangeran Albert.
Laura menengadah menatap wajah Pangeran Albert yang tertidur lelap.
Wajah Pangeran Albert sebenarnya sangat tampan terlepas dari sifarnya yang berubah ubah kadang menakutkan kadang menyebalkan, hal itu juga pasti yang membuat banyak wanita tergila-gila padanya kecuali diriku tentunya.
"Haaa.... !!" Laura menghela napas panjang dengan pelan agar tidak membangunkan Pangeran Albert.
Sampai kapan aku harus berbaring seperti ini ? Tambah Laura hanya bisa berkata dalam hati.
Mulai terlihat cahaya matahari pagi yang menyeruak dari sela-sela gorden jendela yang berwarna putih menandakan hari telah pagi tapi pria yang tidur dengan nyenyak sambil memeluk seorang wanita dalam kamar tersebut belum memperlihatkan tanda-tanda akan terjaga.
"Badanku sudah sangat pegal karena berbaring lama dengan posisi yang sama." Gumam Laura dengan sengaja bersuara sedikit agak keras untuk membangunkan Pangeran Albert dari tidurnya.
Penderitaan Laura akhirnya berakhir karena tidak begitu lama berselang suara dering handphone menggema di dalam kamar, memecahkan keheningan yang ada memaksa Pangeran Albert terbangun dari tidurnya.
"Suara ribut apa ini ?" Gumam serak Pangeran Albert dengan wajah mengerut tidak senang.
"Bukankah ini suara dering handphone anda Yang Mulia ? di mana anda meletakkan handphone anda ?" tanya Laura sedikit menjauh dari Pangeran Albert sambil mengedarkan pandangannya sekeliling kamar mencari keberadaan handphone yang terus berbunyi.
"Aku meletakkan nya di atas sofa saat masuk ke sini tadi malam. Biar aku angkat, sepertinya telepon penting karena pagi-pagi sekali mereka sudah mengganggu ku." Dengan terpaksa bangun dan turun dari tempat tidur.
Syukurlah..... akhirnya dia bangun juga, aku sungguh berterima kasih kepada siapapun orang yang menelepon itu, dalam hatinya Laura berkata senang.
"Ya hallo, kenapa kamu menghubungi ku pagi-pagi sekali ?" Pangeran Albert langsung bertanya dengan nada tidak suka.
Dari caranya berbicara sepertinya orang yang menelepon itu orang terdekat Pangeran Albert, Laura mengamati dari atas tempat tidur belum bergerak dari tempatnya.
"Baiklah, aku akan ke sana." Jawab Pangeran Albert sebelum memutuskan sambungan telepon.
Pangeran Albert menatap Laura. "Kamu ada rencana apa hari ini ?"
"Tidak ada, hari ini aku ingin bermalasan di kamar saja." Jawab Laura.
__ADS_1
"Kamu tidak ingin berjalan jalan keluar ?"
"Aku tidak begitu mengenal daerah ini karena baru pertama kali ke Spanyol dan baru kali ini keluar negri sendiri tanpa keluarga ku jadi membuat ku agak takut keluar seorang diri." Laura mengakui.
Pangeran Albert mengangguk mengerti. "Aku ingin bertemu dengan Putri Mahkota Spanyol, Pangeran Eric."
Jadi yang menelepon nya tadi itu ternyata Pangeran Eric, terjawablah rasa penasaran Laura.
"Aku sebenarnya ingin membawa mu bersamaku tapi tidak bisa saat ini karena aku akan bertemu dengan Pangeran Eric. Jika masih ada waktu setelah acara perjamuan, aku akan membawamu untuk berkeliling."
"Terimakasih Yang Mulia tapi tidak masalah jika anda tidak bisa."
Pangeran Albert kembali mengangguk mengerti. "Baiklah, sebaiknya aku pergi sekarang."
Pangeran Albert melangkah menuju pintu, meninggalkan Laura yang masih berada di tempat tidur dan menutup pintu dari luar.
Usai makan siang yang hanya seorang diri di meja makan, Laura meminta pelayan untuk menunjukkan padanya di mana letak ruang baca.
Letak ruang baca berada di lantai tiga, lantai paling atas bangunan itu.
"Apakah anda ingin lama berada di ruangan ini Nona ?" tanya pelayan.
"Iya, aku ingin membaca beberapa buku yang ada di sini." Jawab Laura sambil menatap beberapa rak buku dengan buku yang berjajar rapi di dalamnya.
"Apakah anda membutuhkan cemilan atau minuman ?"
"Apa yang anda butuhkan ?"
"Tolong antarkan aku air putih dan irisan beberapa buah."
"Baik Nona, akan segera aku antarkan."
Pelayan keluar ruangan sedangkan Laura melangkah mendekati salah satu rak buku, membaca judul judul buku yang terpampang kemudian mengambil beberapa buku yang menarik perhatiannya.
Merasa cukup dengan beberapa buku yang di pegang nya, Laura melangkah mendekati kursi sofa yang berada di ruangan itu.
Tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk !!" Seru Laura.
Pintu terbuka dari luar, pelayan masuk dengan nampan di tangannya berisi makanan pesanan Laura.
"Letakkan saja di atas meja." Perintah Laura, menunjuk meja di depannya.
__ADS_1
Pelayan bergerak maju mendekat lalu meletakkan gelas dan makanan di atas meja.
"Masih ada yang anda perlukan ?" tanya pelayan.
"Sudah tidak ada."
"Kalau begitu aku permisi dulu, panggil saja jika ada yang anda perlukan."
"Iya, terimakasih."
Tidak ingin mengganggu lebih lama, pelayan itu segera keluar.
Laura langsung terhanyut dengan buku yang di bacanya hingga tidak menyadari waktu.
Tok tok
Terdengar kembali suara ketukan pintu dari luar.
Perhatian Laura kembali teralihkan dari buku yang di bacanya.
"Masuk !!" Kembali Laura berseru.
Pintu terbuka, kali ini yang masuk adalah Edward.
"Ada apa Edward ?" tanya Laura.
"Aku mencari anda karena belum melihat anda seharian ini."
Laura tersenyum mendengar perkataan Edward. "Aku tidak akan hilang Edward."
Edward balas tersenyum mendengar perkataan Laura. "Aku hanya khawatir saja Nona, sudah menjadi tugasku untuk menjaga anda."
"Apa semua kegiatan yang anda lakukan seharin ini ?" Sambung Edward kembali bertanya.
Laura mengerutkan keningnya. "Seharian ? memangnya sekarang pukul berapa Edward ?"
"Sekarang sudah sore, hampir pukul lima sore." Jawab Edward.
"Ternyata sudah cukup lama aku di ruangan ini, membaca beberapa buku." Kata Laura menatap ke arah jendela.
"Seharian ini anda hanya membaca buku ?"
"Iya, selesai makan siang aku langsung ke sini membaca beberapa buku." Jawab Laura sambil melihat tumpukan buku di atas meja.
Pandangan Edward mengikuti arah pandangan Laura, menatap meja yang penuh dengan tumpukan buku.
__ADS_1
"Anda sangat suka membaca."
"Sangat suka." Ucap Laura tersenyum senang, membuat Edward ikut tersenyum lembut begitu melihat ekspresi wajah Laura.