Terjerat Cinta Twins N

Terjerat Cinta Twins N
Bab 17 - Insiden pagi


__ADS_3

Keesokan paginya, Niko bersiap-siap dengan setelan jas berwarna navi, mengagumi tampilannya yang sangat perfect dan terlihat sangat tampan. "Hidupku terlihat sangat sempurna jika dilihat dari luar, tapi sangat rapuh di dalam." Gumamnya seraya tersenyum simpul. 


Bergegas pergi meninggalkan kamarnya, menuruni tangga seraya bersiul melupakan segalanya walau sejenak, berharap jika paginya terasa indah. Niko masuk ke dalam mobil, mengendarainya dengan kecepatan tinggi, menerobos lalu lintas membuatnya mendapatkan sumpah serapah dari pengendara lain. 


Di saat persimpangan tiga, Niko membelokkan arah mobilnya dan tak sengaja menyenggol seseorang. Dengan terpaksa dia berhenti dan turun untuk mengecek keadaan mobilnya yang sedikit terkena baret. "Karena ulahmu membuat mobil mahalku tergores!" ucapnya yang menatap tajam sang pelaku. 


"Apa kau pikir jalanan ini milik nenek moyangmu, hah?" balas Ara memegang sikunya yang terluka, jatuh dari motor membuat roknya sedikit terkoyak akibat mencium aspal. 


"Kau yang salah!" tuduh Niko yang menatap penampilan wanita itu. "Aku tidak yakin jika kau bisa ganti rugi," ucapnya yang merendahkan. 


"Dasar orang kaya, kau sendiri yang salah kebut-kebutan di jalan tapi malah menyalahkan orang lain." Cetus Ara tanpa rasa takut sedikitpun. 


"Kau saja yang tidak bisa memakai motor butut ini," balas Niko yang menendang motor milik Ara. 


"Dasar pria sialan, apa yang kau lakukan?" pekik Ara mencoba menyelamatkan motornya dari pria kaya itu. 


"Aku harap kita impas!" ucap Niko tersenyum puas. 


Ara tersenyum tipis dan mengeluarkan telur dari tasnya, melemparnya tepat mengenai kaca depan mobil mewah itu. Niko meremas rambutnya, tak menduga dengan aksi dari wanita cupu bahkan lebih cupu dari Eve. "Sial, kau mengotori mobil mewahku!" 

__ADS_1


"Itu baru impas," seloroh Ara sembari tersenyum mengejek, mengendarai motornya dengan kecepatan penuh. 


"Sial, pagiku dirusak oleh wanita kuno itu." Umpat Niko yang sangat kesal. 


Niko melihat noda telur di kaca depan mobilnya, dengan buru-buru mengambil ponsel di saku celana berniat untuk menghubungi sang asisten. 


"Halo."


"Iya, tuan."


"Cepat susul aku ke jalan rambutan nomor lima!"


"Baik, tuan."


Segera turun dari mobil dan menghampiri Niko. "Apa ada masalah, tuan?" tanyanya yang sedikit membungkukkan badan. 


"Mobilku kotor, aku hanya ingin kau menjemputku." 


"Kalau begitu masuklah ke dalam mobilku, Tuan." tawar Septian. 

__ADS_1


"Hem." Keduanya berjalan masuk ke dalam mobil milik Septian. 


Tidak ada obrolan di antara keduanya, Septian memfokuskan dirinya menyetir mobil. "Apa kau sudah mendapatkan sekretaris baru?" tanya Niko yang memecahkan kesunyian. 


"Sudah, Tuan. Seorang sekretaris yang berpengalaman dan juga mempunyai iq yang tinggi." 


"Bagus, setelah sampai di kantor, minta sekretaris baru itu untuk datang ke ruanganku." Titah Niko tanpa menoleh. 


"Baik, tuan." 


Mobil berhenti tepat di deoan bangunan tinggi, Niko turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam kantor. Beberapa karyawan menyapa untuk menyambut atasan mereka, sedangkan Niko berlalu pergi tanpa mengatakan apapun. 


"Kau ingat apa yang aku katakan di dalam mobil?"


"Tentu saja ingat, Tuan."


"Bagus, lakukan pekerjaanmu."


"Baik, Tuan."

__ADS_1


Niko membuka pintu ruangannya, berjalan menuju meja kerjanya. 


__ADS_2