Terjerat Cinta Twins N

Terjerat Cinta Twins N
Bab 33 - Tembakan Amora


__ADS_3

Amora sangat ketakutan, tangan yang terus bergetar, keringat di dahi mengucur deras. Untuk pertama kalinya dia memegang pistol yang membayangkannya saja tidak pernah, namun desakan dari Niki membuatnya tak punya pilihan lain. 


Setelah berpindah ke kursi belakang, Amora menarik pelatuk dan mengarahkan pistol lewat celah di jendela yang terbuka. Memfokuskan bidikan pada sasaran, tapi niat menciut saat salah satu peluru hampir mengenai kepalanya. "Aku tidak bisa melakukannya," pekiknya yang menoleh ke belakang, menatap pria tampan yang fokus mengemudi menghindari beberapa peluru. 


"Coba sekali lagi, kau pasti bisa!"


"Aku tidak percaya diri," ujar Amora yang sedih. 


"Kalau begitu, buatlah dirimu lebih percaya diri. Bayangkan saja, jika kau sedang bermain game tembakan." Tukas Niki yang memberikan ide. 


"Akan ku coba!" Amora kembali fokus untuk membidik sasaran dengan penuh keyakinan, jari telunjuk perlahan mulai beraksi dan menembak. 


Terdengar suara tembakan balasan dari musuh yang membuat Amora terkejut, hingga tembakannya meleset mengenai salah satu ban mobil yang kehilangan kendali. "Wah, ternyata aku hebat juga," guman Amora pelongo.


"Walau tidak mengenai sasaran, setidaknya kau membuat pergerakan musuh melambat," sahut Niki dengan santai. "Kenapa kau diam saja? Cepat kembali fokus dalam menembak musuh."

__ADS_1


"Bagaimana jika ada yang terkena peluru? Aku tidak ingin masuk penjara!" 


"Ya sudah, kalau begitu kau pilihlah. Ingin menembak atau ditembak?" 


"Apa ada pilihan ketiga?" celetuk Amora yang membuat Niki kesal, musuh yang semakin dekat dan terus menyerang. 


"Bisakah kau diam! Jika kau ingin mengobrol, nanti saja." Bentak Niki yang kesal. 


"Kenapa kau marah? Aku hanya bertanya saja," balas Amora yang tersenyum pepsodent. 


"AMORA." Tekan Niki yang menoleh ke belakang sepersekian detik dengan sinis. 


"Hah, wanita ini benar-benar menguji kesabaranku," gumamnya dongkol. 


Amora membidik dengan insting dan juga mengandalkan film-film action yang sering di tontonnya, setidaknya kegiatannya itu memberikan manfaat dalam keadaan terdesak. Dia sangat gigih dalam berusaha, semua peluru yang ditembakkan tidak ada mengenai sasaran membuat Niki meringis. 

__ADS_1


"Sepertinya pistol ini kehabisan peluru," tukas Amora yang mengetuk senjata api di tangannya. 


"Astaga…kau hanya membuang-buang peluru saja, lakukan dengan benar!" bentak Niki sangat kesal dengan wanita yang tidak bisa diandalkan. 


"Apa yang harus aku lakukan?" 


"Periksalah tas yang berisi senjata itu, dan carilah benda yang berbentuk buah durian tapi dalam versi mini," terang Niki seraya mengemudikan mobil menghindari beberapa tembakan. 


Amora melakukan sesuai perkataan Niki, mencari benda itu dengan sangat cekatan. "Dapat, tapi apa nama benda ini?"


"Itu granat, tarik kunci yang menempel lalu lempar ke arah musuh."


"Baiklah, akan aku coba." Amora tidak tahu benda apa yang ada di tangannya, melakukan sesuai perkataan Niki tepat mengenai ketiga mobil hingga meledak dengan kobaran api yang membesar. Dia sangat terkejut dengan efek granat yang sangat dahsyat. "Ternyata itu bom, kenapa kau tidak mengatakan sebelumnya?" pekik Amora yang sangat terkejut dan meminta penjelasan dari pria itu.


"Jika ku beri tahu, kau pasti sangat ketakutan dan membuat kesalahan. Apa kau ingin kita menjadi daging panggang? Sudahlah, yang penting kita selamat."

__ADS_1


"Kau benar, tapi aku melihat ada beberapa orang memakai motor sedang mengejar kita."


Segera Niki melihat ke spion mobil, dan membesarkan kedua pupilnya. "Sial," umpatnya kesal.


__ADS_2