Terjerat Cinta Twins N

Terjerat Cinta Twins N
Bab 35 - Musuh mengepung


__ADS_3

Pintu mobil di ketuk membuat Amora sangat terkejut, apalagi melihat dua orang bertopeng membuatnya sangat takut. "Aaargh…siapa mereka?" pekiknya seraya menodongkan pistol dengan tangan yang gemetaran, Niki yang terkejut juga tak sengaja mengetuk kepala kembarannya. 


"Sialan!" Niko membalas serangan dengan menjitak kepala kembarannya kuat, membuat Alex menggelengkan kepala melihat dua saudara kembar yang tidak pernah akur sama sekali. 


"Eh, rupanya kalian? Ini semua gara-garamu!" Niki tersenyum kaku karena melihat dua orang yang dikenalnya, dan kembali melirik Amora dengan tajam. 


"Aku berteriak di saat aku terkejut!" jawab Amora yang sangat ketakutan. 


Niki segera mengambil pistol di tangan wanita itu, dan menatap dengan jengah dengan situasi saat ini. "Jangan begitu, merekalah yang menolongmu." 


"Eh, benarkah?"


"Hem, kalau mereka tidak datang? Maka sekarang kau sudah tiada." Tekan Niki. 


"Maafkan aku yang salah paham dengan kalian." Amora sangat malu dan menundukkan kepala. 

__ADS_1


"Tidak apa-apa," sahut Niki membuat menatapnya dengan penuh tanda tanya. 


"Eh, sepertinya suaramu tidak asing."


Niko gelagapan mencari jawaban logis, keceplosan dengan mengeluarkan suara. Alex menghela nafas dengan berat, mengetahui kebodohan dari sepupunya. "Kenapa aku bisa sepupuan dengan mereka?" batin Alex. 


Belum sempat Niko menjawab, beberapa peluru hampir mengenai mereka, untung saja refleks mereka bagus dan cepat menghindar. Alex dan Niko menengadahkan kepala saat mendengar suara helikopter yang mendekat. 


"Ini sangat buruk," gumam Niko, dengan cepat dia menghubungi beberapa anggota inti dari aliansi mafia Black Wolf. 


"Siapa mereka? Lawan apa kawan?" tanyanya yang menatap Niki dengan raut wajah yang sedikit pucat. 


"Mereka pihak lawan, musuh yang harus kita hadapi."


"Ada begitu banyak orang, dan kalian hanya bertiga saja. Apa itu cukup dengan lawan yang tak seimbang?" tanya Amora mendadak membuat Alex mendelik kesal. 

__ADS_1


"Ck, bisakah kau diam?" cetus Alex dengan nada tekanan. 


"Ups…baiklah, maafkan aku!" ujar Amora sangat takut dengan aura yang dikeluarkan oleh Alex. "Pria ini sangat menakutkan, aku penasaran bagaimana pasangannya kelak," batinnya sejenak dan kembali fokus dengan keadaan yang ada. 


Niki segera mengambil beberapa senjata, begitupun dengan kedua pria itu. Seluruh senjata yang terpasang di tubuh mereka, dan tak lupa mereka juga memberi pistol kecil pada Amora. "Kau tembakkan ini pada musuh saat kau merasa terancam," ucapnya dengan serius. 


"Baiklah."


Alex melirik kedua sepupunya dengan cara bergantian, memberikan kode untuk melakukan serangan. "Lakukan!" titahnya yang saling melindungi. 


Mereka saling memunggungi satu sama lain, beberapa orang mulai maju dengan melakukan serangan terlebih dahulu. Amora yang sangat ketakutan itu tak sengaja menembak sembarang arah, mengenai beberapa orang yang tewas di tempat. "Apa mereka sudah mati? Aku seorang pembunuh!" lirihnya yang menyesal. 


"Wah, kau pemula yang hebat." Puji Niki yang membuat kepercayaan diri wanita itu kembali pulih. 


Alex kembali melirik Niki untuk menjaga Amora agar tidak terluka, sedangkan dia dan Niko melakukan serangan balik dengan berlari ke arah musuh. 

__ADS_1


Terjadi pertarungan berdarah di jalanan itu, Amora yang tidak pernah melihat hanya bisa menutup kedua matanya. 


__ADS_2