Terjerat Cinta Twins N

Terjerat Cinta Twins N
Bab 40 - Bergulat


__ADS_3

Bonar sangat kesal dengan Niko yang menertawainya, dia membalikkan badan berniat untuk memukul dengan tongkat. Tapi terdengar suara Niki yang menjerit, semakin membuat gelak tawa Niko pecah. Seketika Bonar menoleh, melihat cucunya yang memegang pangkal lengan yang dibalut perban. "Kenapa kau menjerit?" tanyanya yang mengerutkan kening penasaran. 


"Tongkat Kakek mengenai lukaku," lirih Niki yang memegangi lukanya. 


"Maafkan Kakekmu ini yang tidak sengaja melakukannya." Ucap Bonar dengan senyuman tulus, dan melirik Niko dengan sinis. 


"Ya, baiklah. Tidak masalah!"


Kakek dan kedua cucu itu mengobrol dan bersenda gurau bersama, suatu kenangan yang sulit untuk didapatkan. Kesibukan Niko di kantor, dan kesibukan Niki di dunia hitam membuat mereka jarang berkumpul bersama. 


Setelah Bonar pulang yang di antarkan oleh supir, kedua saudara kembar itu saling menatap satu sama lain. "Apa kau tahu apa yang ada di otakku?" celetuk Niki. 


"Tentu saja aku tahu sebelum kau memikirkannya!" sahut Niko. 


"Aku melihat seorang pria yang dengan sengaja menargetkan Amora saat kita dikepung."

__ADS_1


"Apa kau melihat dengan jelas wajah pria itu?" tanya Niko dengan penuh menyelidik. 


"Wajahnya hanya terlihat samar," ujar Niko yang kecewa karena tak mengetahui musuh yang mengepung mereka. 


"Tidak masalah, yang terpenting keamanan keluarga Wijaya di perketat. Apalagi saat semua orang pulang ke Mansion, beri beberapa penjagaan setiap sisi." Ucap Niko dengan raut wajah yang serius. 


"Tapi, siapa pria itu dan musuh siapa?" tukas Niki yang tampak berpikir. 


"Aku juga tidak tahu, sebaiknya kita menyelidiki hal ini. Sebelum kanebo kering itu kembali menamparku, jika dia bukan saudaraku? Sudah lama dia hanya tinggal nama saja." Niko memegang pipinya, tamparan Alex masih terasa. 


"Jika dia mendengarkan hal itu? Maka siap-siap dengan hukuman apa yang akan terjadi padamu." Tekan Niki Yang berusaha untuk membuat saudaranya mengerti. 


"Kau terlihat iri padanya!" sindir Niki. 


"Aku tidak iri, hanya kesal saja. Lagi pula tanggung jawab yang diberikan kakek Nathan sangatlah besar, dan bisa mengurangi jadwal bercintaku." Ungkap Niko dengan bangga. 

__ADS_1


"Jika kau bergonta-ganti pasangan, aku sangat yakin jika anu mu itu akan terkena penyakit."


"Heh, jangan ceramahi aku dengan karya seni."


"Tidak bisa aku bayangkan, bagaimana nasib istrimu kelak yang mendapatkan barang bekas," ejek Niki yang menyulut emosi kembarannya. 


Niko melingkarkan lengannya di leher Niki, menjepitnya dengan erat membuat sang empunya tidak bisa bernafas. Dengan cepat Nikitui menyikut dada kembarannya, membuatnya terpaksa turun dari brankar. 


"Walaupun lenganku terluka, aku akan melawan jika kau menindasku," ucap Niki yang tak menghiraukan luka di lengan. 


Kedua pria itu saling bergulat satu sama lain di atas lantai membuat seorang suster terbelalak kaget dengan Niko yang menindih tubuh Niki. "Astaga, ternyata mereka homo!" ucap sang suster yang bergidik ngeri. 


Dengan cepat Niko berdiri dan membantu Niki, menatap sang suster itu dengan tajam. "Apa kau ingin di pecat?" celetuk Niki. 


"Jangan pecat saya, Tuan!" 

__ADS_1


"Kalau begitu lupakan apa yang kamu lihat hari ini, jika gosip beredar di rumah sakit ini? Maka bersiap-siaplah untuk di pecat," tegas Niko. 


"Baik, Tuan."


__ADS_2