Terjerat Cinta Twins N

Terjerat Cinta Twins N
Bab 6 - Berkunjung ke Cafe


__ADS_3

Niko sangat penasaran mengenai Tari, apalagi wanita itu hanya orang miskin. Dengan terpaksa dia membatalkan seluruh agendanya dengan beberapa teman kencannya, memantau kegiatan sang target. "Heh, hanya orang miskin saja sudah berani menamparku." Racaunya yang masih terdengar oleh Septian. 


"Apa kita akan terus berada di dalam mobil, Tuan?" tanya Septian yang sudah bosan menunggu di dalam mobil selama setengah jam hanya untuk memantau kegiatan Tari yang bekerja di Cafe


"Apa kau ingin dipecat?" ancam Niko yang melirik asistennya dengan tajam. 


"Kenapa Tuan cepat tersinggung? Aku hanya bercanda." Seloroh Septian nyengir kuda. 


"Hem." Niko membuka pintu, turun dari mobil menuju masuk ke dalam Cafe. Sedangkan Septian menghela nafas lega seraya mengelus dada. "Semoga tuan Niko berubah, tidak lagi menjadi cassanova," gumamnya.


Semua karyawan tertunduk kepala, melihat kedatangan Niko Wijaya. "Selamat datang kembali, Tuan Niko." Sambut manager Cafe dengan hormat. 


"Hem, aku kesini ingin mengecek bagaimana Eve menjalankan Cafe ini." Ucap Niko yang melihat isi Cafe, menganggukkan kepala dengan puas. "Ternyata Eve mengelola Cafe ini dengan sangat baik," gumamnya. 


"Nona Eve membuat Cafe ini semakin maju, Tuan."


"Itu bagus."


"Apa Tuan butuh sesuatu?" ucap manager Cafe. 

__ADS_1


Dengan cepat, Niko menoleh ke sumber suara. "Hem ya, apakah pelayan yang bernama Tari bekerja di sini?" 


"Benar Tuan, Tari bekerja sudah setahun. Pekerjaannya sangatlah memuaskan, bahkan nona Eve sangat mempercayainya." Sahut sang manager. 


"Sial, ternyata wanita itu sangat pintar mengambil hati si cupu." Lirih Niko yang mengumpat kesal, seketika tersenyum saat menemukan cara untuk melakukan balas dendam. 


"Apa Tuan ingin makan sesuatu?" tawar manager. 


"Hem, berikan menu spesial untukku. Tapi aku hanya ingin di layani oleh pelayan itu!" titahnya. 


"Baik, Tuan. Silahkan memilih mejanya!" 


Di sisi lain, Tari sedang melayani para pengunjung dengan sangat ramah. Bahkan keramah tamahannya membuat beberapa pengunjung memberinya tips. "Hah, tips hari ini lumayan untuk di tabung," batinnya tersenyum. 


Tari menuju ke belakang untuk mengambilkan  pesanan selanjutnya, tapi seseorang menepuk pundaknya. "Ada apa?" tanyanya yang tersentak kaget. 


"Kamu layani meja lima saja," ucap manager memerintah. 


"Nanti saja saya layani, Pak." 

__ADS_1


"Dasar bodoh, dia itu kakak sepupu nona Eve." 


"APA?" Tari sangat terkejut, selama bekerja di sana tidak mengetahui identitas Eve yang sebenarnya. 


"Layani dia atau kau akan dipecat olehnya, pergi sana! Jangan membuatnya menunggu." Tutur sang manager. 


"Baik, Pak." Sahut Tari yang menggerakan tubuhnya seraya hormat tiang bendera dengan semangat berkibar. 


Dengan cepat, Tari menghampiri meja lima, mempersiapkan senyum indah untuk memuaskan para pengunjung. "Selamat datang di Cafe Floress, anda mau memesan apa?" ucapnya dengan ramah. 


Niko menoleh ke asal suara, menatap wanita cantik yang seketika terkejut melihatnya. "Akhirnya aku menemukanmu," ucap Niko yang tersenyum smirk. 


"Mati aku, ternyata kakak sepupu nona Eve adalah si pria mesum." Batin Tari yang tersenyum paksa. "Anda ingin memesan apa?" ucapnya dengan formal. 


"Duduklah, tidak perlu berkata formal kepadaku." Tutur Niko. 


"Ba-baik Tuan." Tari menarik kursi dan duduk berhadapan dengan pria itu secara langsung, sorot mata tajam yang di warisi dari orang tuanya berhasil membuat Tari semakin takut, dan berkeringat dingin. 


"Mulai hari ini, kau akan menjadi pelayan di Mansion Wijaya." Titah Niko. 

__ADS_1


"Apa?" 


__ADS_2